
Prank ....
Caviar benar-benar melampiaskan rasa kesalnya dengan melempar remote Televisi yang di pegangnya hingga seketika Televisi itupun padam dan menimbulkan bunyi yang begitu nyaring diiringi asap hitam yang membumbung tinggi.
"KURANG AJAR KAMU, MILANNITA ... HAAAAAA ..." Teriak Caviar murka.
Dia pun mengobrak-abrik seisi kamar, batal, sprei, selimut bahkan kasur busa pun dia lemparkan ke sembarang arah sehingga kamar miliknya benar-benar berantakan kini.
"Mark ... Aku harus segera menelpon dia. Mark harus segera menemukan Lidya dan langsung melenyapkannya agar wanita ja*ang itu gak bisa balik lagi ke sini. Ponsel, dimana ponsel aku," gumamnya kesal, menatap sekeliling mencari keberadaan ponsel miliknya.
Pandangannya pun seketika terhenti setelah menemukan apa yang dia cari dan segera menelpon orang kepercayaannya itu.
Tut ... Tut ... Tut ....
Suara telpon yang belum di angkat.
📞 "Halo ... Dimana kamu?" Tanya Caviar sesaat setelah Mark mengangkat telpon.
📞 "Saya masih di bandara, bos. Baru sampai di Australia," jawab Mark samar-samar dari dalam telpon.
📞 "Dengerin aku, temukan wanita itu sekarang juga dan lenyap'kan dia di sana, kalau perlu lenyap'kan juga mayatnya sekalian."
📞 "Baik, bos. Saya akan menghubungi anda lagi setelah saya menemukan dia."
Tuuut ....
Caviar pun segera menutup telpon lalu duduk di tepi ranjang yang sudah tidak beraturan. Dia pun mengusap wajahnya kasar lalu tersenyum menyeringai.
"Kita lihat saja, siapa yang bakalan menang? Aku atau kamu. Setelah aku melenyapkan Lidya, giliran suami kamu yang aku lenyap'kan dan kamu akan jadi milikku lagi selamanya, hahaha ..." Ucap Caviar diiringi suara tawa yang terdengar menggelegar.
♥️♥️
Di salah stasiun Televisi swasta, para pencari berita baru saja menayangkan siaran wawancara eksklusif artis bernama Milannita dan rating tayangan pun langsung naik dan menjadi tranding.
__ADS_1
Begitupun di media sosial ataupun media cetak, berita mengenai Milan benar-benar memasuki ranking satu dan tranding topik hingga memenuhi halaman beranda media sosial.
"Waah ... Milannita benar-benar magnet, popularitasnya memang gak main-main, gak ada matinya,'' ucap Produser menatap layar laptop miliknya memperhatikan rating acara.
"Benar, bos. Gimana, apa jadi kita mengundang dia di acara spesial yang akan kita buat?"
"Hmm ... Waktunya mepet, sementara si fajar malah izin cuti lagi. Sebenarnya dia kemana si?"
"Kayaknya dia lagi kumpulin bukti buat ngebersihin nama baik Nona Milan deh." Jawab salah satu staf lainnya.
"Bos, bukankah kalau si Fajar berhasil membawa bukti kongkrit tentang perselingkuhan si Caviar itu, acara kita bakalan melejit? Kita undang Milan dan suaminya, sekaligus kita beberkan bukti yang di bawa sama si Fajar? Gimana, bukankah bakalan jadi berita yang menghebohkan?"
Sang Produser pun nampak sedang berfikir, dia mengerutkan keningnya seraya berfikir keras. Jarinya memegang sebuah ballpoint dan memainkannya.
"Hmm ... Bukti ... Bukti ... Bukti ..." Gumamnya secara berkali-kali.
Tiba-tiba saja, Produser tersebut tersenyum senang seraya menjentikkan jarinya dan berdiri seketika.
"Hah? Maksudnya?" Tanya salah satu staf.
"Apa kalian lupa, dulu suaminya si Milan pernah nunjukin sebuah Video m*sumnya si Caviar?"
Seluruh Staf pun seketika tersenyum mengerti sekaligus merasa senang.
"Betul ... Anda betul, bos. Sebentar saya cari dulu salinan rekaman waktu itu," ucap staf wanita lalu berlari ke arah meja kerja miliknya dan membuka fail yang tersimpan di laptop miliknya.
Scroll ... Scroll ... Scroll ....
Staf wanita itu mencari dengan tidak sabar, keningnya nampak dikerutkan merasa khawatir kalau apa yang dia cari sudah tidak ada lagi di di dalam laptopnya. Sampai akhirnya, dia pun tersenyum senang saat matanya menemukan apa yang sedang dia cari.
"Ada, bos. Aku masih menyimpan rekaman itu," teriaknya dan seketika produser dan rekan kerja lainnya pun menghampiri dan berkerumun di meja kerja miliknya.
Fail pun di buka, video me*um yang memperlihatkan pergulatan panas antara Caviar dan Lidya di atas kursi. Mereka semua pun membulatkan bola matanya seketika merasa tidak percaya dengan apa yang sedang mereka lihat saat ini.
__ADS_1
Prok ... Prok ... Prok ....
"Hebat, benar-benar hebat ... Berita ini bakalan jadi bom buat si Caviar itu. Aku benar-benar gak nyangka kalau ternyata dia laki-laki brengsek. Tapi, gimana caranya dia bisa bebas dari penjara? Seharusnya dia masih di dalam sana 'kan?'' tanya Produser seraya bertepuk tangan.
"Entahlah ... Biar gitu-gitu, dia masih punya banyak duit yang bisa dia gunakan buat melakukan sogok menyogok, bukannya gitu?''
"Hmm ... Kayaknya, hal ini juga harus di selidiki lebih lanjut deh. Kamu Yuda, kamu aku tugaskan buat nyelidiki masalah ini, cari bukti semendetail mungkin tentang apa yang kamu katakan tadi," pinta Produser menunjuk staf bernama Yuda yang akan menyelidiki tuntas prihal pembebasan Caviar dari dalam penjara.
"Siap, bos. Pokoknya mari kita bongkar kebusukannya si Caviar brengsek itu." Ucap Yuda penuh keyakinan dan dengan semangat yang menggebu-gebu.
♥️♥️
Dua hari kemudian.
Sydney Australia.
Tok ... Tok ... Tok ....
''Excuse me, is this really the place where Miss Lidya from Indonesia lives?''
Lidya yang sedang duduk santai tiba-tiba di kejutkan dengan suara ketukan di pintu diiringi suara laki-laki yang menyebut namanya.
''Siapa sih, tumben banget malam-malam gini ada tamu,'' gumamnya berjalan ke arah pintu.
Ceklek ....
Pintu pun di buka, Lidya menatap dengan tatapan heran seorang laki-laki yang saat ini berdiri tepat di depan pintu rumahnya.
''Sorry who are you?''
Tanya Lidya dengan nada suara yang terbata-bata.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1