
Han Zhao terdiam. Ia tak tahu harus mengajukan keinginan seperti apa, yaaa..walau sejujurnya ia ingin sekali nekad dengan mengambil apa yang telah di ajukan oleh sang dewa kehidupan ini.
Mengapa di saat diri nya telah berhasil mengapai semua nya, ketika ia ingin sekali memiliki kenangan. Justru kenangan itu lah yang akan mengakhiri hidup nya. Mengapa semua terasa begitu tidak adil.
"Han Zhao ??"
"Iyaa??"
"Bagaimana?? Apa kau ingin mengubah keinginan mu??"
Han Zhao menggelengkan kepala nya "Tidak... Aku bersedia dengan resiko yang harus ku tanggung dari keinginan ku sebelum nya" ucap Han Zhao dengan keyakinan besar di hati nya.
"Apa kau yakin tidak menyesali nya??"
"Aku yakin, aku tidak akan menyesali nya" ucap Han Zhao lagi.
"Baiklah, kalau begitu...Pergi lah temui Hong Li, ajak dia kembali ke dunia kultivasi nya. Ku harap kalian bersenang senang"
"...."
"Han Zhao, terima kasih telah menunjukkan apa itu cahaya di kehidupan Hong Li yang baru"
Han Zhao mengangguk pelan dengan senyum kecil yang menghiasi wajah nya yang manis. "Terima kasih kembali Dewa... Kalau begitu saya izin undur diri" sahut Han Zhao sembari berjalan ke suatu cahaya di tempat itu.
•
•
Setiba nya Han Zhao di cahaya putih itu, ia dapat melihat jelas Hong Li telah berdiri tepat di hadapan nya. Tatapan serta senyuman Hong Li mengubah suasana serta rasa panas di dada Han Zhao.
"Hong Liii" teriak Han Zhao sembari berlari ke arah Hong Li di depan nya. Lalu memeluk erat tubuh lelaki itu.
"Han Zhao... Bagaimana kabar mu?? Sudah lama tidak bertemu" Hong Li menyambut kedatangan Han Zhao dengan penuh kehangatan. Bahkan di saat ia tahu tubuh yang tengah memeluk tubuh nya itu bergetar pelan, Hong Li tetap tidak melepaskan nya. Membiarkan Han Zhao menguras keluh kesah nya di dalam pelukan hangat nya.
__ADS_1
"......" Han Zhao sangat senang dapat bertemu kembali dengan Hong Li, di tambah lagi, ia masih begitu ingat dengan gelang yang kini masih melingkar di pergelangan tangan nya. ( HongZhao ) nama yang di buat oleh Hong Li khusus untuk nya.
"Ada apa Han Zhao.. Mengapa kau menangis??" tanya Hong Li dengan suara lembut nya.
Han Zhao melepaskan pelukan nya, lalu bergeleng pelan "Tidak ada, Aku hanya terlalu bahagia saat melihat mu kembali" sahut Han Zhao dengan senyum nya.
"Sungguh..??" Hong Li ikut tersenyum setelah mata nya melihat lelaki di depan nya ini tak lagi menangis.
Han Zhao mengangguk pelan "Rasa nya seperti mimpi, Aku sendiri tak percaya bisa berdiri bahkan berbicara dengan mu seperti ini lagi" kata Han Zhao sembari meneteskan sisa air mata yang tadi nya membendung di mata nya.
Hong Li hanya tersenyum kecil. Walau sebenarnya ia tahu, hanya ada kegelapan yang ada di dalam perasaan Han Zhao saat ini, ia ketakutan, cemas bahkan mengkhawatirkan sesuatu. Namun wajah nya terus tersenyum ke arah nya, itu membuat Hong Li merasakan ada hal lain yang di sembunyikan oleh Han Zhao dari nya.
"....."
"Hong Li..." panggil Han Zhao menyela Hong Li yng trngah melamun kecil.
"Eumm??" Hong Li yang tersadar, hanya kembali menatap ke arah lelaki di depan nya.
Hong Li sempat kebingungan dengan apa yang di katakan oleh Han Zhao pada nya. "I-Ikut?? Ikut dengan mu?? Lalu bagaimana dengan tubuh mu??" tanya Hong Li yang mengkhawatirkan tubuh di dunia Han Zhao.
