Balas Dendam Istri yang Terhina

Balas Dendam Istri yang Terhina
Villa


__ADS_3

''Tamat riwayatmu, Milan,'' gumam Lydia berdiri di balik jendela seraya merekam apa yang sedang dilakukan oleh Milan dan juga Zergo di dalam sana.


Tok ... Tok ... Tok ....


''Mil, buka pintu, kamu lagi apa di dalam, kenapa harus di kunci segala si?'' Lydia mengetuk pintu dan akan berpura-pura tidak melihat apa yang sudah dilakukan oleh dua orang di dalam sana.


Zergo dan Milan pun seketika terkejut, Milan menatap ke arah pintu dan bernapas lega karena pintu terkunci rapat dan berfikir bahwa Lydia tidak melihat semuanya.


Ceklek ....


Milan pun memutar kunci dan membuka pintu.


''Kamu darimana aja si? kamu tau, aku nungguin kamu dari tadi?'' gerutu Milan sengaja memarahi Lydia.


''Lagian pintunya kenapa juga di kunci, kalian gak lagi ngapa-ngapain 'kan?''


''Maksud kamu apa? enak aja, emangnya aku wanita apaan, tadi itu Wartawan ke sini, aku males ladenin, makannya, aku kunci aja pintunya,'' jawab Milan sedikit gugup.


''Beneran?'' ledek Lyidia masuk ke dalam ruangan, menatap wajah Zergo dengan tersenyum menyeringai.


''Pesanan aku udah ada belum?''


''Pesanan yang mana?''


''20 setel jas buat dia?''


''Astaga, ya belum 'lah, emangnya aku ini apaan mesti lari sana-sini? dari tadi 'kan aku nemenin kamu di sini,'' jawab Lydia kesal.


''Ya udah buruan sekarang.''


''Sekarang apanya?''


''Sekarang juga kamu pergi ke boutique, kalau perlu borong semua jas kayak gini, oke ...?'' Milan dengan penuh penekanan.


''Gak bisa dong Milan sayang, kamu masih ada 4 jadwal lagi, emangnya kamu bisa pergi tanpa aku, hah ...?''


Milan terdiam.

__ADS_1


'Benar juga yang dia katakan, kalau dia gak ikut, nanti siapa yang bawain tas aku? siapa yang akan make-upin aku? siapa juga yang bakalan bawain baju ganti buat aku? hmm ... kayaknya aku harus nyari satu assisten lagi,' ( Batin Milan )


''Hmm ... ya udah, setelah semua jadwal selesai, kamu segera pergi ke boutique ya, pokoknya gak boleh di tunda lagi,'' tegas Milan.


''Kenapa harus aku? kenapa gak dia sendiri yang beli, jahat kamu Mil.''


''Udah, jangan banyak drama. Buruan, kita harus pergi ke lokasi syuting lainnya, coba cek kita mau kemana dulu?'' pinta Milan menatap wajah Lydia yang saat ini terlihat masam membuatnya merasa puas.


''Hmm ... Tunggu aku liat dulu sebentar,'' jawab Lydia, meletakkan ponsel miliknya di atas meja, lalu menatap layar tablet berukuran besar dan mencari jadwal syuting yang memang selalu dia catat di Tablet khusus miliknya itu.


''Hari ini, jam 11.00 kamu ada syuting iklan, lokasinya ada di luar ruangan. Pukul 13.00 kamu juga ada syuting iklan di tempat berbeda, dan terakhir pukul 18.00 kita ada jadwal meeting bareng sutradara, kamu ingat, tawaran jadi pemeran utama di buat Film layar lebar itu? nah, Sutradaranya ingin kamu kasih jawaban malam ini, dan pertemuannya ada di hotel berbintang lima,'' jelas Lydia panjang lebar, membuat Zergo tercengang.


''Jadwal kamu padat banget, Mil? apa gak capek?'' tanya Zergo yang sedari tadi hanya menyimak perbincangan antara artis dan assisten-nya.


''Kenapa? kamu terkejut?'' Lydia tersenyum menyeringai.


''Eu ... Nggak si, tapi kalau jadwalnya padat banget kayak gitu, kapan dia istirahatnya? kapan makannya? bahkan buat minum aja kayaknya gak ada waktu,'' tanya Zergo menatap wajah Lydia tajam.


