
Caviar benar-benar berada di ambang kehancuran, dia tidak hanya akan kehilangan popularitasnya sebagai pengusaha kaya raya dan suami dari istri artis terkenal bernama Milannita. Tapi, dia pun berada di ambang kebangkrutan karena istrinya sendiri yang merupakan investor terbesar dan brand ambassador dari perusahaan miliknya menyatakan akan menggugat cerai dirinya di depan wartawan.
Itu artinya, seluruh orang di negeri ini menyaksikan betapa menyedihkannya kehidupan seorang Caviar saat ini. Dia pun hanya bisa menunduk lesu di depan wartawan yang saat ini terus saja menyorotinya dengan kamera lengkap dengan lampu Blitz yang menyala menyilaukan saling bersautan.
Sementara itu, dengan mata yang berapi-api Milannita terus saja mengungkapkan rasa kecewanya kepada suaminya itu, bahkan terang-terangan dia mengatakan bahwa selama ini dia telah mengetahui prihal perselingkuhan dirinya dengan Lydia membuat Caviar merasa menyesal karena telah salah termakan rayuan wanita bernama Lydia itu.
"Nona Milan, ada satu pertanyaan lagi yang belum anda jawab. Apa hubungan anda dengan bodyguard anda ini? Apakah anda benar-benar memiliki hubungan sama dia?" Tanya wartawan lagi menatap ke arah Zergo.
"Hmm ..." Milan kembali menarik napas panjang, mencoba mengatur napasnya yang sedari tadi terasa sesak sebenarnya.
"Jawab, Nona? Apakah anda yakin kalau anda tidak berselingkuh juga sama laki-laki ini?" Tanya wartawan lainnya.
"Baik, saya akan menjawab pertanyaan kalian. Pria ini, pria bernama Zergo ini adalah laki-laki yang saya cintai saat ini. Dia adalah obat di kala saya sedang kesakitan, dia adalah pelipur lara saya dan dia adalah laki-laki yang memberi saya kekutan di saat saya begitu terpuruk karena mendapatkan pengkhianatan dari suami saya," jawab Milan menatap wajah Zergo dengan tersenyum penuh rasa cinta.
"Waaaah ... Itu berarti, bukan hanya suami anda saja yang berselingkuh tapi anda juga melakukan hal yang sama?"
"Saya mohon maaf, karena saya telah berbuat salah dengan membalas perselingkuhan suami saya dengan balas berselingkuh. Saya benar-benar minta maaf kepada kalian dan terutama pada seluruh penggemar saya di luar sana," ucap Milan membungkukkan tubuhnya dalam-dalam tanda permintaan maafnya.
Semua wartawan yang berada di sana nampak merasa tidak percaya dengan berita yang mereka dapatkan saat ini. Ternyata, apa yang selama ini ditunjukkan oleh artis idola mereka semuanya penuh kepalsuan.
Milannita, artis papan atas yang selama ini terkenal bersih dari skandal dan selalu menunjukkan serta membanggakan rumah tangganya ternyata penuh dengan kebohongan.
Karir seorang Milannita benar-benar berada di ambang kehancuran.
"Saya Milannita, bersedia mengundurkan diri sebagai seorang artis dan akan hidup sebagai manusia biasa, karena sebagai publik figur saya telah memberikan contoh yang tidak baik kepada para penggemar saya. Sekali lagi saya mohon maaf," Milan kembali membungkukan tubuhnya untuk terakhir kalinya.
♥️♥️
Berita tentang rumah tangga Milan dan pengunduran diri artis itu dari dunia intertainmen dengan cepat menyebar di seluruh negeri bahkan beritanya sampai terdengar keluar negara.
Banyak orang yang tidak menyangkan dan begitu kecewa dengan apa yang yang terjadi dengan artis idola mereka itu. Akan tetapi di saat kebanyakan orang merasa kecewa dan merasa sedih dengan apa yang menimpa Milan, lain halnya dengan Lydia yang saat ini sedang menonton acara infotainment di Televisi di kediamannya.
Dengan ditemani segelas anggur merah di dalam genggamannya Lydia tertawa lepas merasa puas dengan apa yang dilihatnya saat ini.
__ADS_1
"Ha ... Ha ... Ha ... Mampus kamu Milannita, karirmu hancur dalam sekejap mata. Kamu bukan lagi artis terkenal, kamu hanya wanita biasa dengan penuh skandal. Tak masalah jika aku pun ikut terseret dalam berita ini, yang penting aku benar-benar puas melihat kehancuran kamu Milan ha ... ha ... ha ..." ucap Lydia tertawa lepas merasa senang.
Dia pun meneguk habis minuman anggur hanya dengan sekali tegukan lalu mengusap kasar ujung bibirnya yang kini basah dengan anggur merah yang dia minum.
Prank ....
