
Burung berterbangan di atas tinggi nya pepohonan, kini hari telah menjelang malam, Han Zhao berjalan kembali ke kuil Longfei, di tengah perjalanan, penglihatan Han Zhao selalu di ganggu dengan berbagai pemandangan aneh.
Han Zhao yang baru merasakan hal ini, membuat diri nya sangat terganggu, terkadang Han Zhao sering memejamkan mata nya, hanya untuk menghindari pemandangan mengerikan yang ia lihat dengan mata nya sendiri.
'Bagaimana bisa seorang ayah mengutuk anak nya sendiri dengan kutukan yang mengerikan seperti ini?' gumam Han Zhao di sela keheningan nya.
Berjalan seorang diri di tengah hutan yang gelap, serta kutukan yang ada di mata nya, adalah ujian yang harus Han Zhao tanggung dengan keberanian nya sendiri.
Setelah lama berjalan, Akhirnya Han Zhao sampai ke kuil Longfei, di sana Longfei berdiri di depan pintu gerbang kuil, menunggu kepulangan diri nya.
"Huānyíng gēgē [Selamat datang, Gege]" Longfei menyambut kepulangan Han Zhao dengan hangat.
"...." Han Zhao mengangguk pelan sembari berjalan menghampiri Longfei.
Longfei terdiam, diri nya terheran saat melihat sikap Han Zhao yang tak seperti biasanya setelah kembali ke kuil dari berpergian nya.
"Gege" panggil Longfei sembari memegang salah satu tangan Han Zhao yang kini berdiri tepat di depan nya.
"....."
__ADS_1
"Gege, ada apa dengan mu?? Apakah terjadi sesuatu pada mu??" Longfei bertanya lagi pada Han Zhao dengan perasaan cemas nya.
Han Zhao yang melihat Longfei terus mengkhawatirkan nya, membuat Han Zhao tidak berani tuk mengatakan yang sejujurnya pada Longfei tentang penglihatan nya, Han Zhao lebih memilih terdiam dan tersenyum menutupi ketakutan yang ada di dalam diri nya "Longfei, Kau tidak perlu mengkhawatirkan ku, Tidak ada hal yang terjadi pada ku ko" kata Han Zhao dengan senyum manis nya.
"Ta-tapii Gege, Kau terlihat seperti sedang ada masalah"
Han Zhao tersenyum, ia mengengam tangan Longfei yang sedang memegang tangan nya dengan tangan lain nya "Tidak ada yang perlu di khawatirkan, semua baik baik saja"
"...." Longfei terdiam, ia ingin sekali membantu Han Zhao yang begitu banyak tertimpa masalah, Namun Longfei tahu, bahwa Han Zhao bukan lah tipe orang yang selalu berbagi penderitaan pada orang lain.
"Yasudah Gege masuk, dan beristirahatlah, Gege pasti lelah setelah berkeliling hutan" kata Longfei sembari melepaskan tangan nya dari Han Zhao.
"..." Han Zhao mengangguk pelan sembari melipat tangan nya kanan nya ke depan.
"Malam malam seperti ini??"
"Iya, Gege"
"Kemana kau akan pergi?? Mengapa tidak pergi esok pagi saja??"
__ADS_1
Longfei bergeleng pelan "Tidak Gege, Malam ini, Kaisar Haocun Li dan kaisar Heng Wei mengadakan acara berburu iblis di hutan gunung Lou Ying" jelas Longfei.
"Berburu di tengah malam seperti ini?? Apakah itu tidak terlalu berbahaya??"
"Tidak Gege, lagi pula, 2 tahun yang lalu bukan kah Gege juga sangat menyukai berburu seperti ini??"
Han Zhao terdiam sembari memikirkan seperti apa berburu iblis itu "...."
"Yasudah kalau begitu, Longfei pamit Gege" ucap Longfei di tengah lamunan Han Zhao.
Han Zhao mengangguk pelan lalu mempersilahkan Longfei meninggalkan kuil untuk pergi berburu iblis di hutan Lou Ying.
Longfei pergi berjalan ke arah gerbang kuil nya, sesampai nya di gerbang kuil, Longfei menoleh ke arah Han Zhao yang masih menunggu nya di belakang, melambaikan tangan nya, tersenyum, lalu mulai berjalan pergi.
Setelah Longfei pergi menghilang dari hadapan nya, Han Zhao membalikan arah tubuh nya lalu berjalan masuk ke dalam kuil dan pergi ke kamar nya.
Disana, Han Zhao duduk di atas ranjang nya, termenung sembari terus menatap telapak tangan nya yang penuh dengan darah, entah itu dari kutukan penglihatan nya, atau memang ada darah di tangan nya.
"Hari ini hanya akan di penuhi dengan darah di setiap penglihatan ku, kehancuran...kehancuran...kehancuran..hanya itulah yang aku lihat saat ini" kata Han Zhao sembari mengepalkan tangan nya yang berada di atas pangkuan nya.
__ADS_1
Han Zhao merasa diri nya kini tak bisa berbuat apa apa, dengan penglihatan nya yang kacau, membuat pikiran Han Zhao tak berhenti memikirkan kematian ataupun kehancuran di depan mata nya.
'Dewa...Mengapa anda memberikan cobaan yang begitu sulit untuk Hong Li' gumam Han Zhao sembari memegang kepala nya yang terasa pusing.