
"Egghh-"
"Hong Li?? Hong Lii....." panggil Chyou Chen saat melihat kedua mata lelaki bersurai putih di atas pangkuan nya tengah berusaha membuka mata nya.
Ini adalah pertama kali nya Hong Li melihat cahaya di dunia kultivasi nya lagi. Saat mata nya berusaha terbuka, sebuah cahaya langsung menerjang mata nya. hal itu membuat mata nya sangat sulit untuk terbuka. Rasanya sangat perih jika di harus di paksa untuk tetap terbuka. Namun lelaki yang berada di samping nya, sabar menunggu diri nya, terkadang sesekali lelaki itu juga membelai lembut surai nya, seolah memberi kekuatan pada diri nya.
Setelah beberapa saat kemudian, Hong Li dapat membuka mata nya. "Uhh??" ia juga dapat melihat Chyou Chen tengah memangku kepala nya.
"Hong Li?? Apa itu kamu??" tanya Chyou Chen dengan raut khawatir nya.
"Ya... Ini aku, Tuan muda Chen?? Itu kah kmu??" Hong Li bertanya balik, karna sudah lama ia tak melihat nya. Ia takut salah menyebut nama nya.
Chyou Chen mengangguk pelan, sembari membantu Hong Li bangun dari tiduran nya. "Iya, ini aku. Bagaimana keadaan mu??" tanya Chyou Chen lagi.
"Saya baik baik saja, Terima kasih" ucap Hong Li sembari bangun dari duduk nya.( berdiri )
"Hong Li" panggil Chyou Chen dengan suara pelan nya. Sembari terus menatap ke arah lelaki bersurai putih di depan nya.
"Iya, Ada apa, tuan muda Chen" sahut Hong Li dengan suara lembut nya.
"Han Zhao.. Apa dia sudah kembali??" tanya Chyou Chen sembari memalingkan pandangan nya.
Hong Li tersenyum kecil "Wahh saya tidak mengira jika kalian begitu dekat..." ledek Hong Li dengan senyum lembut nya.
"Katakan??!" seru Chyou Chen mengubah nada bicara nya menjadi datar.
"Soal itu saya tidak mengetahui nya. Tapi yang jelas, dia berada di sini" jawab Hong Li dengan anggukan kecil nya.
Chyou Chen sempat terheran dengan apa yang ia dengar dari lelaki bersurai putih ini "Jadi maksud mu, Kau dan Han Zhao terpisah??" tanya Chyou Chen sembari menebak hal yang terjadi pada Hong Li dan juga Han Zhao.
Hong Li mengangguk pelan "Seperti yang kau lihat" sahut nya.
Disisi lain, Han Zhao dengan switer hitam, dan celana jens tiba di pusat kota kediaman Li. Namun aneh nya, ia masih memegang pedang merah milik nya?? ko bisa, apa ini hanya kebetulan.
"Eghhh- Dimana ini??" tanya Han Zhao sembari menelusuri pasar kota kediaman Li yang telihat begitu kosong.
Namun, setelah ia berjalan cukup jauh. Mata nya di buat terpaku, saat pandangan nya bertemu dengan sekumpulan banyak orang, dan di tengah tengah kerumungan itu, terdapat seorang lelaki berhanfu putih serta bersurai hitam terduduk dengan darah yang terus mengalir dari kepala nya.
Di pihak lain, seorang lelaki berhanfu putih dengan bersurai putih tengah berdiri tepat di depan lelaki bersurai hitam. Ia tampak tengah siap memenggal kepala si lelaki bersurai hitam itu dengan pedang milik nya.
Melihat hal itu, membuat Han Zhao berlari secara antusias ke arah kerumungan itu "YANG MULIA!!!" teriak Han Zhao memanggil lelaki bersurai hitam. Sembari mengeluarkan pedang nya. Dan....
