
"Kurang ajar kamu, Ken. Brengsek, udah aku izinin tinggal di sini malah berani nyentuh istriku. Dasar tidak tau diri," teriak Zergo murka, memukuli sepupunya yang bernama Ken secara membabi-buta.
Bak ....
Bruk ....
Plak ....
Wajah Zergo terlihat geram dengan rahang yang mengeras serta mata memerah sedikit berair. Dia benar-benar merasa kecewa dengan apa yang telah dilakukan oleh Ken mengingat bahwa dirinya telah begitu baik kepada sepupunya tersebut.
Milan yang menyaksikan hal itu pun berteriak histeris dengan suara isakan hang nyaring terdengar saat melihat Ken sudah tersungkur di atas lantai dengan bersimbah darah. Dia pun memeluk tubuh suaminya erat mencoba untuk menghentikan sebelum laki-laki itu benar-benar kehilangan nyawanya.
"Cukup, Ze. Cukup, sayang hiks hiks hiks ..." Pinta Milan memeluk erat tubuh Zergo dari arah belakang.
"Lepasin saya, Milan. Saya mau bunuh dia sekalian, manusia gak tau diri kayak dia pantas mati," jawab Zergo mencoba melepaskan diri dari lingkaran tangan istrinya.
"Kalau dia mati kamu bakalan masuk penjara, Zeze. Terus aku gimana? Apa kamu tega ninggalin aku sendirian? Hiks hiks hiks ..."
Seketika, Zergo pun menghentikan gerakan tangannya, menarik napas panjang lalu menghembuskan'nya secara perlahan mencoba mengontrol detak jantungnya saat ini berdetak tidak beraturan dengan emosi yang memenuhi otaknya kini.
"Aku mohon hentikan, Ze. Apa kamu lupa sama janji kamu sama aku kalau kamu gak akan pernah ninggalin aku, heuh?" Rengek'nya lagi menyandarkan kepalanya di punggung suaminya.
"Apa kamu lupa dengan janji kita untuk selalu bersama sampai kita tua dan maut memisahkan?" Ucapnya lagi diiringi dengan suara isakan yang terdengar lirih.
"Maafkan saya, Milan. Maafkan saya," Zergo memutar badan lalu balas memeluk tubuh istrinya.
Sementara itu, Ken yang sudah bersimbah darah di atas lantai mulai bangkit dan menatap heran ke arah pasangan suami istri yang saat ini sedang berpelukan. Matanya nampak membengkak begitupun dengan bibir dan hidungnya yang kini mengeluarkan darah segar.
Zergo yang melihat Ken sudah berdiri tegak kini, nampak mencengkram kuat kerah baju yang di kenakanya dengan tatapan tajam serta rahang yang mengeras penuh dengan rasa dendam.
__ADS_1
"Pergi kamu dari sini, brengsek. Dasar manusia tidak tau diri," pinta Zergo penuh rasa benci.
"Kamu lebih milih belaian istri artis kamu ini daripada aku, Zer. Padahal kita ini saudara, istri kamu ini cuma artis murahan."
Bukk ....
Zergo menghantam wajah Ken dengan kepalan tangannya sesaat setelah Ken menyelesaikan ucapannya hingga tubuh Ken kembali tersungkur di atas lantai.
"Brengsek, bukannya minta maaf, kamu malah menghina istriku.''
"Argh ... Aku akan balas perbuatan kamu ini, Zergo. Lihat aja nanti, kamu bakalan menyesal karena telah memukuli aku kayak gini, haaaa ..." Teriak Ken bangkit lalu pergi keluar dari dalam rumah dengan wajah yang penuh dengan luka lengkap dengan darah yang semakin membasahi wajahnya.
"SILAHKAN, SAYA GAK TAKUT DENGAN ANCAMAN KAMU BRENGSEK ..." Zergo balas berteriak kencang dengan tersenyum menyeringai.
