Balas Dendam Istri yang Terhina

Balas Dendam Istri yang Terhina
Dibuang


__ADS_3

Zergo seketika kembali menutup pintu dengan tergesa-gesa.


"Ada apa, Ze?'' Tanya Milan mengerutkan keningnya.


"Suamimu, Mil." Zergo dengan terbata-bata.


"Hah?"


"Suami kamu lagi jalan ke sini sama Lydia juga," ucap Zergo setengah berbisik.


"Apa?" Milan pun panik seketika dan mengintip dari balik tirai gorden menatap suaminya yang kini semakin berjalan mendekat ke arah paviliun, dimana tempat mereka berada.


"Apa yang akan kita lakukan sekarang? Kalau suami kamu sampai lihat kita gimana? Bisa-bisa dia bocorin ke media dan karir kamu bisa hancur, Milan," lirih Zergo semakin gugup.


Milan terdiam, dia menunduk seolah sedang berfikir tentang apa yang akan dia lakukan sekarang. Kemudian, dia pun mengalihkan pandangannya ke arah Zergo yang saat ini masih berdiri sangat dekat dengannya.


Apa yang akan dia lakukan? Apa yang akan terjadi dengan dirinya dan juga Zergo jika suaminya itu sampai tau tentang hubungan mereka? Apakah karirnya akan tamat? Dan apakah dia akan kehilangan Zergo juga? Batin Milan dilanda dilema.


"Milan, kenapa kamu diam aja?" Zergo masih dengan berbisik.


Tok ... Tok ... Tok ....


"Milannita, buka pintunya. Mas tau kamu di dalam?" Teriak Caviar diiringi suara ketukan.


Zergo membulatkan bola matanya, dia berdiri di balik pintu yang masih terkunci rapat.


Sementara Milan, dia diam membisu kini. Otaknya masih berkutat dengan pikiran yang saat ini masih terasa kacau.


Tok ... Tok ... Tok ....


Pintu pun kembali di ketuk kali ini lebih kuat dan bertenaga sehingga menimbulkan suara yang sangat nyaring.


Lama berfikir, akhirnya Milan pun mengambil keputusan dia tidak peduli jika keputusan yang dia buat ini akan menghancurkan karirnya dan juga membuat reputasinya sebagai artis terkenal yang selama ini dikenal bersih tanpa skandal akan hancur berantakan.


"Minggir," pinta Milan kepada Zergo yang saat ini masih berdiri di sana dengan tubuh gemetar.


"Mill ..." rengek Zergo pelan.


"Minggir aku bilang, aku akan selesaikan ini sekarang juga."


"Tapi gimana sama karir kamu nanti?"

__ADS_1


"Ga usah mikirin karir aku, aku punya banyak uang meskipun aku sudah gak jadi artis lagi."


"Tapi Milannita?"


Milan menghempaskan tubuh Zergo dengan sedikit hentakan membuat Zergo seketika terhempas dengan perasaan tidak karuan.


Ceklek ....


Milan pun memutar kunci dan membuka pintu dengan wajah pucat dan mata yang sedikit berair.


Lalu sedetik kemudian ....


Brak ....


Pintu di tendang kuat dan bertenaga. Caviar pun masuk ke dalam ruangan dengan tatapan mata berapi-api dan wajah geram langsung menghantam wajah Zergo dengan membabi buta tanpa ampun membuat Milan seketika berteriak kencang.


Buk ....


Zergo tersungkur di atas lantai karena hantaman keras kepalan tangan Caviar tepat mengenai wajahnya tidak sempat menghindar apalagi menepis.


"HAAAAA ..." Teriak Milan segera menghampiri Zergo.


"Brengsek kamu, berani-beraninya kamu berduaan di sini sama istriku, hah ...".Caviar berteriak geram merasakan api cemburu yang terasa membakar.


Akan tetapi, apa yang dia harapkan ternyata tidak sesuai dengan kenyataan yang dia dapatkan, Caviar kini menepis tangan Lydia kasar membuat wanita itu seketika terkejut.


"Sini, kamu. Brengsek ..." Caviar hendak meraih kasar jas hitam yang dikenakan oleh Zergo.


"Hentikan Caviar, berhenti aku bilang," Milan berteriak histeris, menatap wajah suaminya dengan tatapan penuh kebencian.


Kini tangan Caviar malah meraih pergelangan tangan istrinya kasar dan membawanya berdiri dengan mencengkeram kuat pergelangan tangan Milan membuat Zergo seketika bangkit dan meraih pergelangan tangan kanan Milannita.


"Lepaskan dia bajingan," ucap Zergo geram.


"Dia istriku, dan kamu telah berani menyentuh dia, aku pastikan akan membunuh kamu, Zergo." Jawab Caviar semakin mempererat lingkaran tangannya.


