Balas Dendam Istri yang Terhina

Balas Dendam Istri yang Terhina
Berterima Kasih


__ADS_3

Milan berlari dengan menggenggam erat jemari Zergo, laki-laki yang telah sah menjadi suaminya. Senyumnya terlihat begitu lebar mengembang sempurna dari kedua sisi bibir Milannita terlihat begitu bahagia.


Akhirnya dia bisa membuka lembaran baru di dalam hidupnya. Di sini, di desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kendaraan, jauh dari kejaran para wartawan dan jauh dari jadwal syuting yang selalu menyita waktunya dan begitu melelahkan.


Akan tetapi, harapan tidak sesuai dengan kenyataan yang dia dapatkan. Sesaat setelah dirinya dan suaminya sampai di depan rumah sederhana yang akan menjadi tempat tinggalnya, para wartawan tiba-tiba saja berhamburan dari sisi sebelah kanan segera menyerbu dirinya lengkap dengan Kamera yang telah menyala, begitupun dengan para warga sekitar yang sedari tadi telah menunggu kedatangannya.


"Hah, darimana mereka tau aku pindah ke sini?" Ucap Milan menatap mereka semua yang kini berlarian menghampiri dirinya.


"Astaga, aku pikir karir kamu udah benar-benar tenggelam tapi, nyatanya mereka masih penasaran sama kamu, sayang." Jawab Zergo tersenyum tidak menyangkan.


"Nona Milan. Gimana kabar anda? Setelah anda bercerai dengan Tuan Caviar, anda kelihatan begitu bahagia?" Tanya salah satu Wartawan, mengerahkan microphon tepat di depan wajahnya kini.


"Nona Milan. Apakah anda benar-benar udah menikah sama laki-laki ini? Kenapa kami gak di undang, Nona?" Tanya Wartawan lainnya terlihat begitu penasaran.


"Nona Milan. Apa kabar dengan suami Anda? Assisten anda juga, sekarang dia ada di mana?"


Milan mendapatkan pertanyaan yang bertubi-tubi membuatnya merasa pusing pertanyaan yang mana dulu yang akan dia jawab. Dia pun tersenyum hambar lalu menatap satu-persatu para pencari berita yang selalu setia mengikuti dirinya kemanapun dia pergi.


"Kenapa anda diam saja, Nona. Jawab pertanyaan kami? Apakah anda benar-benar akan meninggalkan dunia hiburan?"


"Eu ... Tenang ya kawan-kawan. Kalian sungguh luar biasa, darimana kalian tau kalau saya pindah ke sini?" Milan balik bertanya membuat mereka semua semakin tidak sabar ingin segera mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan yang mereka lontarkan.


"Jawab dulu pertanyaan kami, Nona."

__ADS_1


"Oke-oke. Hmm ... Yang mana dulu yang harus saya jawab? Coba kalian ulangi pertanyaan kalian. Tapi, satu-satu ya." Tanya Milan tersenyum ramah.


"Apakah anda benar-benar sudah menikah dengan laki-laki ini?"


"Jawabannya, iya. Saya udah nikah sama dia, namanya Zergo, dia suami saya sekarang saya juga mencintai laki-laki ini dan sangat-sangat bahagia," jawab Milan penuh percaya diri menoleh dan menatap wajah Zergo suaminya.


"Wah, selamat ya Nona. Lalu gimana kabar Tuan Caviar? Apakah dia tau kalau anda sudah menikah lagi?"


"Caviar? Hahaha ... Saya udah gak ada urusan lagi sama dia dan dia juga udah bahagia di sana, di dalam penjara untuk membayar semua kejatahan yang telah dia lakukan."


"Kalau Assisten anda? Dimana dia sekarang?"


"Dia udah pindah ke luar negeri, dan saya juga udah maafin kesalahan dia jadi, udah gak ada dendam lagi di antara kami." Jawab Milannita tersenyum ramah.


"Udah ya teman-teman. Saya lelah, biarkan saya dan suami saya istirahat." Pinta Milan hendak melangkah masuk ke dalam rumah.


