
Kaisar Haocun Li tersentak gak percaya mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Han Zhao, membuat diri nya terdiam tak berkutik.
"Apa yang membuat anda datang sepagi ini, kesini?" tanya Han Zhao tanpa melihat ke arah kaisar Haocun Li di depan nya.
"Ho-hong Li, Apa yang terjadi pada mu?? Mengapa kau berbicara seolah olah kau tidak merindukan keluarga mu??" kata kaisar Haocun Li sembari melangkah pelan mendekati Han Zhao.
'Merindukan keluarga ku?? Apakah dia berbicara seolah olah aku tidak mengetahui siapa yang memberi kutukan pada Hong Li?' gumam Han Zhao yang terus melangkah mundur menjauhi kaisar Haocun Li.
Kaisar Haocun Li terheran saat melihat Han Zhao berjalan kebelakang. Menjauh dari nya "Hong Li, Ada apa??"
"Sudah ku katakan pada mu, pergi dari sini, dan jangan ganggu aku!!!" bentak Han Zhao sembari menghentikan langkah mundur nya.
"...."
Kaisar Haocun Li dan para pengawal kerajaan tersentak saat mendengar Hong Li berbicara dengan nada marah nya, membuat mereka terdiam tak berkutik, mereka tak mengerti bagaimana bisa Hong Li yang mereka kenal dulu menjadi seperti ini.
__ADS_1
"Tuan muda kedua Li, Jaga cara bicara mu ya!!! Tidak kah kamu tahu, sedang berhadapan dengan siapa saat ini??" kata salah seorang pengawal kerajaan yang terpancing emosi.
"Aku tahu, Saat ini aku sedang berhadapan dengan kaisar besar kerajaan Li, Lalu apa yang salah dari ucapan ku??"
"Kau ini....." geram pengawal kerajaan yang hendak akan mengeluarkan pedang nya.
"Heyy, Kendalikan amarah mu, ingatlah ini adalah putra mahkota kedua kediaman Li, jangan bertindak senonoh pada nya" salah seorang pengawal kerajaan yang lain memperingati teman nya.
"....." Han Zhao hanya terdiam sembari memperhatikan kedua pengawal kerajaan, yang terus berdebat satu sama lain.
"Hong Li" panggil kaisar Haocun Li dengan nada datar nya.
"Kembalilah ke Kediaman Li" ajak kaisar Haocun Li sembari melipat tangan kanan nya di depan.
"Kembali??"
__ADS_1
"...." Kaisar Haocun Li mengangguk pelan, saat Hong Li mengulang kata kata nya.
"Xiexie Ayahanda, Hong Li menghargai ajakan ayahanda, Namun, Hong Li tidak bisa menerima nya, atau bisa di katakan, saya menolak ajakan ayahanda" sahut Han Zhao dengan nada sopan nya.
"Ada apa Hong Li?? Mengapa kau menolak nya, kerajaan kediaman Li adalah rumah mu" sambung kaisar Haocun Li, yang berusaha membujuk Han Zhao.
"Duibuqi Ayahanda, Tapi Jawaban ku tetaplah sama, saya menolak ajakan ayahanda" Han Zhao kembali mengulang kata kata nya lagi.
Kaisar Haocun Li menghela nafasnya pelan, ia terlalu lelah jika harus terus berdebat dengan putra nya, Hong Li "Baiklah, aku akan memberi mu waktu hingga lusa, jika kau berubah pikiran, pergilah ke Bukit gunung Lou Ying" kata kaisar Haocun Li sembari membalikan arah tubuh nya.
Han Zhao tersenyum pelan, lalu mulai melipat kedua tangan ya di belakang tubuh nya "Bahkan jika anda menunggu jawaban saya hingga 3 bulan kedepan, mungkin jawaban saya untuk pertanyaan itu akan sama, Saya tidak akan kembali ke kediaman Li" sahut Han Zhao yang tak mempedulikan kaisar Haocun Li.
"Itu adalah keputusan mu, tentukanlah, aku akan menunggu mu" seru kaisar Haocun Li sembari bejalan ke arah gerbang kuil.
Disisi lain, Han Zhao hanya terdiam melihat punggung sosok ayah angkat Hong Li yang berjalan memblakangi nya, dengan angkuh.
__ADS_1
'Terjebak dalam suatu jebakan?? Anda ini sangat lucu kaisar, sampai sampai aku ingin tertawa saat mendengar anda mengatakan hal itu' gumam Han Zhao sembari tersenyum kecil.
"Jebakan di jaman kuno ini terlalu pasaran" ujar Han Zhao sembari membalikan arah tubuh nya, lalu masuk ke dalam aula kuil.