"Lalu dia siapa? Bukannya kamu juga berselingkuh sama wanita murahan itu?" Teriak Milan menatap wajah Lydia dengan tatapan penuh kebencian membuat Lydia terkejut begitupun dengan Caviar.


"Apa maksud kamu? Aku sama sekali gak punya hubungan apapun sama dia," Caviar berkelik.


"Mas? Apa kamu bilang? Kamu sama sekali gak ada hubungan sama aku? Lalu selama dua tahun ini kamu anggap aku ini apa? Pemuas Ranjang kamu, hah?" Teriak Lydia tidak terima.

__ADS_1


"Diam kamu, Lydia."


"Milan, aku emang selingkuhan suamimu, aku akui sekarang. Aku berharap kamu segera menceraikan dia karena kalian berdua telah sama-sama berselingkuh," Lydia dengan suara lantang.


"DIAM KAMU LYDIA," Caviar semakin menaikan suaranya membuat Lydia semakin dibuat kesal.


"Milannita, apa kamu lupa sama yang aku katakan tadi pagi? Kamu itu berlian yang paling berharga, dan kamu juga mutiara yang tak ternilai harganya dan aku juga sangat mencintai kamu jadi aku gak akan pernah meninggalkan kamu, apalagi membiarkan kamu berselingkuh sama laki-laki ini.''


"MAS ... LALU AKU BAGIAMANA? BAGAIMANA DENGAN JANJI YAMG UDAH KAMU KATAKAN SAMA AKU, HAH ...?" Lydia pun menaikan suaranya menuntut kejelasan.


"AKU BILANG DIAM, LYDIA. MULAI SEKARANG KITA GAK PUNYA HUBUNGAN APAPUN LAGI. BAGIKU KAMU HANYALAH PELAMPIASAN AKU SELAMA INI DAN AKU SAMA SEKALI GAK AKAN PERNAH NINGGALIN ISTRI AKU DEMI KAMU, MENGERTI?" Teriak Caviar membuat Lydia terhenyak dengan air mata yang kini berjatuhan dengan begitu derasnya.


"KURANG AJAR KAMU, MAS. BRENGSEK ..." Lyidia memutar badan lalu berjalan keluar dari dalam ruangan dengan perasaan kesal dan hati yang hancur.


"Lepasin aku, Caviar. Aku ingin kita bercerai sekarang juga, aku gak Sudi punya suami bajingan kayak kamu," pinta Milan masih berusaha melepaskan pergelangan tangannya dari cengkraman kuat tangan Caviar.


"Nggak, aku gak akan pernah melepaskan kamu, Milan."


"Heh, bajingan. Lepasin tangan Milan. Kamu itu gak pantas jadi suaminya dia," teriak Zergo geram.


"Diam kamu brengsek."


Zergo yang sedari menahan rasa geram seketika melepaskan lingkaran tangannya di pergelangan tangan Milan, dan sedetik kemudian ....


Bruk ....


Kaki panjang Zergo menendang kuat perut Caviar membuat laki-laki itu otomatis melepaskan lingkaran tangannya dan kini tersungkur di atas lantai meringis kesakitan dengan memegangi perutnya.


Tidak terima, Caviar pun kembali bangkit dan membalas apa yang baru saja dilakukan oleh laki-laki bernama Zergo itu. Caviar melayangkan kepalan tangannya ke udara dan hendak memukul Zergo namun, berhasil di tepis olehnya dan dia balik memukul wajah Caviar kini secara berkali-kali membuat laki-laki itu meringis kesakitan.


Bruk ....


Zergo pun menghempaskan tubuh Caviar ke atas lantai dengan wajah yang penuh dengan luka memar kini.


"Laki-laki bajingan kayak kamu gak pantas jadi suami Milan, kamu itu udah berselingkuh dan sekarang kamu bilang kalau kamu gak akan pernah melepaskan Milan? dan Lydia wanita yang sudah jadi selingkuhan kamu itu kamu buang begitu saja kayak sampah, hah? Kamu benar-benar luar biasa brengsek, Caviar," teriak Zergo geram.


"Sudah cukup, Ze. Aku akan segera melayangkan gugatan cerai ke pengadilan, kita pergi dari sini sekarang juga,'' pinta Milan meraih pergelangan tangan Zergo dan hendak berjalan ke luar.


Baru saja mereka berdua hendak menginjakan kaki keluar, tiba-tiba saja para wartawan berjalan menuju paviliun lengkap dengan kamera dengan lampu Blitz yang kini mengarah tepat ke arah mereka begitu menyilaukan.


"Milan, mereka ...?'' Zergo dengan terbata-bata menatap ke arah gerombolan wartawan tersebut.

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2