"Cukup, Ze. Aku lelah, aku ingin istirahat." Pinta Milan duduk kursi ruang makan dengan memijit pelipis wajahnya yang saat ini terasa begitu pusing.
"Kamu sakit?"
"Kita ke kamar ya, kamu istirahat aja. Hari ini kamu gak usah melakukan apapun. Semuanya biar aku yang kerjain ya." Pinta Zergo duduk tepat di samping istrinya.
"Aku gendong kamu ke kamar ya, sayang."
Milan menganggukkan kepalanya.
Pelan tapi pasti, Zergo pun mulai meraih tubuh istrinya, membawanya ke dalam dekapannya lalu mulai berjalan masuk ke dalam kamar. Milan nampak begitu lemah menyandarkan kepala di dada bidang suaminya dengan mata yang terpejam.
'Kayaknya aku udah lelah hidup kayaknya gini, Ze. Sekeras apapun aku berusaha, aku tetap gak bisa hidup di desa dan menjadi wanita biasa saja. Apa kamu bakalan marah kalau aku minta kita buat kembali ke kota?' (batin Milan)
Sesampainya di kamar, Zergo pun segera membaringkan tubuh istrinya itu di atas ranjang. Dia menatap lekat wajah sang istri yang kini terlihat pucat pasi. Wajah istrinya pun tidak terlihat segar dan ceria seperti biasanya, guratan kesedihan begitu ketara dari raut wajah cantik seorang Milannita.
__ADS_1
"Yakin kamu baik-baik aja?" Tanya Zergo mengusap lembut pipi sang istri.
"Entahlah, kayaknya aku emang gak baik-baik aja,'' jawab Milan memutar badan lalu memunggungi tubuh suaminya.
"Saya minta maaf atas perlakuan Kek tadi. Saya benar-benar gak nyangka kalau dia akan melakukan hal bejat kayak gitu, semuanya salah saya, seharusnya saya gak izinin dia tinggal di sini."
Milan hanya terdiam, buliran air matanya lolos begitu saja diiringi rasa sesak di dadanya kini.
"Milan sayang. Istriku, sekarang kamu jujur sama saya, jujur sejujur-jujurnya jangan ada yang di tutup-tutupi sedikitpun."
Milan pun memutar badan lalu menatap wajah suaminya, merasa penasaran dengan apa yang akan ditanyakan oleh suaminya itu.
"Jujur sama saya. Apa kamu suka tinggal di sini? Apakah kamu sudah terbiasa tinggal di desa sebagai istri biasa dengan tugas seorang istri yang memang sudah sewajarnya dilakukan sama kamu?" Tanya Zergo seolah tahu dengan apa yang ada di pikiran istrinya saat ini.
Milan hanya terdiam, matanya nampak menatap sayu wajah suaminya dengan tatapan mengiba dan penuh dengan kesedihan lengkap dengan air mata yang kini membasahi wajah pucat'nya.
"Apa kamu bakalan marah kalau aku bilang yang sejujurnya kayak yang kamu katakan tadi?"
"Marah? Kata siapa saya bakalan marah?"
"Aku takut dibilang istri yang tidak nurut sama suaminya. Aku takut jadi istri yang tidak patuh sama suaminya," lirih Milan pelan dan lembut.
"Sayang. Justru aku yang akan merasa bersalah nantinya kalau kamu merasa terpaksa tinggal di sini. Aku akan di anggap sebagai suami yang egois dan tidak memikirkan perasaan istrinya."
"Baiklah, aku akan jujur sama kamu, sayang. Sebenarnya--'' Milan tidak meneruskan ucapannya, dia meraik napas panjang terlebih dahulu sebelum meneruskan ucapannya.
"Sebenarnya aku merasa tertekan tinggal di sini, aku gak bisa, Ze. Aku gak bisa tinggal di desa dan hidup sebagai wanita biasa. Maaf ..." Jawab Milan penuh dengan kesedihan.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Promosi Novel lagi ya Reader, jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak kalian ya.