__ADS_1
*BOOMMM*
Hantaman antara pedang merah milik Han Zhao dengan pedang milik kaisar Haocun Li menjadi sebuah ledakan besar di tengah kota Kediaman Li.
"S-Siapa kau?!!!" geram kaisar Haocun Li saat pedang nya di hantam oleh pedang merah milik Han Zhao.
"Tak kan ku biarkan kau menyakiti leluhur Guan Li!! Apa kau berniat mengambil semua harta yang di milikki Hong Li saat ini?!!" bentak Han Zhao sembari menghempaskan pedang kaisar Haocun Li dari nya.
Kaisar Haocun Li tertegun saat seorang lelaki berpakaian asing membentak nya dengan nada tinggi. "...."
"Kau pikir diri mu itu siapa?!! Seenaknya membunuh, merampas, memberi perintah pada penduduk biasa!! Dimana kau meletakan akal sehat mu, Yang mulia!!" entah sedang dalam mod seperti apa, Han Zhao terus berbicara dengan nada bentak nya. Seolah ia begitu menyayangi leluhur Li di belakang nya.
Disaat semua orang terus menatap satu sama lain, kebingungan dengan kedatangan lelaki ini. Hanya leluhur Guan Li lah yang dapat langsung menyadari bahwa lelaki yang tengah berdiri di pihak nya, adalah lelaki yang hampir bisa di katakan sebagai anak nya. Tak lain lelaki adalah Han Zhao, Sosok lelaki yang pernah berekainasi menjadi Hong Li.
"Siapa dan datang dari mana kau?!! Lancang sekali bicara dengan nada seperti itu pada ku?!" ucap kaisar Haocun Li sembari menyiapkan pedang nya. Seolah ia mencoba bertarung dengan Han Zhao.
"Siapa dan datang dari mana aku, itu bukan urusan mu!!" sahut Han Zhao dengan tatapan penuh dengan kebencian nya.
Melihat Han Zhao bersiap dengan pedang nya, membuat kaisar Haocun Li tertawa, meremehkan lelaki bersurai hitam pendek ini. "Kenapa?? Kau ingin bertarung?" ucap kaisar Haocun Li menantang Han Zhao.
Mendengar remehan itu, membuat Han Zhao tersenyum smirk "Bertarung dengan mu?? Itu terlalu mudah untuk ku" sahut Han Zhao tak mau kalah.
Disisi lain, setelah mendengar sahutan yang tidak mengenakan dari Han Zhao, justru membuat hampir sebagian besar pendekar pengawal kerajaan Li bergerak maju. Mereka tampak siap dengan pedang di tangan nya.
"Han Zhao" panggil leluhur Guan Li sembari berusaha bangkit dari duduk nya.
"Y-Yang mulia?? Beristirahatlah sampai tubuh mu membaik..aku yang akan menangani mereka" ucap Han Zhao tanpa menolehkan kepala nya. Karna mata nya telah terkunci dengan beberapa pendekar hitam yang siap menyerang nya dari segala arah.
"Kau datang untuk membantu ku?? Kurasa itu tidak perlu.." seru leluhur Guan Li, yang kli ini benar benar membuat Han Zhao menolehkan pandangan nya.
"Uh?? Apa maksud mu??" tanya Han Zhao dengan ekspresi terkejut nya.
"Maksud ku.....Ayo lakukan bersama sama, Han Zhao. Tunjukan pada ku siapa sebenarnya dewa kematian itu" jawab leluhur Guan Li sembari menyiapkan energi spiritual nya.
Han Zhao tersenyum smirk saat mendengar ucapan leluhur Guan Li yang membuat diri nya, jauh lebih kelaparan dengan darah.
"Dasar dewa sialan!! Dari mana kau tahu bahwa aku ini dewa kematian?" tanya Han Zhao dengan senyum nya, sembari menghindari beberapa serangan dari para pendekar yang mulai menyerang nya.
