
Lydia menatap dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya, seharusnya bukan video ini yang ada di ponselnya? Kapan pemuda bernama Zergo itu merekam semua ini? Lalu, kemana video yang dia ambil kemarin? Hati Lydia benar-benar diliputi rasa kesal yang teramat dalam.
"Apa ini?" Tanya Lydia dengan tatapan mata tajam.
"Kamu gak liat itu apa? Itu video syur, yang kalau di sebarkan di internet bakalan jadi trending satu, kamu tau apa yang akan terjadi sama kamu dan Caviar? Kalian berdua akan hancur sehancur-hancurnya," jawab Zergo tersenyum puas.
"Kurang ajar kamu, Zergo," teriak Lydia kesal dan hendak melayangkan tangannya untuk menampar, namun, tangan Zergo segera meraih pergelangan tangan Lydia di udara.
"Kamu yang kurang ajar, kamu tega mengkhianati Milan dengan menjadi selingkuhan suaminya, apa kamu tau, Milan sudah begitu percaya sama kamu. Kamu itu wanita murahan yang tidak tau diri juga tidak tau terima kasih," tegas Zergo menepis kasar pergelangan tangan Lydia.
"KAMUUUU ..." teriak Lyidia geram.
"Apa? Mau berkelik? Saya bisa saja menyebarkan Video ini ke internet, atau saya kasih ke wartawan biar kamu jadi artis TOP, tapi lebih tepatnya jadi artis bok*p. Ha ... Ha ... Ha ..." Tawa Zergo terdengar nyaring dan begitu puas melihat raut wajah Lydia yang saat ini terlihat begitu kesal.
"Apa kamu lupa, aku juga tau kalau ternyata kalian berdua memiliki hubungan?" Tegas Lydia tidak mau kalah.
"Buktinya?"
Lydia kembali menatap layar ponsel dan mencari video yang kemarin sempat dia rekam.
"Sialan, kenapa videonya gak ada?" Gerutu Lyidia semakin kesal.
"Gak ada? 'kan udah saya ganti sama video syur kamu sama si Caviar. Denger yang Lydia, wanita murahan yang tidak tau diri, awas aja kalau kamu berani membongkar tentang hubungan aku sama Milan, aku bakalan sebarin video syur kamu itu, dan awas aja kalau kamu berani bilang sama Caviar tentang hubungan saya sama Milan, saya gak akan segan-segan buat hancurin hidup kalian berdua, mengerti?" Tegas Zergo penuh penekanan lengkap dengan tatapan tajam.
"Sialan, aku gak takut sama ancaman kamu, Zergo. Kita lihat aja nanti siapa yang akan menang, aku atau kamu, hah?"
"Menang? Emangnya kita lagi ngerebutin apa?"
__ADS_1
Lydia terdiam dengan mata yang memerah menahan rasa amarah.
"Kamu bakal nyesel karena udah ngekhianati kepercayaan Milan, kamu bakalan nyesel karena udah jadi duri di dalam rumah tangan wanita yang selama ini udah anggap kamu sebagai saudara."
"Nyesel? Ha ... Ha ... Ha ... Aku gak bakalan nyesel sama sekali, lagian seharusnya kamu seneng dong, kalau aku sama Caviar, itu berarti, kamu bisa miliki Milan seutuhnya, kenapa kamu gak minta dia buat ceraikan Caviar dan kamu hidup bahagia dengan dia? Begitupun dengan aku yang akan hidup bahagia dengan Caviar."
"Ha ... Ha ... Ha ... Wanita iblis kayak kamu gak pantas bahagia, Lydia. Mulai sekarang, jangan pernah bermimpi kalau kamu akan hidup bahagia," tegas Zergo masih dengan tatapan tajam dan penuh kebencian.
"Kalian lagi ngomongin apa si?"
Tiba-tiba terdengar suara Milan, berjalan mendekati mereka berdua.
"Eu ... Anu, kami gak lagi ngomongin apa-apa ko," jawab Lydia gugup.
