Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#47. Mari kita mulai permainan nya.


__ADS_3

Matahari kini telah memancarkan sinar nya, suara kicauan burung bahkan dapat terdengar melintas ke dalam telinga. Dewi Annchi bangun dari tidur nya, ia terkejut saat melihat tubuh nya terselimuti oleh jubah hanfu merah milik Han Zhao.


'Tubuh ku sudah membaik?? Apakah Han Zhao telah mengobati ku?!' gumam Dewi Annchi sembari memindahkan jubah merah milik Han Zhao ke atas tubuh Han Zhao yang masih tertidur pulas di sebelah nya.


'Maafkan aku yang selalu membebani mu, Han Zhao' Dewi Annchi mengelus lembut surai putih milik Hong Li sembari tersenyum kecil, Lalu bangun dari duduk nya, dan pergi menyiapkan makanan sebelum Han Zhao bangun dari tidur nya.


Dewi Annchi pergi keluar dari gua menuju ke sungai tempat biasa Han Zhao menangkap ikan, Namun Dewi Annchi datang ke sungai, bukan untuk menangkap ikan, melainkan ia mencuci hanfu putih milik Hong Li yang biasa di pakai Han Zhao sebelum nya.


Aliran sungai nya benar benar tenang, hembusan angin yang tertiup di udara juga cukup segar, Dewi Annchi menyiram hanfu nya dengan air, lalu mulai mencuci nya.


"Aku tidak mengerti, bagaimana bisa Han Zhao berada di tubuh Hong Li??" Dewi Annchi bertanya pada diri nya sendiri, sembari menatap ke arah banyangan diri nya di dalam air.


*Srekk...Srekkk*


Suara semak semak bergesekan, 4 pemuda asing datang entah dari mana, mereka berjalan ke arah Dewi Annchi yang sibuk dengan hanfu putih nya sembari terus bergumam tentang Han Zhao yang ada di pikiran nya. Terlalu sibuk memikirkan Han Zhao, Dewi Annchi sampai tidak menyadari beberapa pemuda sedang berjalan ke arah nya.


"Permisi Nona"


Dewi Annchi menolehkan kepala nya, ia sedikit terkejut saat melihat 4 pemuda berdiri di sebelah nya, dengan tatapan yang menakutkan "Si-siapa kalian??" tanya Dewi Ancchi sembari bangun dari duduk nya.

__ADS_1


"Kami datang ke mari atas perintah kaisar, Jika Nona tidak keberatan...maukah anda ikut bersama kami ke kuil, kaisar telah menunggu mu di sana" kata salah seorang pemuda itu sembari mengulurkan tangan nya.


Dewi Annchi yang merasa tidak mengenali 4 pemuda itu, membuat diri nya hanya terdiam sembari melangkah mundur secara perlahan 'Ha-Han Zhaoo...' Dewi Annchi yang ketakutan hanya bisa memanggil nama Han Zhao yang ada di dalam hati nya.


"Tenanglah Nona.. Kami tidak memiliki niat jahad pada mu" salah seorang pemuda itu mencoba meyakinkan Dewi Annchi.


"Ti-tidak..jangan paksa aku!!" ucap Dewi Annchi sembari berlari meninggalkan 4 pemuda itu di belakang nya. Namun, siapa sangka, melihat Dewi Annchi pergi melarikan diri, justru membuat 4 pemuda itu berlari mengejar nya.


"HANNN ZHAOOO" teriak Dewi Annchi dengan suara keras nya, hingga burung-burung di hutan ikut berterbangan setelah mendengar jeritan nya itu.


( Di sisi lain )


Kaisar Haocun Li tengah sibuk melihat list daftar nama gadis yang ikut dalam pemilihan selir ini. Seorang penasehat pribadi Kaisar Haocun Li ikut membantu kaisarnya memilih nama gadis yang menurutnya menarik.


Seorang ketua prajurit datang ke aula kerajaan kediaman Li dengan terburu buru, sembari membawa gulungan kertas yang berisi nama gadis lain nya.


"Ya-yang mulia" panggil ketua prajurit itu dengan nafas yang tidak beraturan sembari memberi salam hormat pada kaisar nya.


Kaisar Haocun Li hanya bisa menatap tajam ke arah ketua prajurit itu "Apa yang membuat mu datang terburu buru seperti ini?? Tidak bisa kah anda datang ke aula tanpa membuat suara berisik seperti itu??" Haocun Li bangun dari kursi tahta nya, lalu berjalan ke arah ketua prajurit yang masih dalam keadaan berlutut agak jauh dari nya.

__ADS_1


"Saya datang dengan membawa beberapa list nama gadis lain nya, Yang mulia"


"Lalu?? Mengapa anda terburu-buru ??" kaisar Haocun Li menghentikan langkah kaki nya di saat ia tepat di depan ketua prajurit itu.


Ketua prajurit menundukan Kepala nya, ia tak berani menatap ke arah kaisar yang kini berdiri di hadapan nya "Se-seorang gadis terakhir yang mengisi nama nya di list, Di-dia... Sangat cantik, Yang mulia" kata ketua prajurit itu sembari memberikan gulungan pada kaisar nya.


Kaisar Haocun Li dengan penasaran, ia meraih gulungan yang di berikan oleh ketua prajurit itu pada nya. Saat kaisar Haocun Li telah membuka gulungan nya, ia mulai membaca beberapa nama gadis yang berada di urutan terakhir.


'Siapa gadis ini?? Mengapa nama nya begitu asing untuk ku??' kaisar Haocun Li bergumam saat melihat salah satu nama gadis yang berada di list gulungan itu terlihat asing.


"Bawakan aku 10 orang gadis dari urutan terakhir yang ada dalam gulungan ini" pinta kaisar Haocun Li sembari memberikan kembali gulungan itu pada ketua prajurit di depan nya.


"Dimengerti, Yang mulia"


"Kau boleh pergi sekarang"


"Terima kasih yang mulia, prajurit mu ini izin undur diri" ucap prajurit itu bangun dari berlutut nya, lalu memberi salam hormat pada sang kaisar sebelum ia meninggalkan aula kediaman Li.


Kaisar Haocun Li mengkonfirmasi 10 orang gadis dalam list gulungan terakhir, berita ini pun menyebar ke seluruh kota kediaman Li, dan juga kota kediaman lain nya.

__ADS_1


Para gadis yang merasa nama nya ada dalam list itu, segera bersiap siap, untuk esok malam.


"Telah di konfirmasi ya?? Baiklah....Anda akan segera merasakan sebuah permainan yang begitu menyenangkan, dan mari kita lihat, sejauh mana anda bisa bertahan dalam permainan ini, Haocun Li-sama" sebuah smirk tajam terukir di wajah nya, dan membuat hawa di sekitar nya menjadi sangat suram dan begitu menegangkan.


__ADS_2