
Akhirnya, acara spesial pun hampir siap di tayangkan. Acara yang akan disiarkan secara langsung itu pun sudah mendapatkan persetujuan dari artis terkait yang akan di undang untuk tampil secara eksklusif.
Tidak hanya artis utama bernama Milannita dan suami barunya, mantan Asisten Milan yang bernama Lidya pun sudah siap dan bersedia tampil dengan membawa kejutan lain yang akan membuat Caviar ketar-ketir.
Acara pun akan di adakan sore ini pukul 16.00 Live dan eksklusif. Sebelum menghadiri acara tersebut, Milan dan Lidya terlebih dahulu pergi ke salon untuk mempercantik penampilannya, bukan hanya itu saja, Milan bahkan membawa serta suaminya agar penampilan suaminya itu sedikit berubah dan terlihat kece di Televisi.
Setelah dari salon dan memastikan penampilannya sempurna dan cetar membahana. Milan pun siap berangkat ke stasiun Televisi untuk menjadi bintang tamu sekaligus dia akan menjadikan acara ini sebagai pukulan berat untuk mantan suaminya agar dia benar-benar bisa membalaskan rasa sakit hatinya dengan perasaan puas.
"Gimana? Kalian berdua siap?'' Tanya Milan sesaat sebelum dirinya keluar dari dalam mobil.
"Siap, sayang. Mari kita tuntaskan urusan kita dengan mantan suami kamu itu," jawab Zergo tersenyum menatap wajah istrinya.
"Aku juga siap, Milan. Mari kita bersihkan namamu, buat si Caviar itu kelimpungan dan menahan rasa malu di seumur hidupnya,'' Lidya menjawab dengan semangat yang menggebu-gebu.
Milan pun menganggukkan kepalanya lalu mulai membuka pintu mobil.
Ceklek ....
Pintu mobil pun di buka. Sorot kamera seketika langsung mengarah tepat ke wajah mereka disertai dengan lampu Blitz yang bersinar saling bersautan begitu menyilaukan mata.
Milan pun keluar dari dalam mobil dengan penuh percaya diri, dia menggandeng pergelangan tangan suaminya mesra juga tersenyum ramah menatap satu-persatu wartawan yang sudah menanti kedatangannya.
"Nona Milan, apa kabar Nona?" Sapa salah satu wartawan.
Milan hanya melambaikan tangan tersenyum ramah, sangat ramah. Sudah lama sekali dia tidak merasakan di kejar wartawan seperti ini, membuat dirinya merasa sangat senang.
"Saya baik, kawan-kawan." Jawab Milan masih dengan berjalan pelan.
"Bisa kita wawancara sebentar, Nona."
__ADS_1
"Saya buru-buru sekarang. Gimana kalau nanti selesai acara saya akan meluangkan sedikit waktu saya buat kalian?"
"Baiklah, jangan sampai lupa ya, Nona." Jawab Wartawan lainnya tersenyum senang.
"Pasti, saya pasti gak akan lupa. Saya masuk dulu ya kawan-kawan." Ucap Milan sebelum dia benar-benar masuk ke dalam gedung Televisi Swasta tersebut.
Di dalam sana. Staf dan Produser pun sudah benar-benar siap. Dengan di pandu host ternama, Milan kini duduk di depan kamera begitupun dengan Zergo dan juga Lidya.
"5 menit lagi kita on ya." Teriak salah satu staf yang langsung di jawab dengan anggukan oleh Milannita.
"Apa kamu gugup?" Tanya Milan menatap wajah suaminya yang terlihat tegang karena ini pertama kalinya dia tampil di acara Televisi secara Live.
"Lumayan," jawab Zergo singkat.
"Hmm ... Rileks aja, sayang. Gak perlu banyak bicara, cukup jawab saja apa yang mereka tanyakan. Oke ...?"
Zergo menganggukkan kepalanya seraya tersenyum, mengusap punggung tangan suaminya.
Acara pun di mulai.
♥️♥️
Di saat Milan sedang melakukan siaran langsung, Caviar saat ini sedang bersenang-senang dengan beberapa orang wanita yang sengaja dia panggil untuk menemaninya sore ini.
Seperti biasanya, wanita-wanita itu pun memakai pakaian bik*ni dan berenang dengan riang gembira karena setiap Caviar mengundang mereka, laki-laki itu selalu memberikan bayaran tinggi asalkan mereka semua mau melakukan apa yang laki-laki itu minta meskipun harus menari tanpa mengenakan sehelai benangpun.
