Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#44. Kejanggalan??


__ADS_3

Saat Han Zhao dan dewi Annchi kembali ke gua nya, Han Zhao segera duduk di dekat batu besar, sembari melipat hanfu milik Hong Li yang masih basah. Saat melipat hanfu nya, Han Zhao dapat menyadari bahwa warna hanfu putih milik Hong Li ini telah memudar, Apakah karna Han Zhao tak pernah mengganti pakaian nya, setelah di cuci.


'Warna hanfu nya telah memudar, ini tidak terlihat seperti warna putih lagi' gumam Han Zhao sembari mengelus hanfu yang ada di atas pangkuan nya.


"Ada apa Hong Li??" tanya dewi Annchi yang terheran saat melihat Han Zhao tak berhenti menatap hanfu putih yang ada di atas pangkuan nya.


Han Zhao menoleh, merespon panggilan dewi Annchi "Tidak ada, aku hanya terheran, mengapa warna nya menjadi tidak putih lagi?" Han Zhao bertanya pada dewi Annchi namun tatapan nya tetap ke arah hanfu putih yang ada di pangkuan nya.


"Eumm...jika dilihat-lihat memang benar, Warna hanfu nya sudah tak terlihat seperti warna putih lagi, Mungkin karna sejak anda keluar dari kediaman Li, anda tidak pernah mengganti pakaian anda, dan itu menyebabkan warna putih nya memudar"


"Ohh begitu rupa nya" sahut Han Zhao sembari menoleh ke arah dewi Annchi.


Dewi Annchi tersenyum kecil sembari mengangguk pelan sebagai respon sahutan Han Zhao "...."


Malam pun tiba, Han Zhao tengah membakar ikan hasil tangkapan nya tadi sore di luar gua, sedangkan Dewi Annchi berada di dalam gua, ia menyiapkan beberapa minuman untuk makan malam nanti.


"Hong Li.."


"Iya, Dewii"


"Sudah cukup, anda terlalu banyak membakar ikan, bagaimana bisa kita menghabiskan ikan sebanyak ini hanya untuk 1 malam saja"


"Tidak apa dewi, jika masih tersisa, kita bisa menyimpan nya untuk hari esok bukan??"


"Haa.. Iya, yang anda katakan benar, Tapi..tetap saja, sudahh hentikan membakar ikan nya, sebaiknya kita makan terlebih dahulu, lalu tidur, ini sudah terlalu larut" kata dewi Annchi meminta Han Zhao berhenti membakar ikan.


Setelah, dewi Annchi memperingati Han Zhao untuk berhenti membakar ikan, Han Zhao bangun dari duduk nya, lalu ia mematikan api yang ia gunakan untuk membakar ikan. Beberapa saat kemudian, setelah Han Zhao telah selesai membersihkan tempat pembakar ikan, Han Zhao masuk ke dalam gua, terlihat dewi Annchi sedang duduk di depan makanan nya, sembari menunggu kehadiran nya.

__ADS_1


"Mangapa dewi tidak memakan nya duluan??" tanya Han Zhao sembari berjalan ke arah dewi Annchi.


"Aku ingin memakan nya bersama mu, Apakah itu salah??"


"Tidak ada...Namun anda jadi perlu menunggu ku sampai selesai membersihkan pembakar ikan"


Dewi Annchi tersenyum saat melihat Han Zhao duduk di depan nya "Tidak perlu di pikirkan, lagi pula aku juga tidak begitu lapar, jadi menunggu mu sampai selesai membersihkan pembakar ikan, tidak akan membuat ku kelaparan"


Han Zhao tertawa kecil saat mendengar perkataan dewi Annchi "Baiklah..Maafkan aku dewi, Aku telah membuat mu menunggu"


"Sudahlah tidak perlu di pikirkan, sebaiknya kita makan"


"Iya, Dewi"


Han Zhao dan Dewi Annchi memulai makan malam nya, terlihat sederhana, namun sangat nyaman, Han Zhao merasakan hal yang biasa ia rasakan ketika berada di samping ibu nya.


Di lain sisi, Dewi Annchi sedikit kebingungan, Mengapa Han Zhao tidak mengganti hanfu putih nya lagi?? Dan ia terus memakai hanfu berwarna merah, walau hanfu putih favorit nya sudah kering.


Hong Li adalah putra kedua kediaman Li, ia berusia 2 tahun lebih tua di bandingkan Han Zhao, Hong Li memiliki kepribadian yang cukup berbeda, ia memiliki sifat yang begitu baik, ia selalu memaafkan berbagai kesalahan orang lain pada nya, hingga kebaikan Hong Li membuat diri nya di manfaat banyak orang. Warna putih, adalah warna favorit Hong Li, Namun, entah kenapa, Hong Li sangat ketakutan saat melihat warna merah, ia benar benar trawma saat kejadian dimana ia dan Xion Wei pergi meninggalkan kediaman Li, Hong Li dapat melihat dengan jelas, begitu banyak darah berwarna merah yang keluar dari tubuh nya. Bahkan begitu banyak orang terluka karna membantu Xion Wei pergi membawa diri nya.


"Dewiii??" panggil Han Zhao menyela keheningan di antara nya.


"Iya??"


"Mengapa anda terus menatap ku seperti itu? Apakah ada yang salah dari ku??"


"E-eeee..Tidak ada yang salah ko"

__ADS_1


"Sungguh?"


Dewi Annchi mengangguk pelan, sebagai jawaban yang ia berikan pada Han Zhao "...."


"Ohh, begitu ya" sahut Hong Li sembari melanjutkan makanan nya


"Eum, Hong Li" panggil dewi Annchi dengan suara pelan nya, seperti ia ragu ragu memanggil Han Zhao.


Han Zhao melirik ke arah dewi Annchi yang berada di depan nya, sebagai respon panggilan nya "...."


"Apakah anda tidak berniat mengganti hanfu nya lagi??"


"Uhh?? Tidak"


"Begitu yaa"


"Eum?? Apakah ada yang salah?"


"Tidak ada"


"Hah??!!.."


"Sudahlah lupakan saja, lanjutkan makanan nya, lalu tidur lah dan beristirahat" kata dewi Annchi mengakhiri pembicaraan nya.


Han Zhao mengangguk pelan, mengiyakan ucapan Dewi Annchi "..."


Dewi Annchi tak bisa memalingkan pandangan nya, ia benar benar penasaran, apakah rumor tentang Hong Li sangat takut dengan warna merah itu adalah suatu kebohongan besar??

__ADS_1


'Merah?? Darah?? Kehancuran?? Itu adalah ketakutan nya, Namun..saat ini, detik ini, dan hari ini juga, dia memakai hanfu berwarna merah, dia juga bersikap begitu sangat tenang...ketenangan macam apa yang muncul di malam hari seperti ini?? Seolah olah ia adalah penguasa nya' gumam dewi Annchi dengan menundukan kepala nya.


'Si-siapa orang ini?? Hong Li?? Atau orang lain yang tinggal di dalam tubuh Hong Li??'


__ADS_2