Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#11. Kembalikan Longfei


__ADS_3

Longfei menghentikan ucapan nya saat ia melihat Hong Li terduduk di dekat jendela sembari memainkan sedikit energi spiritual nya.


"...."


"Ada apa?? Apakah ada yang salah??" tanya Han Zhao dengan wajah datar nya.


"A-apakah tadi, Gege berbicara dengan seseorang??" Longfei bertanya balik pada Han Zhao.


"Tidak, Apakah anda mendengar sesuatu??"


"Ah- tidak, hanya saja saya mendengar Gege seperti sedang berbicara dengan seseorang"


"Tidak ada ko, mungkin itu hanya Reikarnasi mu saja"


"A-ah, begitu ya" sahut Longfei sembari menundukan kepala nya.


"...."


"...."


"Longfei" panggil Han Zhao sembari bangun dari duduk nya dan berjalan menghampiri Longfei.


"...." Longfei yang tadi nya tertunduk, mendengar Hong Li memanggil nama nya, itu membuat Longfei mengangkat kepala nya.


"Maukah anda mengajak ku keliling hutan sebentar?" tanya Han Zhao yang berusaha bersikap ramah.


"Memangnya, Gege akan pergi kemana???"


"Hanya ingin berjalan-jalan saja"


"Baiklah jika itu kemauan mu, Gege, saya akan menemani mu" sahut nya sembari memberi salam.


Han Zhao dan Longfei berjalan menelusuri luasnya hutan, Terkadang Longfei juga tanpa sadar sering melirikan bola mata nya pada Hong Li di sebelah nya.


Longfei merasa energi spiritual Hong Li sangatlah berbeda, seperti sedang beradaptasi dengan tubuh baru nya.


"Hong Ge" panggil Longfei dengan nada pelan nya.


"Eum"


"Apakah energi spiritual mu sedang terjadi peningkatan lagi???"


"Saya sendiri tidak bisa mengatakan iya, tapi ini sungguh aneh di dalam tubuh ku" sahut Han Zhao sembari memegang perut nya yang sakit.

__ADS_1


"Ge-gege" Longfei panik saat melihat Hong Li mulai menghentikan langkah nya dan menundukan tubuh nya.


'Ahgg- ini rasanya sakit sekali' gumam Han Zhao sembari menahan sakit di tubuh nya.


"Gege, duduklah, biarkan saya mengubah sedikit aliran energi spiritual mu" ujar Longfei sembari membantu Han Zhao duduk di dekat pohon.


Setelah Han Zhao mendudukan diri nya di bawah pohon, Longfei dengan energi spiritual milik nya mulai mengobati tubuh Hong Li yang terasa sangat sakit.


'Ini adalah hari pertama ku, ada di tubuh Hong Li dan merasakan hal ini untuk pertama kali nya untuk ku, lalu bagaimana bisa Hong Li tetap hidup dengan menahan rasa sakit seperti ini??' pikir Han Zhao dalam hati nya.


"Gege, bagaimana tubuh mu?? Apakah masih terasa sakit??" tanya Longfei yang masih menyalurkan energi spiritual nya.


"Sudah, sudah tidak apa apa"


"Sungguh??" tanya Longfei yang mulai menghentikan aliran energi spiritual milik nya.


"Iya, ini sudah jauh lebih baik, Xiexie Longfei"


" Tidak apa, Hong Ge"


Dari kejauhan terdengar suara banyak nya langkah kaki yang mendekat ke arah Han Zhao dan Longfei berada.


Fhusss...


Energi spiritual mengalir dan menerbangkan banyak debu ke udara.


"Ge-gege?? Apakah anda baik baik saja??" tanya Longfei yang sedikit cemas.


"Saya baik baik saja, bagaimana dengan mu?" Han Zhao bertanya balik tanpa menoleh ke arah lelaki di sebelah nya.