Caviar pun begitu menikmati pemandangan indah di depan matanya itu. Baginya, hanya ini hiburan yang benar-benar bisa mengobati rasa kesepian dan juga rasa hampa di dalam jiwanya.
Senyuman Caviar pun mengembang begitu sempurna dari kedua sisi bibirnya, bahkan dirinya tertawa lepas, seolah sedang benar-benar merasa bahagia padahal yang terjadi sebenarnya adalah hal yang sebaliknya.
__ADS_1
Senyum Caviar pun seketika terhenti saat salah anak buahnya datang menghampiri dan membisikan sesuatu di telinganya. Dia seketika bangkit dan berjalan masuk ke dalam Villa lalu menyalakan Televisi.
"APA-APAAN INI? KENAPA WANITA JA*ANG ITU BISA ADA DI SANA?'' Teriak Caviar murka saat melihat Lidya di Televisi bersama Milannita dan juga suaminya.
Dia pun mendengarkan dengan seksama apa yang sedang dibicarakan oleh mereka di acara tersebut.
"Nona Lidya, apa yang ingin anda sampaikan kepada Nona Milan, setelah apa yang telah anda lakukan di masa lalu?" Tanya Presenter infotainment menatap wajah Lidya.
"Sebelumnya, aku yakin kamu sedang menonton acara ini, Mas Caviar. Aku harap kamu tidak lupa sama aku. Aku adalah wanita yang dahulu kamu puja. Aku adalah wanita yang menjadi selingkuhan kamu selama dua tahun lamanya, sampai akhirnya kamu campakan aku gitu aja seperti sampah yang sudah habis kamu makan isinya."
"Dan kamu, Milan. Aku benar-benar minta maaf karena telah menghancurkan rumah tangga kamu dulu, aku benar-benar menyesal meskipun kamu mengatakan apa yang aku lakukan adalah sebuah anugerah karena akhirnya kamu bisa terbebas dari pria gila itu dan menemukan cinta sejati."
"Akan tetapi, aku tetap harus meminta maaf karena apa yang aku lakukan tetaplah sebuah kesalahan, kesalahan besar yang seharusnya tidak pernah aku lakukan karena akibat perbuatan aku, karir kamu hancur, Milan. Aku benar-benar minta maaf yang sebesar-besarnya," ucap Lidya panjang lebar dengan mata yang terlihat berkaca-kaca, karena mengingat masa lalu membuatnya yang juga terluka waktu itu semakin merasa bersalah.
"Hmm ...! Jadi seperti itu? Anda sendiri Nona Milan. Ada yang ingin anda sampaikan kepada mantan suami anda dan juga mantan Asisten anda ini?"
"Oke ... Pertama, buat kamu dulu Lidya. Benar yang kamu katakan tadi, aku bersyukur dan berterima kasih karena berkat kamu, akhirnya aku bisa lepas dari laki-laki gila itu dan menemukan cinta sejati aku. Aku benar-benar bersyukur, mungkin ini adalah hikmah di balik kejadian yang menimpa rumah tangga aku dahulu."
"Dan untuk kamu, Caviar. Sekarang, semuanya udah terbukti bahwa, bukan aku yang selingkuh tapi kamu, buktinya jelas di depan mata dan Lidya pun sudah mengakuinya jadi, stop bikin pernyataan yang menyesatkan dan bersikap seolah-olah kamu yang tersakiti."
"Ya ... Meskipun aku berterima kasih kasih juga sama kamu, karena jika kamu tidak selingkuh maka aku gak akan pernah tau siapa kamu, dan mungkin saja aku gak akan pernah bertemu dengan cinta sejati aku."
"O iya, satu lagi. Kalau kamu kesal, ingat ... Televisi di depan kamu ini jangan dihancurin lagi karena kamu udah gak terlalu kaya lagi buat beli Televisi baru, hahaha ...''
Prank ....
Seketika itu juga Televisi yang masih menyala itu pun jadi sasaran amukan Caviar.
"Awas kamu Lidya, aku akan benar-benar membunuhmu dengan kedua tanganku sendiri, haaaaaaa ...'' teriak Caviar memekikkan telinga.
__ADS_1
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️