
Judul : Istri Lusuh Milik Tuan Muda.
Nama pena : Reni.t
Bab 1. Malam Pertama Yang Menyakitkan.
David menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Hari ini benar-benar hari yang melelahkan dan hari yang sangat buruk di seumur hidupnya. Bagaimana tidak, hari ini dia telah resmi menikahi gadis yang sama sekali tidak dia cintai, gadis desa yang baru saja dia temui beberapa hari yang lalu, gadis desa berpenampilan kampungan jauh dari kata modis, penampilannya yang lusuh membuat David merasa ilfil saat pertama kali bertemu dengan gadis bernama Starla yang saat ini telah sah menjadi istrinya.
Ceklek ....
Pintu kamar mandi pun di buka. Starla dengan daster ala ibu-ibu berwarna merah keluar dari dalam kamar menghampiri dirinya. David pun bangkit lalu berdiri dan hendak pergi.
"Mau kemana, Mas?" Tanya Starla mengerutkan kening.
"Bukan urusan kamu." Jawab David datar tanpa menoleh.
"Tapi ini malam pertama kita, Mas. Apa kamu mau pergi, di malam pertama kita?"
"Malam pertama? Hahaha ... Gak ada yang namanya malam pertama di dalam pernikahan kita. Denger ya Starla, mulai malam ini dan malam-malam selanjutnya, kita gak akan pernah tidur bersama layaknya pasangan suami-istri jadi, jangan harap kamu bisa merasakan indahnya bermalam pertama," tegas David masih tanpa menoleh matanya menatap ke arah jendela hotel dimana tempatnya berada saat ini
Bagai tersambar petir, Starla merasa seperti ada sesuatu yang menghujam keras hatinya. Ucapan laki-laki yang telah sah meminang dirinya itu begitu menusuk terasa sakit dan menyentuh titik terdalam relung hatinya.
"Maksud kamu apa, Mas? Kamu suami aku sekarang, mana boleh kamu berkata kayak gitu sama istrimu sendiri," lirih Starla menahan rasa getir.
"Mana boleh? Mana boleh katamu? Biar aku perjelas. Aku sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini, dan aku gak cinta sama kamu. Aku terpaksa menikahi kamu karena dipaksa oleh kedua orang tua aku, kamu tau? penampilan kamu yang lusuh dasteran kayak emak-emak gini membuat aku ilfi," tegas David dan seketika buliran air mata pun mulai berjatuhan membasahi wajah polos seorang Starla.
"Lalu, kenapa kamu mau menikah sama aku? Kamu pikir pernikahan itu apa, Mas? Permainan, hah?'' tanya Starla menahan sesak di dadanya, menatap laki-laki bernama David yang sampai saat ini tidak menoleh sedikitpun ke arahnya.
"Starla, Starla. Kamu bodoh apa naif si? Apa kamu cinta sama aku?"
__ADS_1
"Cinta bisa datang seiringan dengan waktu."
"Apa kamu tau siapa aku, sifat aku, dan seperti apa laki-laki yang kamu sebut sebagai suami kamu ini, hah?" David menaikan suara dan menoleh ke arah istrinya juga akhirnya.
"Semua itu bisa diketahui belakangan, Mas. Seiringan dengan waktu aku akan mengetahui dengan sendirinya sifat, dan seperti apa dirimu, begitupun sebaliknya," jawab Starla dengan air mata yang bergulir begitu derasnya menahan sesak di dada sekaligus menahan rasa sakit di hatinya.
"Gak usah nunggu nanti, sekarang aku kasih tau sama kamu. Aku David, pengusaha kaya raya, Tuan muda sekaligus pewaris tunggal dari kerajaan bisnis orang tua aku, memiliki sifat sombong, angkuh, arogan dan satu lagi aku paling suka gonta-ganti wanita dan tidur dengan mereka, gimana kamu pasti ilfil 'kan? Gadis desa kayak kamu gak pantas punya suami kayak aku?" Tegas David menatap lekat wajah Starla kini.
"Lalu kenapa kamu mau menikah sama aku, Mas David? Kenapa? Hiks hiks hiks ..."
