Balas Dendam Istri yang Terhina

Balas Dendam Istri yang Terhina
Berlian Yang Paling Berharga


__ADS_3

Keesokan harinya.


Lydia kelabakan mencari ponselnya yang tidak ada dimanapun, bahkan di dalam tas kecil yang biasa dia bawa kemana-mana pun ponsel tersebut tidak ada di sana, membuat Lydia merasa bingung, padahal di dalam ponsel itu ada bukti valid tentang perselingkuhan Milan dengan Zergo yang akan dia sebarkan di media sosial dan juga beritahukan kepada Caviar Klan.


"Sial, kenapa ponsel aku bisa hilang si? Kurang ajar," gerutu Lydia kesal, masih mencoba mencari di dalam tasnya.


Dia yang saat ini masih berada di Villa karena bermalam di sana bersama Caviar, nampak menatap sekeliling kamar lalu berjalan ke ruangan depan masih mencoba mencari ponsel tersebut namun, hasilnya sia-sia karena, apa yang saat ini sedang dia cari tidak ada dimanapun di dalam Villa.


Sampai akhirnya, dia pun menyerah. Lyidia duduk dengan menyandarkan punggung serta kepalanya di sandaran kursi mencoba untuk berfikir.


"Apa mungkin ponsel aku ketinggalan di Stasiun Televisi itu? Atau ketinggalan di kantor Agensi?" Gumamnya mencoba untuk mengingat.


♥️♥️


Sementara itu, di kamar Zergo, Milan nampak baru saja terbangun dari tidurnya, entah mengapa dia merasa tidur nyenyak sekali tadi malam membuat tubuhnya terasa ringan meski kepalanya agak sedikit pengar karena terlalu banyak meminum anggur.


Dia yang masih dalam keadaan polos nampak menatap wajah Zergo yang saat ini masih tertidur lelap dalam keadaan yang sama seperti dirinya. Senyum kecil pun mengembang dari kedua sisi bibir sensual seorang Milan dan matanya nampak memancarkan aura kebahagiaan.


Bagi Milan, Zergo seperti anggur merah yang terasa manis dan juga memabukkan, kehadiran dia di sisinya seolah mengobati kesepian yang selama ini dia rasakan, mengobati rasa haus akan perhatian, cinta dan kasih sayang yang selama ini tidak dia dapatkan dari Caviar sang suami.


Baginya, sosok Zergo seperti malaikat pelindung yang di kirim oleh Tuhan untuk memberinya kekuatan. Milan tahu betul bahwa apa yang dia lakukan adalah sebuah kesalahan, membalas perselingkuhan dengan berselingkuh kembali tidaklah dibenarkan dan dia pun sadar betul akan hal itu.


Akan tetapi, rasa sakit yang begitu dalam, rasa kecewa yang dia dapatkan seolah membutakan mata hati dan juga pikirannya membuatnya rela melakukan apapun untuk membalas rasa sakit dan luka yang menganga begitu besar di dalam sana, di dalam hatinya yang paling dalam.


"Terima kasih, Zeze. Terima kasih karena telah datang, kamu adalah malaikat pelindung aku. Aku janji, setelah semua dendam aku terbalaskan, kamu akan menjadi satu-satunya pria yang akan menjadi pelabuhan terakhir aku. I love you, Zeze." Lirih Milan mengecup kecil bibir Zergo lembut.


Setelah itu, dia pun bangkit lalu meraih satu-persatu pakaian yang berserakan tidak beraturan di atas lantai lalu memakainya dan segera keluar dari dalam kamar meninggalkan Zergo yang saat ini masih tertidur lelap.


♥️♥️


Ceklek ....


Milan membuka pintu kamarnya, dia pun menatap sekeliling kamar lalu masuk ke dalamnya.


"Dari mana kamu pagi-pagi begini, sayang?"


Tiba-tiba terdengar suara sang suami berdiri di depan cermin sudah berpakaian lengkap, memakai jas berwarna biru tua lengkap dengan dasi berwarna merah.

__ADS_1


Milan pun seketika panik, namun, berusaha bersikap tenang.


"Kamu yang dari mana, Mas? Semalam kamu gak pulang lho, apa kamu tau aku nungguin kamu sampai ketiduran di kamar depan?" Tanya Milan berpura-pura.


"Oh, semalam Mas mendadak harus keluar kota, ada urusan mendesak di sana."


"Kamu gak bohong 'kan?"


"Nggak dong, sayang. Mana berani aku bohongi kamu," jawab Caviar memutar badan dan menghampiri istrinya seraya tersenyum menyembunyikan kebohongannya.


