Balas Dendam Istri yang Terhina

Balas Dendam Istri yang Terhina
Memuaskan


__ADS_3

Perlahan Caviar mulai berjalan pelan ke arah kolam renang dengan membawa Lydia di dalam gendongan siap untuk memulai hubungan haram yang seharusnya tidak mereka lakukan, hubungan terlarang yang seharusnya sudah mereka akhiri sedari dulu.


Perlahan tapi pasti, Caviar berjalan masuk ke dalam kolam masih dengan posisi yang sama dan Lydia pun masih memakai pakaian lengkap, seolah ingin merasakan sensasi yang berbeda, keduanya pun dalam keadaan basah kuyup kini, tubuh keduanya semakin memasuki area terdalam kolam renang dengan air yang hampir merendam seluruh tubuh keduanya.


"Malam ini aku akan memberikan pelayanan yang terbaik aku buat kamu, Mas." Ucap Lydia mulai menurunkan kedua kakinya.


"Wah, aku benar-benar gak sabar, pelayan terbaik apa yang ingin kamu berikan buat aku?" Tanya Caviar tersenyum lebar dengan tangan yang membuka satu persatu kancing yang masih melingkar sempurna di pakaian Lydia.


"Mari kita hancurkan sama-sama wanita yang bernama Milannita itu, Mas. Aku udah benar-benar jengah dengan semua perlakukan dia sama aku, dan aku ingin segera menjadi Nyonya Caviar seutuhnya, dan istrimu yang sah."


"Tentu aja, sayang. Gak akan lama lagi aku akan segera menikahi kamu, sayang. Setelah aku mendapatkan semua yang aku inginkan tentunya kita nikmati berdua harta itu, oke?"


Lydia menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


Kini, Lydia benar-benar dalam keadaan polos di dalam sana, seluruh pakaian yang dia kenakan mengambang begitu saja di atas air, begitupun dengan kimono handuk yang semula membalut tubuh kekar Caviar pun entah berada di mana, mereka tidak terlalu memperhatikan.


Hubungan terlarang pun dimulai, keduanya saling memuaskan jiwa masing-masing dengan bermain panas di dalam sana, di dalam kolam dengan air yang sebenarnya terasa dingin namun, entah mengapa terasa begitu panas kini seiring dengan panasnya permainan yang sedang mereka lakukan.


Lydia bahkan tidak canggung lagi untuk mengekpresikan goyangan mautnya, goyangan yang benar-benar membuat laki-laki bernama Caviar itu melayang ke udara bagai berada di surga dunia.


Lydia benar-benar telah dibutakan dengan keserakahan, otaknya kini dipenuhi akan tekad bulatnya dalam merebut suami Milan, wanita yang telah memberinya pekerjaan, wanita yang telah mempercayai dirinya dan wanita yang telah dia khianati sedemikan rupa.


Apalagi, Lyidia berfikir bahwa dia telah mengantongi bukti valid tentang perselingkuhan Milan dengan laki-laki bernama Zergo yang merupakan Bodyguard nya sendiri, membuatnya merasa semakin yakin bahwa apa yang dia inginkan akan segera tercapai.


"Akh, sayang. Goyangan kamu benar-benar luar biasa," lirih Caviar dengan meletakkan tangannya di pinggang Lydia, saat pelepasan itu baru saja dia dapatkan.


"Tentu aja, aku udah bilang bahwa, aku akan memberikan yang terbaik buat kamu, Mas." Jawab Lydia tersenyum dengan napas yang terengah-engah.


"Kamu emang tiada duanya, istriku aja kalah sama kamu.

__ADS_1


"Jangan sebut nama dia di depan aku, aku muak mendengarnya."


"Ya udah maaf, lain kali aku gak bakalan nyebut nama dia lagi deh, tapi sekali lagi ya, senjata pusaka aku masih berdiri kokoh ini."


"Oke, berapa kali pun kamu memintanya, aku akan melayani kamu dengan sepenuh hati, sayang." Jawab Lydia mengangkat kedua kakinya dan melingkarkan'nya di pinggang laki-laki itu seraya menuntut senjata pusaka yang masih menegang keras itu masuk ke dalam lembah miliknya yang kini telah benar-benar membanjir dan terendam air.


