Balas Dendam Istri yang Terhina

Balas Dendam Istri yang Terhina
Wawancara Eksklusif part 2


__ADS_3

Ceklek ....


Breeeeet ....


Pintu pagar pun di buka lebar. Milan bersama suaminya berdiri tepat di depan pagar dan langsung di sambar dengan kilatan cahaya dari kamera lengkap dengan microphon yang kini diarahkan kepadanya. Tidak hanya itu saja, berbagai pertanyaan pun di lontarkan oleh pencari berita yang saat ini sedang kehausan akan berita tentang dirinya.


"Nona Milan. Tolong jawab pertanyaan kami, apakah--'' tanya salah satu Wartawan namun, tidak meneruskan ucapannya karena Milan tiba-tiba menyela.


"Tenang dulu kawan-kawan. Aku bakalan luangkan waktu aku untuk di wawancara sama kalian tapi, bukan di sini. Gimana kalau kita masuk." Pinta Milan tersenyum senang.


"Waah ... Bolehlah kami masuk ke dalam?"


"Tentu saja, kalian itu sahabat aku. Rumah aku selalu terbuka lebar kalian semua." Jawabnya lagi tersenyum ramah dan juga merentangkan tangannya mempersilahkan mereka semua masuk.


Zergo pun menuntun para wartawan yang berjumlah lebih dari 10 orang itu menuju halaman belakang dimana kolam renang berada. Dia berfikir bahwa, di sanalah tempat yang cocok untuk mereka mengobrol santai.


"Waaah ... Di sini ada kebun mini juga ternyata." Ucap salah satu wartawan memotret di sana-sini mengabadikan momen langka yang mana mungkin tidak akan pernah terulang lagi.


Beberapa wartawan lainnya pun nampak menyisir setiap sudut area tersebut menggunakan kamera yang mereka bawa sebelum wawancara eksklusif di mulai.


Apa sebenarnya tujuan Milan melakukan hal itu? Kenapa dia membiarkan semua Wartawan masuk ke dalam rumahnya? Jawaban adalah untuk menarik simpati Wartawan agar mereka semua lebih bersimpati kepada dirinya dibandingkan kepada mantan suaminya.


"Gimana? Indah bukan?" Tanya Milan menghampiri salah satu Wartawan yang sedang menyorotkan kamera tepat di depan kebun mini miliknya.


"Indah banget, Nona. Darimana anda punya ide bikin kebun mini kayak gini? Lihat, benih-benihnya udah mulai tumbuh. Yang udah agak tinggi juga ada. Waah ... Anda benar-benar luar biasa, Nona."


"Apa kalian gak tau, kalau suami aku ini pemilik perkebunan buah di kampung? Ini semua idenya dia 'lah." Jawab Milan tersenyum ramah.


"O ya? Hmm ... Boleh dong, nanti kapan-kapan kalau buahnya udah lebat, kita di ajak lagi ke sini buat ngerasain buah-buahan ini?"

__ADS_1


"Tentu saja. Setelah buah ini matang nanti, kalian orang pertama yang akan aku ajak nyicipi buah-buahan ini.''


"Waah ... Jadi gak sabar." Ucap Wartawan tersebut dengan tersenyum senang sekaligus merasa terharu karena di sambut dengan sangat ramah oleh artis yang beritanya sedang viral itu.


"Nona ... Kapan kita mulai wawancaranya?" Tanya salah satu wartawan lainnya menghampiri.


"Hmm ... Udah gak sabar ya. Oke, kita mau sekarang ya. Tapi ingat, nanyanya satu-satu ya. Kalian semua bakal dapat giliran buat bertanya, oke?''


❤️❤️


Sementara itu. Caviar yang baru saja bangun dari tidurnya setelah bermain semalaman bersama para wanita panggilannya kini terlihat menggeliat dan mulai membuka mata dengan tubuh yang hanya mengenakan kimono tidur sisa bersenang-senang semalam.