"Oke, aku akan berpura-pura percaya," ucap Milan datar.


"Lho ko berpura-pura? Jadi kamu gak percaya sama aku?"


"Nggak, bukan begitu? Alasan kamu selalu sama setiap kali kamu gak pulang lho, aku bosen dengernya."


"Ya mau gimana lagi, emang seperti itu kenyataannya, sayang." Caviar memeluk tubuh Milan.


"Aku mau mandi dulu, ada banyak jadwal syuting hari ini," Milan mengurai pelukan merasa risih.


"Hmm ... Tunggu, ada satu hal yang ingin aku tanyakan sama kamu, sayang."


"Kamu gak ada hubungan apa-apa sama Bodyguard kamu itu 'kan?" Tanya Caviar menatap lekat wajah Milan.


"Maksudnya si Zergo?"


Caviar menganggukkan kepalanya.


"Ha ... Ha ... Ha ...! Apa kamu cemburu sama dia?" Milan tertawa puas.


"Tentu saja, aku merasakan ada sesuatu yang beda di antara kalian berdua, selama ini aku gak pernah merasa cemburu saat melihat kamu beradegan mesra bahkan beradegan ranjang dengan lawan main kamu di Film layar lebar, tapi sama dia entah kenapa rasanya hati aku terbakar api cemburu, sayang."


Milan semakin tersenyum puas.


'Gimana, rasanya sakit bukan? Ini masih belum seberapa dibandingkan dengan apa yang aku rasakan,' ( Batin Milan)


"Sayang, ko gak jawab? Sebaikanya kamu ganti bodyguard, jangan dia, aku gak suka." Ucap Caviar lagi semakin menatap lekat wajah istrinya.

__ADS_1


"Gak bisa, aku udah nyaman sama dia."


"Nyaman?" Caviar membuatkan bola matanya, menatap tubuh Milan yang saat ini berjalan ke arah Ranjang lalu duduk.


"Iya, kenapa? Ada yang salah?"


"Ya jelas 'lah, masa kamu merasa nyaman sama laki-laki lain dan aku sebagai suami kamu harus biasa aja gitu?"


"Ha ... Ha ... Ha ... Kamu terlalu berlebihan, Mas."


"Berlebihan apanya?"


"Akh sudahlah, aku mau mandi dulu.''


Milan bangkit lalu hendak berjalan ke arah kamar mandi, namun, tiba-tiba saja suaminya itu menarik pergelangan tangan sekaligus mencengkeramnya kuat.


"Tunggu, Milan." Pinta Caviar membuat Milan seketika terkejut lalu menghentikan langkah kakinya.


"Kamu apa-apa, Mas. Lepasin tangan aku, sakit," pinta Milan berusaha melepaskan pergelangan tangannya.


Bukannya menuruti keinginan istrinya, Caviar kini menarik tubuh Milan dan membawa ke dalam dekapannya, lalu memeluknya kasar dengan sedikit bertenaga membaut Milan merasa sesak.


"Kamu milikku, Milan. Hanya milikku, aku gak akan biarin kamu jatuh cinta sama laki-laki apalagi merasa nyaman dengan pria lain," lirih Caviar berbisik di telinga Milan seraya melum*tnya membuat Milan merasa risih memejamkan matanya.


Bruuuk ....


Milan mendorong kasar tubuh Caviar dengan hentakan bertenaga membuat Caviar akhirnya mengurai pelukan, tapi, seketika dia pun kembali memeluk tubuh istrinya itu, kali ini dengan lebih bertenaga membuat Milan berontak meminta untuk dilepaskan.


"Lepaskan aku, Mas." Milan sedikit menaikan suaranya.


"Kamu itu berlian yang paling berharga, sayang. Kamu itu mutiara yang tidak ternilai harganya jadi, aku gak akan pernah melepaskan kamu, sampai kapanpun, Milannita." Bisik'nya lagi membuat Milan merasa muak.


"Lepaskan aku, Mas. Aku bukan Berlian paling berharga, aku juga bukan mutiara yang tak ternilai harganya seperti yang kamu katakan tadi, aku hanyalah seorang istri yang terhina yang telah kau injak harga dirinya, aku benci sama kamu, Mas," ucap Milan penuh penekan.


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


PROMOSI NOVEL DARI AUTHOR HEBAT DI JAMIN CERITANYA MENARIK DAN BIKIN GREGET, JANGAN LUPA MAMPIR DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA READER ♥️

__ADS_1



__ADS_2