Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#71. Efek pemutusan piritual palsu.


__ADS_3

"B-Berhenti mengatakan hal yang tidak masuk akal!! Lagi pula untuk apa Hong Li menyamar menjadi seorang selir?!" seru Zhunting Wei dengan nada sedikit tinggi.


Bai Wuxian hanya bisa menundukan setelah mendengar seruan dari Zhunting Wei, Karna pengetahuan nya tentang penyakit tak pernah salah belakang ini. "...."


Disisi lain, Jing Li merasa tidak enak saat ia juga tak mempercayai seorang tabib yang cukup di kenal hebat ini. Rasa nya seperti ada yang ganjal, Ya...entah apa itu. Yang jelas Jing Li hanya ingin menghargai pengetahuan yang di ketahui oleh Bai Wuxian.


"Tuan muda Bai" panggil Jing Li dengan suara pelan nya, bahkan panggilan Jing Li ini dapat membuat kedua lelaki di sebelah nya menoleh secara bersamaan ke arah diri nya.


"Iya Tuan" jawab Bai Wuxian sembari mengangguk pelan.


"Bisakah anda jelaskan, Apa maksud dengan ucapan anda tadi??" ucap Jing Li.


Lagi lagi, respon yang di dapat oleh Jing Li selalu sama. Kedua lelaki yang berada di sebelah nya ini, sama sama menunjukan ekspresi terkejut. Bahkan melihat reaksi itu saja, hampir membuat Jing Li tertawa kecil.


"Tuan muda Li apa maksud mu" ( Zhunting Wei )


"E-Eggh, Lupakan saja ucapan ku tadi, Tuan" ( Bai Wuxian )


Zhuting Wei dan Bai Wuxian menanggapi ucapan Jing Li dengan waktu yang bersamaan. Dan itu membuat mereka saling menatap satu sama lain, setelah menyelesaikan ucapan nya.


Melihat tingkah kedua lelaki itu. Jing Li akhirnya melepaskan tawa kecil nya, sembari menggelengkan pelan kepala nya. "Masih ingin bertengkar??" tanya Jing Li.

__ADS_1


Kedua lelaki itu hanya menggelengkan pelan kepala nya. Yaa walau manik mata nya masih melirik tajam satu sama lain. "...."


Setelah melihat kedua lelaki itu terdiam, Jing Li kembali mengatur ketenangan nya. Ia mencoba mengatur nafas nya dengan cara mendenguskan nafas nya dengan pelan.


"Sekarang katakan!!" ucap Jing Li memulai pembicaraan di sana.


Bai Wuxian mengangguk pelan "Belakangan ini, telah terjadi pertukaran energi spiritual. Kejadian ini banyak terjadi di kalangan para pendekar muda, yang usia nya sekitar 20-25 tahun. Rumor ini memang tidak menyebar secara luas, karna para tabib di seluruh kota kediaman belum menemukan cara untuk menyebuhkan penyakit ini." jelas Bai Wuxian.


"Lalu?? Bagaimana dengan para pendekar muda itu?" tanya Jing Li dengan rasa khawatir nya.


Bai Wuxian terdiam sejenak, walau perasaan nya sangat gelisah, ia tetap harus memberitahu hal yang sebenarnya pada Jing Li. "Pada umum nya penyakit ini terjadi hingga melibatkan kedua pihak, atau bisa di katakan ini menyangkut nyawa kedua pendekar. Namun, jika salah seorang pendekar yang pernah bersentuhkan, pergi mengunjungi seorang tabib. Yaa mungkin, pendekar yang berkunjung ini bisa di selamat kan" lanjut nya.


Bai Wuxian menggelengkan pelan kepala nya "Tidak, mereka akan mati dalam jangka waktu 3-4 hari" jawab Bai Wuxian hingga membuat kedua lelaki di hadapan nya ini terkejut.


"A-Apa kau serius?!!" tanya Zhunting Wei sembari menatap tajam ke arah lelaki itu.


"Saya serius tuan. Ini bukanlah suatu kebohongan. Namun, disisi lain. Jika pendekar itu memiliki kemampuan yang tinggi dalam menahan rasa sakit yang berasal dari penyakit itu. itu akan menggambat, bahkan mengganti efek pemutusan energi spiritual palsu ini" jelas Bai Wuxian.


"Mengapa penyakit ini di katakan energi spiritual palsu??" tanya Zhunting Wei lagi.


"Karna aliran energi spiritual yang keluar dari tubuh seorang pendekar dan menyatu ke tubuh pendekar lain nya, itu akan membuat suatu gelombang atau efek perubahan energi spiritual baru."

__ADS_1


"Mengapa hanya pendekar muda yang dapat merasakan penyakit ini??" Jing Li ikut mengajukan pertanyaan nya.


"Hal itu saya tidak begitu mengetahui nya dengan jelas, yang pasti. Kultivasi yang di miliki para pendekar jauh lebih besar di bandingkan penduduk biasa. Itu lah mengapa penyakit ini lebih merespon tubuh seseorang yang memiliki kultivasi ataupun energi spiritual yang cukup besar" jawab Bai Wuxian.


Jing Li terdiam, kepala nya kembali mengingat hal yang terjadi di kediaman Li saat itu. Ia meletakan tangan ibunda nya ( Fang Yin ) di atas kepala nya. Disisi lain, kaisar Haocun Li juga sempat menepuk kedua bahu nya saat mereka tengah berbicara di halaman belakang kuil. Tak hanya itu, sebelum ia pergi menuju kuil kediaman Li, ia sempat menepuk pelan salah satu bahu Chyou Chen yang tengah melamun di pagi hari.


Sementara itu, Bai Wuxian yang melihat reaksi dari Jing Li membuat diri nya mengkhawatirkan ucapan nya barusan.


"Tuan muda Li" panggil Bai Wuxian menyela lamunan Jing Li.


"Tuan muda Chen " "Ayah...." "Bahkan selir nya"


Zhunting Wei dan Bai Wuxian terheran saat mendengar Jing Li memanggil Chyou Chen, ayah dan selir nya dengan nada yang terputus putus. Ada apa dengan nya?? Dia terlihat sangat gelisah.


"Tuan muda Li??" panggil Zhunting Wei yang mulai khawatir pada Jing Li.


"Kami bersentuhan" lanjut Jing Li sembari menatap ke arah kedua telapak tangan nya yang berada tepat di atas pangkuan nya.


"Tuan muda Li, Ada apa dengan mu?!!" tanya Bai Wuxian lagi, ia sudah cukup khawatir pada Jing Li.


Tanpa respon apa pun, tiba tiba Jing Li bangun dari duduk nya. Dan segera berlari menuju ke arah pintu luar. Disisi lain, Zhunting Wei dan Bai Wuxian sangat terkejut saat melihat tingkah aneh Jing Li. Itu membuat mereka ikut berlari mengejar Jing Li yang telah melesat jauh entah kemana.

__ADS_1


__ADS_2