"Eum, saya baik gege"


"...." Hong Li terdiam sembari terus menatap tajam debu yang masih berterbangan di depan nya.


"Tuan Muda Li" seseorang mengatakan hal itu lalu...


DUAAAARTT!!


Ledakan besar menghantam di antara tangan Han Zhao dan tangan Longfei yang berpegangan.


"Ahgg-" Han Zhao merintih kesakitan saat darah terus mengalir keluar dari tangan nya.


"....." Namun Han Zhao menjadi terdiam saat melihat Longfei tergelatak tak sadarkan diri jauh dari nya.

__ADS_1


"Longfeii" teriak Han Zhao memanggil Longfei.


Dengan darah yang terus keluar dari tangan nya, Han Zhao pelan pelan mulai berjalan menghampiri Longfei yang berada jauh dari nya.


Srettt...


"Tidak perlu terburu-buru, Hong Li" seru seorang wanita yang tiba tiba saja datang dan menghadang jalan Han Zhao.


"Menyingkirlah dari jalan ku" pinta Han Zhao dengan sedikit marah.


"Tuan muda Li, Apakah anda tidak mengenali ku??"


"...."


"Ini aku, Tuan, Lui Yufei" kata gadis itu menyebutkan nama nya.


"...." Namun Han Zhao tetap terdiam ia tidak mengenali siapa wanita itu, dan mengapa ia melukai Longfei.


"Tuan muda Li, dia itu punya niat jahad pada mu, Ikutlah dengan ku, aku akan memberi mu tempat tinggal" ucap Lui Yufei membujuk Han Zhao.


"...."


Namun Han Zhao sendiri tidak merubah arah pandangan nya, ia terus menatap ke arah Longfei yang tergeletak agak sedikit jauh dari gadis di depan nya ini.


"Tuan muda Li" panggil gadis itu lagi.


"Berisikkkkk!!!" teriak Han Zhao sembari mengeluarkan energi spiritual nya hingga melukai titik pusat energi spiritual Lui Yufei di dalam tubuh nya.


"Egghh-"


'Bagaimana bisa, tuan muda Li mengeluarkan energi spiritual semacam itu??' gumam nya dalam hati.


Lui Yufei yang kini tak bisa lagi menggunakan energi spiritual nya untuk sementara waktu, membuat diri nya kebingungan..


"Anda sendiri lah, yang memaksaku melakukan ini tuan muda Li" seru Lui Yufei sembari berlari ke belakang, membawa Longfei yang masih tak sadarkan diri lalu melesat pergi.


Han Zhao sangatlah marah, melihat gadis itu membawa pergi Longfei, tanpa pikir panjang Han Zhao mengikuti kemana gadis itu pergi.


"Kembalikan Longfei pada ku!!!" teriak Han Zhao sembari mengeluarkan energi spiritual nya ke arah gadis itu, sekaligus menghancurkan pepohonan di sekitar nya.


'Tuan muda Hong Li tidak pernah marah selama ini, lalu bagaimana bisa sekarang aku bertemu dengan nya dalam ke adaan seperti ini' gumam Lui Yufei yang sedikit ketakutan melihat banyak nya pohon tumbang akibat terkena serangan Han Zhao.


Lui Yufei yang kehabisan akal, ia kebingungan harus pergi kemana lagi, setelah hutan sebagian besar telah hancur, Lui Yufei memutuskan untuk memancing Han Zhao pergi ke kediaman Li.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Lui Yufei seketika mengubah arah tujuan nya, ia membuat Han Zhao mengikuti nya hingga ke kuil kediaman Li, Sepanjang jalan Han Zhao yang memiliki emosional yang cukup tinggi, itu tak berhenti menyerang Lui Yufei menggunakan energi spiritual milik nya.


"Hong Li??" panggil Jing Li saat melihat Han Zhao menyerang seorang gadis di udara menggunakan pedang putih milik Hong Li.


__ADS_2