"Kamu ingin tau jawabannya? Karena aku anak yang berbakti kepada orang tuanya, aku gak bisa menolak permintaan kedua orang tua aku yang katanya memilik hutang Budi sama keluarga kamu."
"Jadi begitu? Jahat kamu, Mas? Hiks hiks hiks ..." Tangis Starla semakin pecah menerima kenyataan yang begitu menyakitkan.
"Jadi Starla. Meskipun kamu telah sah menjadi istriku, istri pengusaha kaya raya dan pewaris tunggal perusahaan keluargaku, kamu gak akan pernah jadi Nyonya David yang sesungguhnya, karena apa? Karena aku gak mencintai kamu dan karena wanita lusuh dan kampungan kayak kamu sama sekali gak pantas jadi istri seorang David. Ngerti ...?'' tegas David tanpa perasaan, buliran air yang mengalir begitu deras diiringi suara isakan yang terdengar lirih dari bibir Starla pun seolah tidak dapat menyentuh hati seorang David.
"Terserah, aku sama sekali gak peduli," jawab David pergi begitu saja meninggalkan sang istri yang saat ini menangis sesenggukan.
Hati seorang Starla benar-benar merasa hancur. Pernikahan yang dia impikan ternyata jauh dari kata bahagia, bahkan di malam pertama yang seharusnya dia lewati dengan bahagia layaknya pasangan pengantin baru kini berakhir dengan begitu menyakitkan.
Setiap ucapan yang keluar mulut suaminya itu benar-benar telah melukai hatinya sekaligus menorehkan luka yang begitu dalam membuat tubuhnya merasa lemas dan ambruk seketika di atas lantai.
Bruk ....
Starla terduduk dengan sedikit dihentakan, kedua kakinya seolah tidak kuat lagi menopang berat tubuhnya yang saat ini merasa begitu lemas seiringan dengan luka yang ditorehkan oleh laki-laki yang baru saja menikahinya.
Dia memang hanya wanita desa yang tidak tau bagaimana caranya berpenampilan modis layaknya wanita sosialita, dia juga hanya wanita desa yang tidak tau bagaimana caranya merawat tubuh seperti yang selalu dilakukan banyak wanita di luaran sana.
Akan tetapi, bukankah sangat tidak adil jika dia perlakukan seperti ini oleh suaminya sendiri? Kenapa David mau menikahinya jika hanya akan melukai hatinya seperti ini? Kenapa juga David dengan begitu lancarnya mengucapkan ijab qobul di depan penghulu hanya dengan satu tarikan napas dan ikatan mereka pun sah di mata hukam dan agama.
__ADS_1
Akh ....
Entahlah, hati seorang Starla benar-benar dipenuhi beribu tanda tanya. Pertanyaan yang tidak akan pernah bisa dia tanyakan kepada suaminya karena, sang suami telah terang-terangan membangun tembok pembatas yang sangat tinggi dan sulit di lintasi oleh Starla.
♥️♥️
Satu Minggu kemudian.
Semenjak David menikah dengan wanita bernama Starla, dia sama sekali tidak pernah membawa istrinya keluar ataupun mengenalkannya kepada apapun. Setiap hari, Starla hanya menghabiskan waktunya di rumah, mengerjakan pekerjaan rumah layaknya seorang pembantu membuatnya semakin tidak ada waktu untuk mengurus diri apalagi berdandan, dan hal itu membuat David semakin ilfil.
Akan tetapi sedikitpun Starla tidak mengeluh apalagi menegur sang suami atas perlakukan tidak adil yang diterimanya sebagai seorang istri.
Tok ... Tok ... Tok ....
Suara pintu rumah diketuk keras. Starla yang saat ini sedang mengepel lantai pun menghentikan gerakan tangannya lalu berjalan ke arah pintu.
Ceklek ....
Pintu pun di buka.
"Permisi."
Seorang wanita cantik berdiri tepat di depan pintu menatap Starla dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan tatapan jijik dan bibir yang dinaikan sebelah, membuat Starla mengerutkan keningnya.
"Anda siapa ya?" Tanya Starla balas menatap wanita tersebut.
"Kenalin, saya Amelia. Pacar Mas David," jawab wanita tersebut penuh percaya diri membuat Starla seketika diam mematung dengan hati yang hancur.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1