''Kalau kamu keberatan dengan jadwal dia, ya udah tinggal ngundurin diri aja, gampang 'kan? namanya juga artis, gimana sih?'' ketus Lydia dengan tatapan tajam.


''Udah-udah, ko kalian malah berdebat kayak gini sih? aku aja yang jalaninya biasa aja ko, kalian malah ribut kayak gini.''


Milan hanya tersenyum kecil.


''Ya udah, jangan di bahas lagi, sekarang kamu pergi duluan, bawain tas aku dan jangan lupa siapin juga baju ganti buat aku, oke ...?''


''Iya-iya, aku pergi duluan ya.'' Jawab Lydia kesal dan raut wajah yang terlihat masam dengan bibir yang dikerucutkan sedemikan rupa.


Lagi-lagi Milan tersenyum puas, melihat Lydia seperti itu benar-benar membuatnya merasa senang.


''Mil, tadi dia gak liat kita lagi pelukan 'kan?'' tanya Zergo setelah wanita bernama Lydia itu sudah benar-benar keluar dari dalam ruangan.


''Gak mungkin, kamu tenang aja ya,'' jawab Milan lalu mulai berjalan keluar dari dalam ruangan.


Zergo pun hendak mengikuti Milan dari belakang, namun, langkah kakinya tiba-tiba saja berhenti saat kedua matanya menatap ke arah meja.


''Ponsel siapa ini?'' gumam Zergo menatap dengan seksama ponsel tersebut.

__ADS_1


''Hmm ... Daripada hilang, lebih baik saya bawa dan hubungi pemiliknya nanti,'' gumamnya lagi lalu memasukkan ponsel tersebut ke dalam saku celananya.


Setelah itu, dia pun melanjutkan langka kakinya dan mengekor Milan dari belakang.


❤️❤️


Pukul 23.00


Lydia memarkirkan mobilnya di halaman Villa dimana dia sudah membuat janji untuk bertemu dengan Caviar, Villa itu memang sering mereka gunakan untuk saling melepaskan rindu dengan kekasih haramnya.


Wajah Lyidia nampak begitu masam dengan perasaan kesal dan tentu saja merasa geram dengan sikap Milan yang seolah-olah dengan sengaja memberinya pekerjaan setumpuk membuat tubuhnya benar-benar kelelahan.


Ceklek ....


Blug ....


Lydia keluar dari dalam mobil, di atas sana, di balkon Villa caviar nampak melambaikan tangannya dengan tersenyum, senyuman yang begitu lebar dan terlihat begitu manis membuat seketika wanita berwajah eksotis itu pun mendongakkan kepalanya balas tersenyum.


''Malam ini, aku akan membuat kamu melayang ke udara, Mas. Aku akan memberikan pelayanan terbaikku agar kamu gak bisa lepas ataupun meninggalkan aku demi istrimu itu,'' gumamnya seraya melambaikan tangan juga.


Caviar di atas sana pun segera memutar badan seolah hendak menyambut kedatangan selingkuhannya dengan perasaan tidak sabar, dan benar saja, sesaat setelah Lydia masuk ke dalam Villa, laki-laki yang saat ini memakai kimono handuk berwarna putih pun terlihat berjalan di tangga benar-benar menyambut Lydia dengan wajah yang terlihat begitu ceria.


''Ko lama banget si, sayang?'' tanya Caviar segera memeluk tubuh Lydia mesra.


''Istrimu tuh, nyebelin banget. Masa aku di suruh borong stelan jas buat bodyguardnya sebayak 20 pasang? gila 'kan?'' jawab Lydia dengan suara manja.


''Hmm ... sudahlah jangan dipikirkan, dia memang selalu kayak gitu, gimana kalau kita main di kolam renang? sekalian merilekskan tubuh kamu, sayang. Kamu pasti lelah seharian bekerja keras kayak gitu.''


''Hmm ... Boleh juga, kebetulan aku juga gerah banget ini, badan aku juga lengket seharian belum mandi.''


''Oke, sayang. Mau aku gendong?''


Lydia menganggukkan kepalanya dengan tersenyum senang.


Seketika itu juga, Caviar langsung meraih tubuh langsing Lydia, membawa di dalam gendongannya lalu mulai berjalan menuju kolam renang yang berada di belakang Villa tersebut.


'Aku akan memberikan pelayanan terbaik buat kamu malam ini , Mas.' ( Batin Lydia )

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️*❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2