Dia pun bangkit lalu duduk atas ranjang. Matanya nampak menatap sekeliling yang terasa sepi seperti biasanya, tidak ada rengekan manja sang istri, tidak ada tatapan penuh rasa cinta dari Milannita. Akh ... Caviar mendadak menyesali perbuatannya dahulu karena telah menduakan cinta istrinya itu.


Akan tetapi, penyesalannya terlambat dan sia-sia. Rasa penyesalan itu pun hanya singgah sesaat lalu, dia pun tiba-tiba tertawa terbahak-bahak bahkan suara tawanya itu terdengar sangat nyaring dan menggema di seisi ruangan kamarnya dan memantul di udara.


"Hahaha ... Pagi ini kamu pasti sedang bergerutu kesal setelah melihat kiriman buket bunga yang aku kirimkan, Milannita. Kamu tau, aku sangat merindukan tatapan sinis dan suara cempreng kamu itu, hahaha ..." Tawa Caviar seraya kembali berbaring di atas ranjang, menatap langit-langit kamar membayangkan bahwa di atas sana terdapat wajah mantan istrinya.


Tok ... Tok ... Tok ....


"Tuan ... Apakah anda sudah bangun?" Tanya Assisten Rumah Tangga yang bekerja di Villa milikknya.


"Ada apa?" Jawab Caviar datar.


"Coba anda nyalakan Televisi, Tuan."


"Ada apa memangnya di Televisi? Malas aku liat Televisi."


"Nyalakan aja dulu. Ada mantan Nyonya besar di sana."

__ADS_1


Caviar seketika terperanjat dan langsung bangkit dengan mata yang mencari keberadaan remote Televisi.


Klik ....


Dia pun segera menekan tombol on setelah dirinya menemukan remote tersebut.


Pemandangan tidak menyenangkan pun terlihat oleh kedua matanya kini. Di dalam Televisi, Milan nampak sedang di wawancarai bersama suaminya, mereka berdua terlihat mesra bahkan sangat-sangat mesra.


"Nona Milan. Bagaimana tanggapan anda mengenai pernyataan mantan suami anda kemarin?" Tanya salah satu wartawan yang tidak terlihat penampakannya.


"Hahaha ... Pernyataan yang mana? Maksudnya yang mengatakan bahwa dia tidak berselingkuh?" Jawab Milan tersenyum santai.


"Betul, Nona. Apakah anda merasa keberatan dengan pernyataan itu?"


"Kenapa harus keberatan? Haknya dia untuk mengatakan semua itu. Tapi, asal kalian tau, seluruh negeri ini udah tau kalau sebenarnya dia yang udah berselingkuh. Jadi, meskipun dia menyangkal sedemikan rupa ya tetap gak akan merubah keadaan. Lagian aku ada saksi ko." Jawab Milan masih dengan wajah yang tersenyum ramah.


"Waah ... Siapa saksinya, Nona?"


"Lidya, wanita yang menjadi selingkuhan suamiku. Dia sedang dalam perjalanan pulang sekarang. Jadi, Caviar ... Jika kamu sedang menonton acara ini sekarang, kamu jangan sombong dulu. Ingat, Tuhan tidak tidur dan para penggemarku juga tau siapa aku dan siapa kamu, mereka juga tau mana yang benar dan mana yang salah, hahaha ..." Ucap Milan menatap layar kamera seolah tau betul bahwa mantan suaminya sedang menonton acara dirinya itu sekarang.


"Eh ... Satu lagi. Televisi di depan kamu jangan di hancurkan ya, aku yakin kamu lagi kebakaran jenggot sekarang ... Hahahaha ..." Tambahnya lagi, kembali tertawa puas dan penuh kemenangan.


Prankkk ....


Televisi di depan Caviar pun seketika menjadi sasaran kekesalan Caviar, dia melemparkan remote yang digenggamnya keras dan bertenaga membuat Televisi itu padam dan seketika mengeluarkan asap hitam.


"BRENGSEK KAMU, MILANNITA ... HAAAAAAA ..." Teriak Caviar merasa geram.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


Mampir juga di karya teman Othor ya. Dijamin seru dan tidak membosankan.



__ADS_2