Sementara itu, Han Zhao tetap tersenyum. Seolah ia tengah menyakinkan lelaki di depan nya. "Ini aku.. Disini lah wujud ku. Lupakan wujud ku didunia asli ku. Biarkan aku mengantar mu melihat dunia kultivasi yang telah lama kau tinggali" ucap Han Zhao dengan senyum lembut nya.
"Apa yang akan terjadi ketika kau ikut datang ke dunia ku??" tanya Hong Li yang khawatir.
"Ada beberapa hal yang akan terjadi. Tpi itu tidak penting. Semua akan baik baik saja Hong Li, kau harus tahu. Siapa ayah dan ibu mu yang sebenar nya" sahut Han Zhao. Namun kali ini Hong Li sangat terkejut dengan apa yang ia dengar.
"A-Apa maksud mu?? Ayah dan ibu ku yang asli?? Kaisar Haocun Li dan permaisuri Jiao Li lah kedua orang tua ku" ucap Hong Li.
Han Zhao menghilangkan senyum di wajah nya. Ia kembali ke vase di mana kegelapan menyelimuti nya. "Tidak Hong Li, mereka bukanlah kedua orang tua kandung mu. Saat kamu masih bayi, kaisar Haocun Li mengambil mu dari orang tua mu. Itu lah mengapa kau besar dari keluarga kerajaan Li"
"...." Hong Li terdiam, ia tak percaya dengan apa yang ia dengar Namun, mau bagaimana pun juga, ia memang tak pernah menyadari akan satu hal yang tak pernah ia dapatkan yaitu, Ia tak pernah mendapatkan batu giok ungu dari sekte Li.
"Kau tahu?? Mengapa energi spiritual tingkat dewa berpihak pada diri mu??" tanya Han Zhao.
__ADS_1
"Karna saat itu aku menghentikan aliran energi spiritual tingkat dewa, saat aku berumur 12 tahun" jawab Hong Li.
Han Zhao menggelengkan pelan kepala nya "Bukan itu"
"Lalu?" tanya Hong Li yang kebingungan.
"Penguasa energi spiritual itu adalah ayah kandung mu, ia tak ingin energi spiritual tingkat dewa jatuh ke tangan sekte Li lain nya. Itu lah mengapa leluhur mu datang saat itu" jelas Han Zhao
"Leluhur Li?? Apa maksud mu ayah ku adalah leluhur Guan Li??" tanya Hong Li yang diri nya sendiri tak percaya dengan apa yang ia tanyakan.
"Seperti tebakan mu, Yang mulia" sahut Han Zhao sembari membungkukan tubuh nya.
Mendengar hal itu Hong Li tidak bisa tidak percaya pada Han Zhao karna dari awal hanya diri nya lah yang tidak di ceritakan tentang leluhur dari sekte Li. Apakah ini alasan nya??! Kaisar Haocun Li tidak ingin diri nya bertemu dengan ayah nya sendiri.
"Hong Li" tegur Han Zhao di sela lamunan Hong Li.
Hong Li yang tersadar dari lamunan nya pun, hanya menatap ke arah lelaki yang begitu sabar dan tulus memberi tahu apa yang tidak ia ketahui. "....."
"Aku tahu ini sangat berat untuk di ketahui dengan cepat... Namun jika kau ingin tahu lebih dalam. Ikut aku, kita temui leluhur Guan Li bersama sama" ajak Han Zhao dengan pelan.
"....." Namun Hong Li masih tetap terdiam. Ia mencoba mengingat hal apa lagi yang tak pernah ia ketahui tentang sekte Li, sedangkan diri nya bermarga Li.
"Oh ya, Gege.... Bolehkah aku bertanya satu hal pada mu??" tanya Han Zhao sembari menundukan pandangan nya. Melihat ke arah kalung merah yang menggantung di leher nya.
Hong Li mengangguk pelan "Lanjutkan"
"Ibu? Dan ayah...ku, Bagaimana keadaan mereka saat ini??" tanya Han Zhao yang sebenarnya, ia sangat merindukan keluarga nya.
Hong Li tersenyum kecil. "Mereka baik baik saja, bahkan untuk saat ini, keluarga mu tak lagi terlibat masalah. Jadi kamu tak perlu khawatir" jelas Hong Li dengan anggukan kecil nya.
"Sudah siap?? Bisakah kita pergi sekarang??" tanya Han Zhao sembari mengulurkan tangan nya. Dan di raih oleh Hong Li.
"Tentu...bawa diri ku ini pergi bersama mu Han Zhao" sahut Hong Li sembari menggenggam tangan Han Zhao
__ADS_1