
Lydia seketika mengepalkan tangannya merasa kesal, ucapan terakhir yang diucapkan oleh Milan benar-benar menyentuh satu titik di dalam hatinya membuat perasaan Lydia benar-benar tersinggung.
Merendahkan diri? berarti selama ini dirinya wanita rendahan yang menggoda suami orang? pelakor? dirinya memang telah menjadi pelakor, akan tetapi sebentar lagi dia akan menjadi istri sah dari pria bernama Caviar Klan. Begitulah kurang lebih isi hati seorang Lydia.
Hatinya yang sudah dibutakan oleh cinta terlarang benar-benar tidak merasa bersalah sama sekali karena telah menjadi duri di dalam rumah tangga Milannita, wanita yang selama ini telah mempercayai dirinya bahkan telah menganggap dirinya saudara.
Yang ada kini, dirinya semakin bertekad akan segera menyingkirkan Milannita, dan mengukuhkan dirinya sebagai Nyonya Caviar secepatnya, dia pun akan menghalalkan segala cara agar tujuannya itu bisa tercapai.
''Lydia?'' Milan kembali bertanya seraya menatap wajah Lydia dari pantulan cermin yang berada tepat dihadapannya.
''Hah ... Iya, Milan. Ada apa?'' jawab Lydia terbata-bata menyudahi lamunan panjangnya.
''Kenapa diam aja? kamu gak beneran jadi selingkuhannya pengusaha kaya itu 'kan? semua gosip yang aku denger salah 'kan? mana mungkin wanita cantik kayak kamu jadi pelakor rendahan yang tidak tau diri.''
'Kurang ajar kamu, Milan,' ( Batin Lydia semakin merasa kesal )
''Apa? Pelakor? maksudnya, Perebutan Suami Orang gitu?''
Milan menganggukkan kepalanya, masih menatap wajah Lydia dari pantulan cermin dengan tersenyum menyeringai merasa puas.
''Ha ... ha ... ha ... Gak mungkin 'lah, aku tak serendah itu, Milan. Lagian aku gak berniat pacaran sama siapapun, aku hanya ingin fokus melayani kamu.''
'Dasar munafik,' ( Batin Milan )
''O iya, aku juga mau tanya satu hal sama kamu. Siapa laki-laki yang bernama Zergo itu? kamu gak ada hubungan apa-apa sama dia 'kan? kalau sampai tersebar gosip gak enak tentang kamu sama dia, karir kamu bakalan hancur, Milan.''
'Kurang ajar kamu, Lydia,' ( Batin Milan)
''Urusan itu kamu tenang aja, dia cuma bodyguard aku ko, selama ini aku selalu menolak setiap kali kamu meminta aku cari pengawal pribadi, nah, sekarang kamu bisa tenang karena aku udah ada bodyguard, jadi, kamu gak usah khawatir lagi kalau aku mau kemana-mana, Lydia,'' jawab Milan seraya mengepalkan kedua tangannya.
''Oh, syukurlah. Tapi awas aja ya, jangan sampai kamu macam-macam sama dia, apalagi kalau sampai kamu jatuh cinta sama bodyguard kamu itu, aku bisa repot nantinya.''
__ADS_1
''Iya, kamu tenang aja.''
Keduanya nampak saling menatap wajah lawan bicara masing-masing dari pantulan cermin, tatapan mata keduanya pun saling menatap tajam di dalam pantulan cermin tersebut seolah cermin itu adalah saksi dari apa yang sebenarnya ada di dalam hati masing-masing.
Lama larut dalam tatapan masing-masing yang terlihat begitu tajam bagai mata pisau yang siap menancap dan menyerang, tiba-tiba saja terdengar suara pintu yang dibuka membuat keduanya menyudahi tatapan mereka masing-masing dan menoleh ke arah pintu.
Ceklek ....
Pintu di buka dan Zergo yang sudah berganti pakaian pun masuk ke dalam ruangan dengan wajah datar.
''Zeze ... Stelan itu cocok banget buat kamu, ya ampun ...'' ucap Milan berdiri dan menghampiri Zergo dengan tersenyum senang.
