Balas Dendam Istri yang Terhina

Balas Dendam Istri yang Terhina
Anu?


__ADS_3

Milan perlahan kembali berdiri tegak. Matanya menatap satu-persatu para pencari berita yang selama ini selalu penasaran dengan kehidupan yang dia jalani. Para wartawan itu juga yang menaikkan namanya dan membuat dirinya dikenal oleh banyak orang hingga berada di puncak popularitas di dunia hiburan.


Betapa hati seorang Milannita merasa sangat berterima kasih dan bersyukur kepada mereka semua meski saat ini karirnya telah berakhir. Milan pun memutar badan dan masuk ke dalam rumahnya. Sorot kamera dan lampu Blitz yang kini mengarah padanya saling bersahutan mengiringi langkah kakinya menuju ke kehidupan baru yang akan dia jalani bersama suami barunya.


Milan pun nampak melambaikan tangan ke arah kamera untuk terakhir kalinya sebelum dia benar-benar menutup pintu rumahnya rapat-rapat meninggalkan para pencari berita itu diluar sana.


"Kamu baik-baik aja?" Tanya Zergo menatap wajah istrinya yang kini terlihat begitu sedih.


"Ya, aku baik-baik aja, sayang."


"Yakin?"


Milan menganggukkan kepalanya dengan wajah yang sedikit muram.


"Ya udah, sekarang kamu mandi dan istirahat ya.''


"Gak jadi itu?"


"Itu apa?"


"Anu."


"Anu apa, sayang.''


"Ikh, kamu ini. Dasar pembohong, katanya aku mau di pijit plus-plus, gimana sih?" Tanya Milan mengerucutkan bibirnya sedemikian rupa.


"Hahaha ... Mau sekarang? Gak mandi dulu?"


"Gak usah, badan aku lelah banget ini. Aku butuh sentuhan hangat kamu, sayang." Rengek Milan menarik tangan suaminya masuk ke dalam kamar.


"Hmm ... Dasar. Aku sih senang-senang aja bisa mijitin kamu. Tapi ada upahnya ya?"

__ADS_1


"Iya-iya, upahnya nanti aku kasih kontan deh," jawab Milan tersenyum senang lalu menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam.


♥️♥️


Di dalam kamar. Zergo memijat kaki Milan lembut dan penuh kasih sayang, Milan yang memang sedang dalam keadaan pegal-pegal nampak berbaring terlentang begitu menikmati sentuhan lembut suaminya yang terasa begitu nikmat membuat seluruh urat kaki yang semula menegang kini berangsur lentur.


Milan pun memejamkan matanya seraya tersenyum kecil dan hendak terlelap namun, seketika dia pun kembali membuka mata saat telapak tangan suaminya kini mulai naik mengusap lembut kaki mulusnya.


"Ze ...?" Lirih Milan membuka mata lalu menatap wajah suaminya.


"Iya, sayang. Kamu ngantuk ya?"


"Sebenarnya si iya, pijatan tangan kamu benar-benar menenangkan."


"Ya udah kamu tidur aja." Ucap Zergo seketika menurunkan telapak tangannya lalu hendak turun dari atas ranjang.


"Nggak, aku cuma bercanda Ze. Mana mungkin aku ngantuk di saat sesuatu di dalam sana terasa meronta-ronta minta di kasih anu."


"Aku memejamkan mata bukan karena ngantuk, sayang. Tapi karena aku lagi nahan."


"Nahan apa?"


"Nahan pengen anu."


"Hahaha ... Kamu bisa aja. Aku kira kamu ngantuk tadi." Tawa Zergo, menarik tubuh sang istri sehingga Milannita dalam keadaan duduk kini.


"Pijitnya udah. Sekarang tinggal plus-plusnya ya?" Lirih Zergo mel*mat bibir ranum sang istri yang kini terlihat begitu merah menggoda.


Dengan tersenyum senang, Milan pun segera menyebut sentuhan hangat bibir suaminya yang terasa kenyal dan juga ni*mat. Tangannya kini dilingkarkan di leher Zergo dengan posisi yang saling berhadapan.


Keduanya pun saling bergulat dia atas ranjang dan mulai menanggalkan satu-persatu kain yang melingkar di tubuh masing-masing hingga kini raga keduanya polos tanpa satu helai benangpun.

__ADS_1


Milan yang memang sedari tadi sudah menahan sekuat tenaga rasa di dalam sana, kini benar-benar memuntahkan hasr*tnya dengan bermain buas membuat Zergo kewalahan dan men*esah kenikmatan.


Sungguh, sepasang suami-istri itu benar-benar saling menyalurkan ha*rat masing-masing setelah melewati perjalanan panjang. Setelah melewati aral melintang dan setelah melewati berbagai macam cobaan yang harus mereka jalani dengan penuh kesabaran dan saling menguatkan satu sama lain.


Akhirnya, mulai saat ini mereka berdua bisa menjalani hidup tenang dan senang sebagai pasangan suami-istri yang saling mencintai dan bertekad serta berjanji di dalam hati akan saling menjaga dan setia sampai akhir hayat hingga maut memisahkan mereka berdua.


Milan mengerang panjang saat pelepasan itu berhasil dia dapatkan secara sempurna, matanya nampak di pejamkan dengan mulut yang dibuka lebar, jantungnya pun berdetak kencang kini merasakan berada di puncak keni*matan surga dunia.


Zergo yang saat ini berada di bawah kungkungan sang istri nampak merubah posisi, dia membawa raga polos istrinya itu berada di bawahnya dan segera mengakhiri aktivitas panjangnya, aktivitas yang akan membuatnya melayang, aktivitas yang akan menjadi kegiatan rutinnya setiap hari.


Sampai akhirnya, sesuatu yang ada di dalam sana meledak dan puncak keni*matan itu berhasil dia dapatkan, seiringan dengan itu sesuatu yang kental menyembur masuk ke dalam sana, cairan yang akan menjadi bibit unggul keturunannya kelak.


"Amazing, sayang." Lirih Milan dengan napas yang tersengal-sengal dan dada yang terlihat naik turun.


"Kamu benar-benar hebat, sayang. Goyangan kamu bagaikan anggur merah yang begitu memabukkan." Lirih Zergo tersenyum.


"Hahaha ... Baru kali ini aku denger kamu ngomong romantis kayak gini, kedengarannya lucu tau," Milan tertawa lucu menatap wajah Zergo yang saat ini masih berada di atas raganya.


"Kenapa? Sekali-kali boleh dong, aku gombalin istri aku sendiri?"


"Boleh dong, sayang. Aku justru senang dengernya. Kamu lucu, sayang." Milan dengan nada suara manja dan lirikan mata genitnya.


"Hmm ... Kamu bisa aja deh.''


"Sayang!"


"Apa? Ko belum turun? Mau nambah lagi?" Tanya Milan menggoyangkan pinggu*lnya di bawah sana menggoda Zergo yang saat ini masih terasa linu.


"Boleh?"


"Ya boleh 'lah, kamu mau nambah 5x juga boleh, aku istrimu akan siap melayani kamu siang malam, kapanpun kamu minta," jawab Milannita tersenyum manja dengan pi*ggul yang dihentakan keras hingga kembali menghujam miliknya di dalam sana.

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2