"Aku ini seorang dewa.. Tidak mungkin kan jika aku tidak mengenali para dewa yang hampir setara dengan ku" ucap leluhur Guan Li yang membuat Han Zhao benar benar tersenyum lepas.
"Baiklah, Yang mulia. Akan ku perlihatkan pada mu apa itu ilmu kegelapan yang sebenarnya"
__ADS_1
"Aku menantikan hal itu putra kecil ku"
*DUARRRTT*
Lagi lagi suara ledakan terus terdengar di pusat kota kediaman Li. Bahkan beberapa rumah di sekitar sana hancur akibat pertarungan ini.
Han Zhao bertarung hanya menggunakan pedang merah nya, karna ia cukup pandai dalam menyrang menggunakan pedang. Jika ia menggunakan ilmu hitam nya, ia khawatir jika diri nya kehilangan kesadaran nya. Dan malah membuat kehancuran jauh lebih besar.
Sedangkan leluhur Guan Li, ia bertarung menggunakan energi spiritual nya. Ia juga dengan perlahan menyalurkan energi spiritual nya pada Han Zhao. Hal itu bertujuan untuk membuat stamina nya bertahan lebih lama.
Beberapa lama kemudian, Han Zhao sudah kelelahan dengan mereka para pendekar Li yang tak ada habis nya itu, padahal ia sudah berhasil membunuh sebagian nya. Lalu mengapa jumblah nya selalu bertambah
'Siall!! Mereka ini tidak ada habis nya. Aku belum mau menggunakan ilmu kegelapan ku.' pikir Han Zhao dengan nafas yang terengah engah.
Di saat para pendekar itu kembali berlari ke arah nya lagi, Han Zhao sempat menoleh ke arah leluhur Guan Li yang tengah sibuk bertarung dalam jumblah yang tak kalah banyak dari nya.
Namun, saat Han Zhao tengah memperhatikan serangan leluhur Guan Li.. Han Zhao menyadari bahwa kaisar Haocun Li diam diam menyelinap masuk ke dalam pertarungan leluhur Guan Li dan berlari ke belakang nya.
'Apa yang dia lakukan?!!!!' geram Han Zhao sembari berlari ke arah kaisar Haocun Li yang kini berada tepat di belakang nya.
"YANG MULIA, DI BELAKANG MUU!!!" teriak Han Zhao dengan suara keras nya. Ia mencoba memberi tahu leluhur Guan Li, tentang serangan kaisar Haocun Li di belakang nya.
*Srekkkkk*
Suara teriakan Han Zhao membuat leluhur Guan Li secara sepontan mengubah arah tubuh nya 90°. Namun sial nya, pergerakan yang di lakukan oleh leluhur Guan Li terlalu lama. Hingga serangan kaisar Haocun Li benar benar mengenai tubuh nya.
Han Zhao yang tengah berlari, menjadi terdiam saat manik mata nya melihat sebuah pedang tertancam hingga menembus dari belakang ke depan bahu leluhur Guan Li.
'Apa?? Apaaa???!!! Mengapa aku lama sekali tiba di sisi leluhur Guan Li?'
'Mengapa hanya aku yang terus melihat darah seperti ini?!!!'
'Hanya orang orang pengecut saja yang menyerang nya dari belakang'
'Mengapa hanya aku yang merasa dalam kobaran api seperti ini...Disini aku lah yang ingin menunjukan apa itu neraka yang sebenar nya'
Han Zhao terus bergeram pada diri nya sendiri. Pertarungan di sana di buat terhenti sejenak saat Han Zhao mulai merubah suasana di sana dengan aura dari energi spiritual nya.
*Duarrrttt*
Perlahan langit mulai berubah gelap, serta di hiasi dengan petir yang terus menyambar hingga ke permukaan tanah. Aura kegelapan macam apa ini??
__ADS_1
"H-Han Zhao??" panggil leluhur Guan Li saat mata nya terpana dengan sosok lelaki yang kini mulai kehilangan kendali nya.