''Hmm ... Kayaknya pakaian ini gak cocok buat saya, Nona Milan. Ini terlalu berlebihan,'' jawab Zergo merasa tidak nyaman, karena ini kali pertama dia memakai jas mahal.
''Kata siapa? kamu cocok ko pake pakaian kayak gini.''
''Masa si? saya berasa bukan jadi diri saya sendiri.'' Zergo menatap tubuhnya sendiri dari dalam cermin.
Lydia seketika mendengus kesal.
''Hah, 20 buah semua warna? gak salah?''
''Gak salah dong. Aku ingin bodyguard aku ini rapi kayak gini tiap hari, dan aku ingin pakaian itu udah ada di rumah sore ini, jangan sampai lupa,'' ucap Milan penuh penekanan.
'Kurang ajar kamu, Milan. Awas aja ya kamu,' ( Batin Lydia )
''Iya-iya, sekarang mending kita berangkat deh, udah telat ini,'' Lydia menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
''Oke, kita berangkat. Kamu bawa tas aku ya,'' pinta Milan berjalan keluar dari dalam ruangan dengan melenggokkan tubuhnya diikuti sang bodyguard dan Lydia dibelakangnya.
❤️❤️
__ADS_1
Di Dalam Stasiun Televisi.
Hari ini Milan menghadiri acara Live di salah satu Stasiun Televisi Swasta, dia akan menjadi bintang tamu di acara tersebut. Presenter pun sudah siap dan seluruh Kru acara tersebut pun nampak sudah siap di tempat masing-masing.
''Kamera, siap, ection.'' Teriak Produser dan acara pun dimulai.
Presenter : ''Selamat siang, Nona Milan.''
Milan : ''Selamat siang juga, Nona Feni. Senang sekali saya di undang di acara ini,'' jawab Milan tersenyum ramah.
Presenter : ''Hmm ... Wajah anda tambah cantik aja, semakin bersinar dan karir anda pun semakin melesat tinggi ke awang-awang, saya benar-benar kagum dengan anda.''
Milan : ''Wah, anda benar-benar pintar memuji, saya jadi tersanjung, ha ... ha ... ha ...!''
Presenter : ''Langsung aja ke pertanyaan pertama, ya. 'Semua penggemar anda merasa penasaran, kemana sebenarnya anda selama satu Minggu ini? Anda seperti hilang di telan bumi, tanpa jejak dan tanpa kabar, dan sekarang anda kembali dengan seorang bodyguard tampan dan sempat tertangkap kamera jalan berdua di mall.''
Milan : "Ha ... ha ... ha ... ternyata gosip begitu cepat tersebar ya. Langsung saya jawab aja ya, selama satu Minggu ini, saya terdampar di sebuah pulau terpencil, pulau yang tidak di ketahui oleh banyak orang, pulau indah dengan udaranya yang segar, sehingga membuat saya merasa nyaman berada di sana, dan saya sempat gak ingin kembali lagi ke sini, lho, jika saja saya tidak di bujuk oleh seseorang," jawab Milan, menatap wajah Zergo yang berdiri diantara kru Televisi yang berada di sebelah kanan.
Presenter : "Wah, saya jadi penasaran dengan pulau yang anda maksudkan. Lanjut ke pertanyaan kedua ya. 'Nona Milan, apa arti keluarga buat anda, dan mengapa sampai saat ini anda masih belum memiliki momongan padahal anda sudah menikah selama lima tahun?''
Milan terdiam sejenak, keluarga saat ini tidak ada artinya lagi di dalam hidupnya setelah suaminya menodai kepercayaan dan sucinya tali pernikahan dengan perselingkuhan. Dia pun menunduk menahan sesak di dadanya.
Milan : ''Bagi saya keluarga adalah segalanya, dan keluarga adalah sesuatu yang harus di jaga sekuat tenaga, dan jika ada yang mengusik ataupun menodai dan bahkan mengkhianati kepercayaan di dalam keluarga yang telah saya bangun selama lima tahun, saya Milannita, bersumpah akan membuat hidup orang itu menderita seumur hidupnya,'' tegas Milan berapi-api.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Promosi Novel dari karya author kece yang pasti akan menghibur kalian semua, jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian ya Reader ♥️
__ADS_1