Balas Dendam Istri yang Terhina

Balas Dendam Istri yang Terhina
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Milan mendengus kesal, mendengar suara sang suami di dalam telpon membuat hatinya merasa terbakar dan bumbu kebencian pun mulai kembali menyebar, membuat moodnya yang semula sedang membaik seketika berubah kesal.


Zergo yang menyadari perubahan raut wajah Milan pun nampak menoleh menatap wajah wanita itu dengan tatapan heran, dia pun mengulurkan satu tangannya meraih telapak tangan Milan lalu menggenggamnya kuat seolah memberikan kekuatan.


Sepertinya, dekapan hangat telapak tangan Zergo mampu meredakan emosi yang saat ini bergejolak di dalam hati Milan, sentuhan kulitnya terasa begitu nyaman dan lembut membuat wajah Milan pun seketika tersenyum lalu menoleh menatap wajah laki-laki yang dia panggil dengan sebutan Zeze itu.


''Makasih, Ze.'' Lirih Milan lembut.


''Hmm ... Sekarang kita kemana dulu? saya belum terlalu hapal jalanan di sini,'' tanya Zergo dengan tangan lain yang memutar pelan stir mobil.


''Kita ke kantor Agensi aku dulu ya, aku udah nyuruh Lydia bawain kamu jas mahal dan bagus, dan aku udah nyuruh dia buat datang secepatnya ke sana.''


''Apa wanita itu sedang bersama suami kamu sekarang?''


Milan menganggukkan kepalanya dan seketika wajahnya kembali terlihat muram.


Mendapati raut wajah Milan yang seperti itu, membuat Zergo langsung melipir dan menghentikan laju mobilnya di pinggir jalan.


''Kenapa berhenti di sini, Ze?''


Zergo terdiam sejenak, kepalanya nampak menunduk seolah sedang berfikir, dia pun mengusap wajahnya kasar dengan satu tangan, sementara tangan lain masih menggenggam erat jemari Milannita kuat.


Setelah puas berfikir dan merasa yakin dengan apa yang akan dia ucapkan, Zergo pun memutar badan dan duduk saling berhadapan dengan Milan, menatap wajahnya lekat membuat Milan seketika mengerutkan keningnya merasa heran.


''Nona Milan.''


''Apa? kenapa tiba-tiba kamu kayak gini?''


''Jujur aja, apa yang akan saya katakan kali ini pasti akan membuatmu syok, dan saya tau saya tak pantas bahkan jauh dari kata layak untuk mengatakan semua ini,'' lirih Zergo, Milan pun seketika tersenyum penuh tanda tanya.

__ADS_1


''Hey ... Ada apa? jangan berbelit-belit, langsung ke intinya aja, oke ...?''


''Saya suka sama kamu, Nona Milan.''


''Iya aku tau, dari semenjak kita bertemu kamu sudah mengatakan hal itu,'' jawab Milan tersenyum.


''Tidak, bukan itu.''


Milan mengerutkan keningnya.


''Saya cinta sama kamu, Nona Milan. Perasaan saya ini bukan hanya karena saya penggemar berat kamu, tapi murni karena saya benar-benar cinta, sayang sama kamu,'' Zergo dengan penuh keyakinan mengutarakan semua yang ada di dalam hatinya.


''Ha ... ha ... ha ...! kamu lucu, Ze ...''


''Ko malah ketawa? apanya yang lucu.''


''Tentu saja.''


''Hmm ...!''


''Nona Milan, dengerin aku. Tinggalkan suamimu itu, mempertahankan dia hanya akan membuat hatimu semakin terluka, dan itu membuat hati saya sakit juga. Mari kita buka lembaran baru dan saya janji akan selalu menemani kamu, dan tentu saja saya akan menikahi kamu jika kamu bersedia menerima cinta saya.''


Milan seketika melepaskan tautan jemari tangannya. Apa yang baru saja dikatakan oleh Zergo membuat hatinya merasa galau.


Selama ini, dia memang mendambakan sosok suami seperti dia, hangat, nyaman dan juga penuh perhatian. Akan tetapi, Milan masih belum bisa melupakan rasa sakit yang dia terima dan Caviar dan juga Lidya yang telah menginjak-injak harga dirinya, bahkan membuat dirinya menjadi wanita paling bodoh di dunia.


Hatinya kini telah benar-benar dibutakan oleh rasa dendam, dendam membara yang hanya akan padam jika dendam itu terbalaskan dan rasa sakit yang dia terima pun bisa dirasakan oleh kedua orang yang telah mengkhianatinya itu.


''Maaf, Ze. Aku juga suka sama kamu, kamu adalah suami idaman yang selama ini aku impikan, bersama kamu juga aku benar-benar merasa nyaman, tapi--'' Milan tidak meneruskan ucapannya.

__ADS_1


''Tapi kenapa, Nona Milan?''


''Aku gak akan nerima cinta kamu sebelum aku membalaskan dendam aku sama si Caviar dan juga Lydia. Hatiku masih belum terima diperlakukan kayak gini, Ze ...'' jawab Milan sedikit terisak dengan bola mata yang memerah.


''Iya, saya tau gimana perasaan kamu, saya janji akan membantu kamu membalaskan dendam sama mereka berdua, tapi, saya gak tega melihat kamu terluka setiap kali kamu melihat kebersamaan mereka, hati saya juga sakit,'' jawab Zergo kembali meraih telapak tangan Milan lalu mengusapnya lembut.


Milan yang saat ini sedang dalam keadaan terluka dan menunduk menahan rasa getir, seketika langsung mengangkat kepalanya, menatap wajah Zergo, wajah teduh yang selalu saja mampu membuat hatinya merasa tenang.


''Makasih, Ze. Makasih atas semuanya, jika gak ada kamu, mungkin saat ini aku sudah benar-benar gila,'' Milan merengek seraya terisak.


Zergo tersenyum, lalu mengusap buliran air mata yang saat ini masih berjatuhan begitu derasnya, membersihkan dengan telapak tangannya, hingga wajah cantik seorang Milannita benar-benar kering tanpa air mata, hanya hidungnya saja yang kini memerah, semerah buah tomat.


''Jangan nangis kayak gini, sayang air mata kamu, laki-laki kayak dia gak pantas ditangisi, ingat, masih ada aku. Aku akan selalu ada di sini, di sisi kamu, sampai dendam kamu terbalaskan dan sampai kamu benar-benar menerima cinta aku,'' lirih Zergo lembut dan penuh kasih sayang.


Setelah itu, Zergo pun memeluk tubuh ramping Milan, mendekapnya erat seraya mengusap punggungnya lembut, membuat Milan yang semula di bakar api dendam dan rasa cemburu yang mendalam terhadap suaminya kini berangsur tenang.


Dia pun balas memeluk tubuh kekar nan wangi laki-laki bernama Zergo itu, menyandarkan kepalanya di pundak Zergo seolah benar-benar menggantungkan hidupnya kepada laki-laki yang baru saja menyatakan cinta kepadanya itu.


Lama saling berpelukan, seketika Milan pun dikejutkan oleh seseorang yang mengetuk kaca mobilnya kini, dan sepertinya orang tersebut adalah salah satu wartawan yang tadi sempat dia temui di mall dan masih penasaran akan siapa sebenarnya laki-laki yang saat ini bersama dirinya di dalam mobil.


Tok ... Tok ... Tok ....


''Nona Milan, apakah anda ada di dalam?'' teriak Wartawan tersebut, membuat Milan dan juga Zergo terkejut bukan kepalang.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Promosi Novel lagi ya Reader


__ADS_1


__ADS_2