Balas Dendam Istri yang Terhina

Balas Dendam Istri yang Terhina
Mantan Simpanan Om-om Gila


__ADS_3

Fajar menatap kursi dimana Lidya tidur semula. Dia pun mencoba untuk bangkit di tengah tubuhnya yang terasa remuk kini, mungkin karena dirinya sempat berkelahi habis-habisan dengan laki-laki bernama Mark membuat tubuhnya merasa tidak karuan.


"Aduh ... Kenapa tubuh aku sakit semua, kemarin gak sakit-sakit amat padahal," gumam Fajar memijit pelan tubuhnya sendiri.


"Lidya kemana? Apa dia udah bangun?" Gumamnya lagi berdiri dan mencari keberadaan Lidya.


Fajar pun berjalan ke arah belakang hingga sampailah dia di area kolam renang dimana Lidya sedang berbincang bersama Milan dan juga Zergo sekarang.


"Di sini kalian rupanya?" Sapa Fajar berjalan menghampiri.


"Udah bangun kamu?" Tanya Milan menatap wajah Fajar dengan tersenyum ramah.


"Hmm ... Badan aku sakit-sakit semua, mungkin karena aku udah bertarung habis-habisan kemarin," keluh Fajar duduk tepat di samping Zergo masih dengan tangan yang memijit bahunya sendiri.


"O iya, aku denger kamu bertarung sama orang suruhannya si Caviar?" Tanya Zergo merasa penasaran.


"Gila tuh orang, udah aku hajar habis-habisan pun masih bisa bangun juga. Padahal aku banting ke aspal juga lho dia. Kuat emang tuh orang," ucap Fajar dengan nada suara yang terdengar gemas penuh semangat.


"Terus, gimana caranya kalian bisa selamat?"


"Hmm ... Noh, Nona Lidya yang kalahin dia?"


"Serius?" Tanya Zergo dan Milan secara bersamaan.


"Serius ... Tanya aja sama orangnya langsung, dia emang wanita yang luar biasa.''


Lidya pun seketika tersenyum bangga diiringi dengan suara tawa kecil yang terdengar lirih merasa bangga pada diri sendiri.


"Kalian tau apa yang aku lakukan sama pria brengsek dan jelek itu?"

__ADS_1


Zergo dan Milan menatap wajah Lidya lekat merasa penasaran.


"Aku injak pusaka miliknya, awalnya aku tendang, stelah dia terpingkal-pingkal di atas aspal itu aku injak, aku enyek-enyek secara berkali-kali sampai akhirnya dia pingsan tuh. Hahaha ... Dasar ... Rasain tuh orang," Lidya bercerita dengan penuh semangat.


"Seriusan? Anunya dia kamu injak-injak sampai pingsan?"


Lidya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum puas.


"Hahahaha ... Gila kamu, Lidya. Kalau dia impoten gimana? Kalau burung beo-nya sampai gak bisa bangun lagi gimana?" Tanya Milan tertawa lucu.


"Biarin aja, malah aku berharap pria itu mati membusuk di sana. Lagian, aku gak habis pikir ya bisa-bisanya Mas Caviar nyuruh dia bunuh aku. Apa dia lupa kalau dulu dia begitu memuja aku? Apa dia lupa kalau kami sering melakukan hal--" Lidya tidak meneruskan ucapannya, mengingat masa lalu membuatnya kembali merasa bersalah atas semua yang telah dia lakukan kepada Milan.


"Gak usah ngerasa bersalah kayak gitu, Lidya. Aku udah gak punya rasa cemburu sama sekali sama dia, cuiiih ... Yang ada aku benar-benar membenci si Caviar psikopat itu," ucap Milan seolah merasakan bahwa, Lidya merasa tidak enak kepada dirinya.


"Sekali lagi aku minta maaf. Gara-gara aku, karir kamu benar-benar berakhir, Milan. Aku menyesal, sungguh ..." Lirih Lidya, rasa bersalah kembali diselimuti relung jiwanya.


Zergo menganggukkan kepalanya seraya mendaratkan ciu*an mesra di kening istrinya lalu memeluknya erat.


"Hmm ... Aku iri deh sama kalian, kapan ya aku bisa nemuin cinta sejati kayak kamu, Milan." Ucap Lidya penuh harapan.


"Hey, awas ya. Suami aku yang ini jangan kamu goda juga. Kalau kamu sampai berani melakukan hal itu, aku gak akan segan-segan buat ngebunuh kamu dengan tanganku sendiri," ancam Milan berapi-api.


"Hahaha ... Jangan khawatir, suami kamu yang ini bukan tipe aku. Ngeliat dia aja aku sama sekali nggak ngerasa tertarik ko." Jawab Lidya berkata jujur.


"Ehem ... Nona Lidya, memangnya kriteria laki-laki idaman kamu kayak gimana?" Tanya Fajar cengengesan.


"Kenapa? Kamu mau jadi cinta sejati aku? Aku sarankan jangan, butuh mental yang kuat buat jadi cinta sejati aku, karena aku ini mantan simpanan om-om gila bernama Caviar, hahaha ...'' celetuk Lidya membuat semua yang ada di sana tertawa seketika.


♥️♥️

__ADS_1


Di stasiun Televisi.


"Gimana, apakah kamu udah dapetin bukti kuat tentang dugaan suap-menyuap yang dilakukan sama si Caviar itu?" Tanya Produser kepada anak buahnya yang dia tugaskan untuk menyelediki prihal pembebasan Caviar yang terlihat ganjal.


"Hmm ... Aku sama sekali belum dapat bukti apapun, bos. Kayaknya mereka pandai bermain halus deh, soalnya mereka tidak meninggalkan jejak sedikitpun," jawabnya merasa kecewa.


"Sayang sekali, padalah jika kita bisa menemukan bukti kuat itu, kita bisa jebloskan kembali Pria gila itu ke dalam penjara."


"Tapi, bos. Fajar baru saja kirim pesan, katanya dia udah balik ke sini dengan membawa bukti nyata senyata-nyatanya yang bisa menyangkal semua tuduhan Caviar." Ucap staf lainnya secara menatap layar ponsel.


"Hah? Serius?"


Orang tersebut menganggukkan kepalanya seraya tersenyum senang.


"Oke, dimana dia sekarang?"


"Di rumah Nona Milan. Apa bos tau dia di sana bersama siapa?"


"Siapa?"


"Lidya, mantan selingkuhannya si Caviar sekaligus, mantan Assisten-nya Nona Milan."


"Hah ... Hahaha ...! Ini benar-benar bakalan jadi berita terhebat di sepanjang masa. Rating acara kita pun bakalan melejit dan jadi acara nomor satu.'' Ujar sang Produser tersenyum senang.


"Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang, Bos?''


"Apa lagi, kita siapkan acara kita matang-matang dan kita datangi rumahnya untuk mengundang dia secara langsung. Tunggu ... Aku sendiri yang akan datang ke sana dan memintanya langsung secara pribadi untuk dia bisa hadir di acara spesial yang akan kita persembahkan khusus untuk membersihkan nama baiknya sekaligus menyanggah semua pernyataan mantan suami Nona Milan itu." Ucap Produser tersebut dengan berapi-api dan semangat yang menggebu-gebu.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2