
Setelah Han Zhao dan Dewi Annchi sampai di kota kediaman Li, Dewi Annchi segera menarik pelan tangan Han Zhao, dan mengajak nya ke toko baju.
Di sana, Han Zhao dapat melihat banyak nya Hanfu dengan berbagai motif serta warna tergantung di tempat nya, semua tersusun rapih di sana. Dari sekian banyak nya Hanfu yang ia lihat, hanya satu hanfu yang membuat Han Zhao terkagum. Hanfu berwarna merah gelap, serta memiliki motif bunga aneh di bagian jubah nya.
"Ada apa Hong Li?? Apa kau menyukai hanfu itu??" tanya dewi Annchi saat melihat Han Zhao yang terus melihat ke arah hanfu merah di depan nya.
"E-eee...tidak ko dewi, aku hanya sedang melihat lihat saja"
"Jika kamu menyukai nya, mengapa tidak mengambil nya??"
"E-eee???"
"Tidak apa, ambil lahh...dan pergilah ke tempat ganti, untuk menganti pakaian mu yang basah ini" kata Dewi Annchi sembari berjalan ke arah si penjual yang sedang sibuk dengan pembeli lain nya.
"Baiklah dewi...terima kasih"
Dewi Annchi mengangguk pelan tanpa menghentikan langkah nya "Aku akan menunggu mu di luar"
Beberapa saat kemudian Han Zhao keluar dari ruang ganti nya, lalu pergi menemui dewi Annchi yang sedang menunggu diri nya, di luar toko.
Dewi Annchi tersenyum saat melihat Han Zhao berdiri tak jauh dari nya, dengan menggunakan hanfu berwarna merah, serta surai putih yang terurai panjang, menghiasi warna merah dari hanfu nya.
Tak hanya dewi Annchi, melainkan para penduduk dan penjual di sekitar nya, juga ikut tersenyum melihat Han Zhao yang berdiri sembari menundukan kepala nya, menutupi wajah yang sedang tersipu malu.
"Kemarilah, Hong Li" panggil dewi Annchi.
Han Zhao mengangguk pelan, sembari berjalan ke arah dewi Annchi yang terus menatap lurus ke arah nya "...."
"Anda terlihat sangat cantik" ucap dewi Annchi yang terpesona dengan penampilan Han Zhao saat ini.
"E-eee??? Ta-tapii, dewii...aku ini seorang pria, anda tidak bisa memuji ku dengan kata cantik" kata Han Zhao sembari menunduk.
"Aku tahu itu"
"Eummm...."
"Yasudah, Apakah kita bisa kembali sekarang??"
"Tentu...maafkan aku sudah merepotkan mu, Dewi"
__ADS_1
"Ahh...Mengapa anda selalu saja berkata maaf pada ku?? Lagi pula ini sama sekali tidak merepotkan ko"
"Yang benar saja.... Aku merasa telah banyak merepotkan mu"
"Sudahlah, berhenti mengatakan hal yang tidak masuk akal, sebaiknya kita kembali, anda butuh istirahat untuk memulihkan pikiran anda yang kacau" kata dewi Annchi sembari mengajak Han Zhao kembali ke dalam hutan.
Saat Han Zhao dan Dewi Annchi tengah berjalan menuju ke gerbang kota kediaman Li, Han Zhao di buat penasaran dengan banyak nya omongan para penduduk mengenai keluarga kediaman Li.
"Apakah anda tahu, saat ini kaisar Haocun Li, sedang mencari selir baru" ... "Sungguh?? Mengapa aku baru mendengar nya?"
"Apakah anda tahu, saat ini kaisar Haocun Li telah mengumpulkan ribuan prajurit nya untuk membawa putra kedua nya, Hong Li untuk kembali ke kerajaan"
"Ahgg- Aku sama sekali tidak menyangka, Hong Li begitu membenci ayahnya sendiri" .... "Apakah rumor tentang kaisar Haocun Li itu benar??"
"Heii, Apakah kalian ingat dengan pemuda yang waktu itu memberi tahu kita tentang rumor kaisar Haocun Li dengan putra nya Hong Li, benar benar menyebar luas ke seluruh kediaman" ... "Hah?? Sungguh?? Apakah saat ini kaisar Haocun Li sedang bersembunyi di dalam kuil nya??"