"Tunggu, Nona. Ada satu pertanyaan lagi yang ingin kami tanyakan kepada suami baru Nona ini," jawab salah satu wartawan sedikit memaksa.


Zergo mengerutkan keningnya lalu menatap para wartawan tersebut.


"Mas Zergo. Bagaimana perasaan anda setelah anda menikah dengan artis terkenal seperti Nona Milan? Anda benar-benar beruntung, Mas. Apakah anda mencintai dia atau, anda hanya memanfaatkan popularitas Nona Milan sebagai artis?" Tanya Wartawan membuat Zergo tertawa seketika.


"Hahaha ... Pertanyaan anda benar-benar menjebak. Kalau ditanya apakah saya bahagia? Tentu saja saya sangat-sangat senang karena wanita sempurna seperti Milan ini mau menerima saya menjadi suaminya. Tapi, saya gak pernah punya pikiran bahwa saya menikahi dia karena ingin memanfaatkan popularitas dia sebagai seorang artis karena, dia telah berjanji sama saya bahwa dia akan berhenti menjadi seorang artis."

__ADS_1


"Jadi, kalian buang jauh-jauh pikiran kayak gitu, karena saya mencintai Milan istri saya tulus tanpa peduli dia artis atau bukan, mengerti semuanya," jawab Zergo tersenyum ramah.


"Apakah benar itu Nona? Anda akan benar-benar berhenti jadi seorang artis? Gimana sama penggemar anda nantinya? Mereka pasti akan sangat merasa kecewa karena gak bisa melihat anda lagi di layar Televisi?"


Milan tidak menjawab pertanyaan terakhir, tubuhnya sudah terlalu lelah setelah menempuh perjalanan jauh membuatnya merasa malas untuk meladeni para wartawan yang berjumlah lebih dari 10 orang itu.


Dia pun berjalan ke arah pintu dengan di papah oleh Zergo dan menghalangi istrinya dari serbuan para wartawan tersebut.


"Kami harap anda bahagia, Nona Milan. Kami juga berharap anda segera memiliki momongan. Kami akan selalu menunggu Nona buat kembali berkarya di dunia hiburan," teriak salah satu wartawan menunjukkan ekspresi wajah sedihnya membuat Milan seketika menghentikan langkah kakinya lalu berbalik dan menghadap ke arah wartawan itu kembali, menetap layar kamera dan lampu Blitz yang saat ini menyala saling bersautan mengarah tepat ke wajahnya.


Milan menatap satu-persatu dari mereka. Mereka yang selalu setia mengejar dirinya demi mendapatkan berita. Ada rasa haru yang kini terselip di dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Betapa dia sangat berterima kasih kepada mereka semua, berkat mereka namanya bisa naik dan kenal oleh semua orang.


Mereka, para wartawan memiliki andil besar bagi Milan dalam meniti karirnya di dunia keartisan. Tiba-tiba saja, Milan membungkukkan tubuhnya dalam-dalam sebagai ucapan terima kasih kepada mereka semua yang selama ini mendukung dan mensupport dirinya.


"Saya ucapkan terima kepada kalian semua. Terima kasih, karena tanpa kalian nama saya gak akan dikenal masyarakat dan karir saya yang udah hancur ini sempat naik karena jasa kalian. Saya harap kalian sehat selalu dan bahagia seperti doa kalian untuk saya. Saya Milannita benar-benar berterima kasih kepada kawan-kawan semua," lirih Milan lembut dengan senyum kecil di bibirnya dan mata yang terlihat berkaca-kaca lalu kembali berdiri tegak.


Mereka pun merasa haru mendengar dan menyaksikan hal itu. Betapa wartawan itu akan sangat merasa kehilangan sosok Milannita, artis yang selama ini selalu mereka buru beritanya. Artis kesayangan mereka yang saat ini telah mengakhiri karirnya, tanpa mereka sadar, mata mereka semua pun terlihat berkaca-kaca menyaksikan Artis kesayangan mereka mundur secara terang-terangan dari dunia keartisan.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Promosi Novel lagi ya Reader, jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian. Ceritanya di jamin menarik dan tidak membosankan. Di tunggu ya♥️


__ADS_1


__ADS_2