Tiba-tiba saja ada yang melempar bongkahan batu besar lengkap dengan gulungan kertas yang membungkus batu tersebut ke arah kaca jendela, membuat kaca berukuran besar itu pecah berkeping-keping dan serpihannya berhamburan kini memenuhi ruangan Televisi dimana dia duduk saat ini.
"Aaaaaaa ..." Teriak Lydia terkejut menutup kedua telinganya.
"Apa itu?" Gumamnya lagi bangkit dan berjalan dengan berjinjit kaki di antara serpihan kaca berserakan di lantai lalu mengambil bongkahan batu tersebut.
Lydia pun membuka gulungan kertas tersebut lalu membaca tulisan yang ada di dalamnya.
"DASAR WANITA JALAN* PENGHANCUR RUMAH TANGGA ORANG, MATI AJA KAU DAN MEMBUSUK DI NERAKA"
Begitulah isi tulisan tersebut, dia pun melemparkan kertas tersebut lalu berteriak kesal.
"Aaaaa ... Kurang ajar, kayaknya salah satu penggemar berat Milan meneror aku. Awas aja ya aku bakalan cari siapa yang berani melakukan ini dan aku pastikan orang ini akan membusuk di penjara," teriak Lydia kesal bukan kepalang.
Prank ....
"Kayaknya aku harus pindah dari rumah ini, kalau perlu aku akan pindah dari negara ini dimana gak ada satupun orang yang akan mengenali aku," gumamnya lagi seraya menatap sekeliling rumahnya yang kini telah hancur berantakan.
♥️♥️
Satu Minggu kemudian.
Milannita nampak sedang membereskan seluruh barang-barangnya yang selama ini di simpan ruangan khusus yang biasa dia gunakan di agensi yang menaungi dirinya. Mulai saat ini dia benar-benar akan mengundurkan diri dari dunia Infotainment yang selama ini telah membesarkan namanya.
Dengan ditemani Zergo, Milan pun mengemas satu-persatu barang-barang miliknya itu dengan perasaan sedih yang dia sembunyikan di balik senyuman manisnya saat ini.
"Kamu baik-baik aja?" Tanya Zergo menatap wajah Milan lekat.
__ADS_1
"Tentu saja, aku benar-benar lega. Hati aku bagai terlepas dari beban berat yang selama ini membelenggu kehidupan aku dan kamu tau gimana rasanya?"
Zergo menggelangkan kepalanya masih dengan tatapan mata yang menatap lekat wajah Milannita.
"Rasanya plong ... Hati aku ringan banget."
"Tapi karir kamu hancur, Mil."
"Tak masalah, aku masih punya banyak uang meskipun aku udah gak jadi artis. Kamu pasti belum tau, kalau aku punya banyak usaha sampingan di luar dunia keartisan?"
Zergo tersenyum lega karena Milan sepertinya tidak terlalu terpuruk dengan apa yang baru saja menimpa dirinya.
"Syukurlah, aku lega mendengarnya.'' Ucap Zergo dengan senyuman yang mengembang dari kedua sisi bibirnya.
Tok ... Tok ... Tok ....
Ceklek ....
Pintu ruangan pun seketika di ketuk dan dibuka oleh salah satu karyawan yang bekerja di agensi tersebut.
"Nona Milan. Anda harus segera melihat ini." Pinta orang tersebut berdiri di depan pintu.
"Ada apa?"
"Asisten kamu, dia lagi konferensi pers di Televisi cepat liat." Ucapnya lagi.
"Lydia? Bikin ulah apa lagi dia," gumam Milan terkejut dan langsung berjalan keluar dari ruangan dan menonton Televisi yang saat ini sedang di tonton oleh seluruh staf agensi.
"Sebenarnya saya di sini hanya korban, selama ini saya dijadikan pelampiasan ranjang oleh Caviar suami si Milan, saya dijanjikan banyak hal tapi saya sama sekali gak nyangka kalau saya akan dihempaskan begitu saya sama dia, hiks hiks hiks ..." Ucap Lydia di dalam Televisi menangis sesenggukan seolah dia benar-benar menjadi korban.
"Apa kalian tau kenapa Caviar bisa berpaling sama saya?" Ucapnya lagi dengan isakan yang masih terdengar nyaring menatap ke arah kamera.
"Itu karena Milan tidak becus menjadi seorang istri. Selama ini dia hanya sibuk dengan dunia keartisannya dan mengabaikan suaminya sendiri sehingga Caviar mencari perhatian dan kehangatan dari saya. JADI MILAN, JANGAN SALAHKAN SAYA JIKA SUAMI KAMU SELINGKUH, SEMUA INI SALAH KAMU SENDIRI KARENA TIDAK MELAYANI DIA DENGAN BAIK," ucap Lydia lagi menatap ke arah kamera seolah dia tau bahwa Milan sedang menyaksikannya sekarang.
__ADS_1
'Kurang ajar kamu Lydia,' (batin Milan)
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️