"Heii Ayolah berhenti membicarakan rumor yang tidak masuk akal" .... "Apanya yang tidak masuk akal?? Semua ini terdengar jelas bukan?? bahkan para kaisar tingkat dewa saja, turun tangan dalam rumor ini"
Han Zhao menyipitkan mata nya, omongan para penduduk di pasar semua terlintas ke dalam telinga Han Zhao, Di lain sisi, Dewi Annchi terheran saat melihat Han Zhao menghentikan langkah nya, berdiri sembari mengepalkan tangan nya. Raut wajah, serta aura dari energi spiritual nya juga cukup aneh..
"Hong Li??" panggil dewi Annchi dengan suara pelan nya dan menyadarkan Han Zhao dari lamunan nya.
"Dewii...tunggulah sebentar, ada hal yang ingin aku lakukan" kata Han Zhao sembari berjalan ke arah salah satu kelompok orang yang sedang berbicara di pinggir pasar.
"Permisi paman" kata Han Zhao memulai pembicaraan.
"Iya Nona, Apakah ada yang bisa kami bantu??" tanya salah seorang pria.
"Ada hal yang ingin saya tanyakan pada kalian, boleh?"
"Tentu saja, Nona"
"Eummm...Apakah ada rumor yang beredar belakangan ini??"
"Ada Nona"
"Rumor tentang apa??"
"Beberapa tempo hari, seorang pemuda berjubah hitam datang ke tengah tengah pasar, ia membawa beberapa gulungan surat di tangan nya, pemuda itu berteriak di tengah pasar, memberi tahu bahwa kaisar Haocun Li akan menikah lagi, dan sedang mencari selir yang sesuai dengan keinginan nya, setelah berita itu menyebar, para gadis di kota bahkan dari kediaman lain nya, datang ke kuil kediaman Li untuk menulis nama mereka dalam antrian para gadis yang akan di pilih langsung oleh kaisar Haocun Li"
__ADS_1
"Kapan pendaftaran itu berakhir??"
"Kalau tidak salah, lusa sudah berakhir Nona"
Han Zhao mengangguk mengerti "Lalu?? Apakah ada rumor lain yang di sebarkan oleh pemuda itu??"
"Ada, Nona"
"Lanjutkan..."
"Kemarin dia datang lagi ke tengah tengah pasar, sekujur tubuh nya benar benar terluka parah, pada saat penduduk sekitar menawarkan obat pada nya, Namun ia menolak dengan tegas, lalu ia berkata Berhati hati lah dengan kaisar Haocun Li, karna tak lama lagi, kehancuran besar akan terjadi antara kaisar Haocun Li dengan putra nya Hong Li.."
"..." Han Zhao terdiam sembari memikirkan siapa pemuda berjubah hitam itu, mengapa dia bisa mengatakan hal yang tidak mungkin seperti itu??
"Itu saja yang saya tahu, Nona, maafkan saya jika tidak begitu membantu mu"
"A-ahhh tidak ko paman, terima kasih telah memberitahu ku tentang rumor serta pemuda itu"
"Tidak apa, Nona"
"Kalau begitu saya izin pamit paman, sekali lagi saya berterima kasih atas informasi nya" kata Han Zhao sembari memberi salam pada para pria di sana.
"E-ehhh, tunggu sebentar nona" panggil salah satu pria di sana saat Han Zhao hendak akan pergi.
"Iya??"
"Bisakah kami mengetahui siapa nama mu??"
"Tentu paman, mengapa tidak"
"....Ahh..sungguh??"
"Iyaa, Nama saya Fang Yin" ucap Han Zhao memperkenalkan diri nya dengan nama wanita buatan nya.
"Fang Yin??"
"Itu adalah nama yang indahh, sama seperti diri mu"
Han Zhao tertunduk malu sembari berjalan pergi meninggalkan para pria itu yang terus membicarakan tentang diri nya.
__ADS_1
'Butuh selir ya??' gumam Han Zhao sembari melihat ke arah telapak tangannya.
'Kalau begitu tunggu aku......Ayahhh...."