
Zergo dan Milan seketika terkejut, gerombolan wartawan tiba-tiba saja berdatangan lengkap dengan kamera yang telah menyala menyiarkan siaran langsung.
Tidak ada tempat lagi untuk mereka lari agar bisa menghindari wartawan tersebut karena, Paviliun tempat dimana mereka berada merupakan jalan buntu dan bagian paling belakang dari rumah besar milik Milannita.
"NONA MILAN ..." Teriak salah satu wartawan dengan kamera mengarah tepat ke arah mereka berdua.
Zergo segera menutup wajah Milan dengan telapak tangannya tidak ingin jika wajah Milan sampai tersorot kamera. Tapi, Milan pun langsung menurunkan telapak tangan Zergo menghadap para wartawan itu dengan wajah penuh percaya diri.
"Apa yang kamu lakukan, Milan?" Bisik Zergo merasa heran.
"Temani aku menghadapi mereka, Zeze. Beri aku kekuatan agar aku bisa menyelesaikan ini sampai ke akarnya," jawab Milan dengan mata yang berkaca-kaca menatap wajah Zergo penuh harap.
Zergo pun segera menggenggam erat jemari Milan seraya mengangguk tanda setuju. Apapun yang terjadi dia telah bertekad akan selalu menemani wanita bernama Milannita.
Sesaat kemudian para pencari berita itu pun berkumpul tepat di depan Milan dan Zergo saat ini.
"Nona Milan, apa benar anda berselingkuh dengan bodyguard anda sendiri?" Tanya salah salah satu dari mereka.
"Nona Milan, gimana dengan suami Anda? Apakah tau tentang perselingkuhan anda?" tanya wartawan lainnya.
"Jawab pertanyaan kami, Nona. Apakah semua itu benar?"
Milan menarik napas panjang lalu menghembuskan'nya secara perlahan setelah itu barulah dia menjawab apa yang ditanyakan oleh para wartawan.
"Baik kawan-kawan saya akan menjawab semua yang kalian tanyakan, tapi sebelumnya saya ingin bertanya darimana kalian tau tentang hal ini? Dan juga darimana kalian tau kalau kami ada di sini?" Tanya Milan menatap para wartawan tersebut.
"Sebenarnya, ada yang menelpon kami bahwa anda sedang berduaan di sini."
'Lydia,' (batin Milan)
"Sekarang kami minta Nona jawab semua pertanyaan kami, Nona."
"Oke, saya akan menjawabnya." Milan menarik napas dalam-dalam mencoba mengatur detak jantungnya yang kini berhembus tidak beraturan.
__ADS_1
'Selamat jalan dunia keartisan,' (batin Milan sebelum mulai bicara)
"Sebenarnya di sini bukan hanya saya yang selingkuh."
"Apa? Apa maksud Nona?"
"Suami saya juga selingkuh, kalian tau siapa orangnya? Wanita yang jadi selingkuhan suami saya itu?"
Para wartawan itu pun saling menatap rekan sesama wartawan seraya mengerutkan kening tanda tidak mengerti dengan apa yang baru saja diucapkan oleh artis yang sebentar lagi akan turun pamor.
"Siapa orangnya Nona? Cepat beritahu kami."
"Wanita murahan yang telah menggoda dan menjadi selingkuhan suami saya adalah Lydia, kalian kenal dia?" Milan dengan suara lantang dan mata yang memerah. menahan rasa amarah.
"Hah ... maksudnya Lydia asisten Nona sendiri?"
Milan menganggukkan kepalanya dengan buliran air mata yang berjatuhan begitu saja membasahi wajah cantiknya.
"Astaga, apakah itu benar?"
Zergo pun segera mengeluarkan ponsel miliknya lalu memperlihatkan video syur Caviar bersama Lydia ke arah kamera.
"Hey apa yang kamu lakukan? Kalian jangan percaya sama mereka berdua, bukan saya yang selingkuh tapi mereka, saya bahkan memergoki istri saya di sini sekarang," teriak Caviar berjalan keluar dari dalam Paviliun.
"Apa buktinya?" Tanya salah satu wartawan.
"Ini buktinya," ucap Caviar menunjukan luka di wajahnya yang terlihat masih segar.
"Lalu itu video apa? Jika anda tidak berselingkuh, apa yang sedang anda lakukan bersama Lydia di dalam video itu," teriak Wartawan menunjuk video yang saat ini sedang di putar oleh Zergo.
"Video?" Caviar mengerutkan kening tanda tidak mengerti.