❤️❤️


Sementara itu, di Paviliun dimana Zergo tinggal saat ini, dia nampak berbaring terlentang di atas ranjang, dia tidak menyangka bahwa bekerja sebagai bodyguard tidaklah gampang.


Selain harus menjaga Milan dari serbuan para penggemarnya, dia pun harus ikut kemanapun wanita yang dicintainya itu tanpa bisa beristirahat sedikitpun, membuat tubuhnya benar-benar merasa kelelahan kini.


Meski begitu, hatinya merasa senang karena bisa terus berada di samping Milan setiap saat, bahkan setiap detik membuatnya selalu bisa melihat wajah cantik seorang Milannita, wanita yang selama ini menjadi idolanya dan berakhir dengan tumbuhnya rasa cinta seiring berjalannya waktu dan seringnya mereka bertemu.


Lama larut dalam lamunan, akhirnya dia pun teringat akan ponsel yang dia temukan di atas meja yang saat ini masih berada di saku celananya. Zergo pun bangkit lalu merogoh saku celana dan meraih ponsel tersebut.


Ponsel pun seketika menyala, dan di layar ponsel nampak terpampang nyata potret sang pemilik ponsel yaitu Lydia.


"Ini ponsel nenek sihir itu?" Gumam Zergo mengerutkan keningnya.


Karena merasa penasaran, akhirnya dia pun memeriksa apa yang ada di dalam ponsel, Zergo bahkan memeriksa kotak penyimpanan video dan seketika terkejut karena dia mendapati video dirinya bersama Milan saat dirinya berpelukan dengan wanita itu di stasiun televisi tadi pagi.


"Astaga, apa ini? Jadi dia sempat merekam saya sama Milan? Kurang ajar," gerutu Zergo kesal.


Tanpa menunggu lama lagi, dia pun langsung menghapus video tersebut, lalu menggantinya dengan video yang sempat dia ambil saat Lydia melakukan hubungan tidak senonoh bersama Caviar.


Bukan tanpa alasan dia melakukan hal itu, itu semua akan dia jadikan sebagai ancaman, karena sudah dapat dipastikan bahwa, Lydia mengetahui tentang hubungannya dengan Milan, dan dengan adanya Video itu di ponsel Lydia, tentu saja itu akan menahannya untuk memberitahukan kepada awak media tentang hubungan dirinya dengan Milannita.


"Awas aja kalau kamu sampai berani menyentuh Milan, saya gak akan pernah membiarkan kamu menghancurkan karirnya apalagi membuat dia menderita, Lydia." Gumam Zergo dengan mata yang berapi-api penuh dengan kebencian terhadap wanita bernama Lydia.

__ADS_1


Tok ... Tok ... Tok ....


"Zeze, apa kamu udah tidur?" Terdengar suara Milan dari luar dan Zergo pun segera menyembunyikan ponsel itu di bawah kasur.


"Belum, sayang. Masuk aja, pintunya gak ditutup ko," jawab Zergo bangkit lalu turun dari atas ranjang.


Ceklek ....


Milan pun masuk ke dalam ruangan dengan membawa botol anggur lengkap dengan dua gelas kaca yang dia pegang dengan kedua tangannya.


"Seharusnya kamu tidur, istirahat." Ucap Zeze tersenyum menetap Milan yang saat ini berjalan ke arah kamar.


"Hmm ... Aku gak bisa tidur, kayaknya Insomnia aku kumat lagi deh."


"Terus, kamu mau apa bawa minuman anggur itu ke sini?"


"Buat di minumlah, dasar bodoh."


"Astaga, Milan. Saya gak pernah minum anggur lho, kalau buah anggur saya sering makan, tinggal petik aja diperkebunan."


"Ha ... Ha ... Ha ... Masa sih? Kamu belum pernah minum anggur? "


Zergo menganggukkan kepalanya.


"Ya udah, kamu cukup temani aku minum aja.Tapi kalau kamu penasaran, kamu boleh minum juga, oke?"


Zergo menganggukkan kepalanya seraya menatap wajah Milan yang saat ini duduk di kursi dan mulai menuangkan minuman anggur itu ke dalam gelas yang dia pegang.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2