Milan yang telah siap untuk berangkat syuting, menjalani hari-harinya sebagai arti dengan jadwal yang sangat padat terlihat begitu cantik memakai dress berwarna hitam pendek di atas lutut, rambutnya pun dibiarkan tergerai panjang bergelombang dengan make up natural dan lipstik berwarna merah terang lengkap dengan high heels tinggi membuat penampilannya cetar membahana seperti biasanya.
Berbeda dengan Lydia yang tidak bisa merasakan kesakitan yang saat ini sedang dirasakan oleh Milan, Zergo dapat melihat dengan jelas bahwa, wanita yang dicintainya itu sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Tatapan mata Milan yang terlihat sayu dengan bola mata memerah begitu terlihat jelas bahwa, wanita itu baru saja menangis, dan senyuman yang saat ini terlihat begitu lebar itu nampak menyiratkan kepalsuan terlihat jelas di mata Zergo membuatnya seketika segera menghampiri Milan dan memeluknya tak peduli jika Lydia pun ada di sana
"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Zergo membuat Milan terkejut lalu mengurai pelukan dan menatap wajah Lydia.
"Apa-apaan kamu? Ada dia di sini?" Tanya Milan merasa tidak nyaman.
"Gak usah pedulikan dia, dia udah tau semuanya ko."
"Hah ..." Milan membulatkan bola matanya.
__ADS_1
"Iya, aku udah tua hubungan kalian,'' ucap Lydia datar dengan wajah masam.
"Kamu?" Milan membulatkan bola matanya menatap wajah Lyidia.
"Tapi jangan khawatir, dia gak bakalan berani bilang sama siapapun, apalagi sampai bocorin hubungan kita sama media, kamu tenang aja ya." Ujar Zergo menenangkan kembali memeluk tubuh Milan mesra, membuat Lydia merasa muak.
"Iya-iya, kalian bebas ngelakuin apapun, aku gak bakalan bocorin hal ini sama siapapun," Lydia datar masih dengan wajah masam.
Perlahan, Milan pun mulai mengurai pelukan lalu berjalan ke arah Lydia dan memeluk tubuhnya kini layaknya seorang kakak yang sedang memeluk adik perempuannya.
"Makasih ya, Lydia. Kamu benar-benar Assisten yang baik, kamu tau kalau aku kesepian? Suami aku sibuk kerja, dan aku juga tau kalau sebenarnya dia punya selingkuhan, tapi, aku masih cari tau siapa sebenarnya selingkuhan suami aku itu," ucap Milan tersenyum menyeringai di dalam pelukan Lydia.
"Apa? Sebenarnya kamu tau kalau suami kamu punya selingkuhan?" Lydia mendadak gugup dan salah tingkah.
"Iya, aku sudah lama tau, hanya saja, aku masih belum tau siapa wanita murahan yang jadi selingkuhan suami aku itu, tapi kamu tenang aja, aku bakalan cari tau dan bikin perhitungan sama dia, kalau perlu aku bakalan buat hidup dia menderita selamanya," jawab Milan lembut tapi penuh penekanan, lalu mengurai pelukan.
"Eu ... Boleh aku ngomong sesuatu sama kamu, Milan?"
"Apa, ngomong aja."
"Kalau kamu tau bahwa suami kamu punya simpanan wanita lain, dan kamu pun udah ada Zergo, kenapa kamu gak lepasin aja Mas Caviar, eu ... Maksudnya, kenapa kamu gak ceraikan aja dia, aku lihat juga kalian saling mencintai, kenapa kalian gak menikah aja?'' tanya Lyidia membuat Milan tertawa seketika.
"Ha ... Ha ... Ha ... Aku juga udah minta sama dia buat ceraikan aku, tapi, kamu ingin tau apa jawaban dia? Dia bilang, aku adalah berlian yang paling berharga dan mutiara yang tak ternilai harganya dan dia gak akan pernah menceraikan aku selamanya, menyebalkan bukan?" Jawab Milan membuat Lydia seketika mengepalkan tangannya meras kesal.
'Kurang ajar kamu Caviar,' (batin Lydia merasa kesal.)
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
__ADS_1