"Ini, kamu mau lihat?'' Zergo memperlihatkan ponsel ditangannya.
__ADS_1
Seketika, Caviar pun membulatkan bola matanya, bibirnya nampak bergetar dengan keringat dingin membasahi pelipis wajahnya kini merasa tidak percaya.
"Apa ini?" Tanya Caviar menyaksikan dengan seksama video tidak senonoh yang sedang dia lakukan.
"Apa lagi, ini adalah bukti perselingkuhan kamu, Caviar," tegas Zergo membuat wajah Caviar seketika memerah merasa malu.
'Kurang aja? Kapan video ini di ambil? Hancur sudah reputasi aku,' (batin Caviar)
"Tuan Caviar apakan semua ini benar? Jadi anda yang sebenarnya selingkuh?" Tanya wartawan menyorotkan kamera tepat di wajah Caviar.
"Eu ... itu ... Itu semua gak benar, saya di jebak. Kalian jangan percaya sama mereka berdua. Mereka yang selingkuh bahkan saya lihat dengan mata kepala saya sendiri tadi," ucap Caviar berkelik.
"Kurang ajar kamu, Mas. Bukti sudah di depan mata dan Lydia juga sudah jelas-jelas mengakui kalian sudah bersama selama dua tahun lamanya, kamu masih gak mau ngaku?" Bentak Milan dengan wajah kesal.
"Kamu, kamu yang selingkuh, Milan. Aku juga lihat dengan kedua mata aku sendiri tadi kalian sedang berduaan di sini.''
"Oke, aku akui. Kalau aku memang berniat membalas perselingkuhan kamu dengan balik berselingkuh supaya kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan, tapi akhirnya aku pun sadar bahwa gak ada gunanya membalas perbuatan kamu.''
"Jadi selama ini kamu sudah tau semuanya?"
"IYA, IYA CAVIAR. AKU TAU KALAU KAMU SELINGKUH DI BELAKANG AKU, DAN AKU JUGA TAU KALAU KAMU PERNAH MELAKUKAN HUBUNGAN TAK SENONOH DI KAMAR AKU, DI RANJANG KEBESARAN AKU. APA KAMU TAU GIMANA RASANYA, HAH ...?" Milan dengan berapi-api akhirnya meluapkan semua kekesalan dan kekecewaan yang selama ini dia pendam.
Di depan semua orang, di depan kamera, di depan para penggemarnya yang saat ini sedang menonton siaran yang diadakan secara langsung itu, Milan membongkar kebusukan suaminya.
Menunjukkan kepada semua orang bahwa rumah tangga yang selama ini dia banggakan, rumah tangga yang selama ini terlihat baik-baik saya ternyata menyimpan begitu banyak luka yang telah dia coba sembunyikan sedemikan rupa.
"Milan, istriku," rengek Caviar tiba-tiba berlutut tepat di depan tubuh istrinya membuat kamera langsung menyorot tajam ke arahnya kini.
"Maafkan aku, Milan. Maaf karena aku telah mengkhianati kamu, aku benar-benar termakan rayuan wanita ja*ang itu, aku benar-benar minta maaf,'' rengek Caviar mengiba menjatuhkan harga dirinya dengan merendahkan diri sendiri bersujud di saksikan oleh wartawan bahkan seluruh orang di negeri ini.
"MAAF ... MAAF KATAMU, HAH? APA KAMU TAU, AKU ADALAH ARTIS TERKENAL, BANYAK PRIA BEREBUT UNTUK MENJADI SUAMIKU DULU. BAHKAN AKU DIHORMATI DAN DISEGANI OLEH BANYAK ORANG JUGA MEMILIKI BANYAK PENGGEMAR, TAPI OLEHMU AKU MERASA TERHINA DAN GAK ADA ARTINYA KARENA DENGAN BEGITU GAMPANGNYA KAMU MENGKHIANATI AKU, MAS. AKU BENCI SAMA KAMU, CAVIAR?'' jawab Milan menaikan suaranya dengan perasaan yang berapi-api.
"Aku minta maaf, sayang. Aku mengaku salah dan jangan pernah tinggalkan aku. Aku janji gak akan mengulanginya lagi," rengek Caviar mengiba, membuat Milannita tersenyum puas.
__ADS_1
"Maaf kamu gak akan pernah aku terima, Mas. Dan sekarang juga aku akan meminta pengacara ku buat siapin surat gugatan perceraian kita," jawab Milan tegas dan penuh penekanan.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️