Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#88. Kekhawatiran Hong Li


__ADS_3

Setelah beberapa lama kemudian. Han Zhao tiba tiba bangun dari istirahat- nya, saat mata nya terbuka pandangan nya langsung di pertemukan dengan bahu sosok lelaki yang menjadi sandaran nya. Karna terkejut, Han Zhao bangun dari duduk nya secara antusias. Hingga membangunkan lelaki yang tengah tertidur di sebelah nya itu.


"Ada apa? Apa istirahat mu sudah cukup??" tanya Chyou Chen yang masih dalam keadaan setengah sadar.


Han Zhao hanya terdiam, kepala nya mencoba mengingat kejadian yang terjadi sebelum ia tertidur pulas. Bagaimana bisa ia tertidur dengan kepala yang bersandar di bahu lelaki itu. Ini benar benar sangat gila


"...."


Melihat reaksi Han Zhao, membuat Chyou Chen kebingungan. "Apa ada yang salah?? Mengapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Chyou Chen lagi, sembari menyeka pelan salah satu mata nya.


Han Zhao mengerutkan kening nya, sembari menatap ke arah telapak tangan nya. "Berapa lama aku telah tertidur disini?!" tanya Han Zhao dengan nada panik nya. Seolah ada hal yang ia khawatirkan.


"Matahari sudah mau tenggelam. Kau tertidur dari matahari masih berada di atas kepala mu" jelas Chyou Chen sembari bangun dari posisi duduk nya.


Han Zhao terdiam sejenak, dan mulai memperhatikan pakaian yang tengah ia pakai.. Jubah hanfu?? Sejak kapan ia memakai pakaian seperti ini??.. Sebelum ia akan bertanya pada lelaki di depan nya. Mata nya langsung di buat mengerti, saat ia melihat Chyou Chen tidak menggunakan jubah dari hanfu nya.


"Gege.." panggil Han Zhao sembari menatap lembut ke arah lelaki di depan nya.


"Gege??" Chyou Chen mengulang ucapan Han Zhao.


"Apa?? Apa ada yang salah jika aku memanggil mu Gege??" tanya Han Zhao.


"Tidak!! Hanya saja, aku lebih suka jika kau memanggil ku dengan nama ku!!" ucap Chyou Chen sembari mengalihkan arah pandangan nya.


Han Zhao mengangguk pelan, lalu berkata. "Chyou Chen...Apa tidak sebaiknya kita kembali ke kota kediaman Li" kata Han Zhao dengan nada manja nya.


Chyou Chen menggeser bola nya "Tidak!! Sampai kondisi mu sepenuhnya pulih baru kita kembali." tolak Chyou Chen dengan nada datar nya.


Han Zhao mengerutkan kening nya, ia tampak sangat kesal oleh lelaki di depan nya ini. "Aku sangat mengkhawatirkan leluhur Guan Li... Aku juga ingin bertemu dengan Hong Li dan yang lain nya" protes Han Zhao sembari meraih pedang merah milik nya yang di sandarkan ke pohon.


"Hong Li?? Apa kalian sedekat ini?" tanya Chyou Chen dengan tatapan yang mulai merubah.

__ADS_1


Han Zhao menggeser bola mata nya ke atas, menatap ke arah lelaki itu yang mulai merubah tingkah nya lagi. "Jika kami memang dekat, Apakah ada yang salah?" Han Zhao bertanya balik pada lelaki itu.


"Tidak ada!!" sahut nya dengan singkat.


"Yaudah aku akan kembali ke kota kediaman Li, Jika kau tak mau ikut, aku akan pergi duluan" kata Han Zhao sembari menyiapkan pedang merah nya.


Masih dengan ekspresi yang sama. Chyou Chen mengalihkan pandangan nya "Aku ikut dengan mu" ucap Chyou Chen dengan malas.


Setelah itu, Han Zhao dan Chyou Chen melesat menggunakan pedang nya. Meski begitu, Chyou Chen dapat menyadari sebuah gelang yang melingkar di pergelangan tangan kanan Han Zhao. hal itu sangat membuat diri nya terpaku dengan rasa penasaran. Disisi lain... Tepat nya di kota kediaman Li, Hong Li tengah mengobati leluhur Guan Li dengan energi spiritual milik nya. Bahkan Longfei juga membantu Hong Li mengobati leluhur Guan Li.


Beberapa saat kemudian, setelah Hong Li dan Longfei selesai mengobati luka di tubuh leluhur Guan Li. Hong Li jadi mengingat apa yang di katakan Han Zhao saat itu. Rasanya sangat sulit tuk di percaya, ia duduk bersebelahan dengan leluhur Guan Li yang di katakan oleh Han Zhao sebagai ayah kandung nya.


Bahkan tangan nya saja, seolah ingin menggenggam tangan leluhur Guan Li sebelah nya. Rasa khawatir terus menyelimuti diri nya saat ini. Hingga membuat Longfei menyadari akan kegugupan Hong Li di sebelah nya.


"Gege??" panggil Longfei dengan suara pelan nya.


Hong Li menolehkan kepala nya pelan "Ada apa??"


Hong Li melirik sekilas ke arah leluhur Guan Li yang masih belum membuka mata nya. Lalu kembali menatap lelaki yang duduk tepat di sebelah nya ini. "Aku baik baik saja. Kau tak perlu cemaskan aku" sahut Hong Li dengan senyum kecil nya.


"Hmm...Apakah Gege ingin beristirahat sejenak?? Mengobati luka di tubuh leluhur Li pasti menguras banyak energi spiritual milik mu" ucap Longfei yang menawarkan Hong Li untuk beristirahat.


Namun tawaran Longfei hanya di jawab oleh gelengan kepala Hong Li "Aku akan tetap berada di sini sampai leluhur Li membuka mata nya" sahut Hong Li yang menolak tawaran dari Longfei untuk diri nya.


"Baiklah Gege, saya mengerti" Longfei mengalah dan mengikuti keinginan Hong Li yang terlihat begitu gelisah.


Sementara itu, Hong Li tak bisa berhenti memikirkan Leluhur Guan Li yang tak kunjung membuka mata nya, serta Han Zhao yang belum juga kembali ke kota kediaman Li. Apalagi saat Hong Li melihat Han Zhao pergi bersama Chyou Chen dengan kondisi yang sedang terluka parah. Rasanya benar benar membuat Hong Li cemas tak karuan.


'Han Zhao..... Kemana kau pergi bersama tuan muda Chen??'


'Mengapa sampai sekarang kau belum juga kembali..'

__ADS_1


'Kau terluka.... Biarkan aku mengobati mu Han Zhao'


'Jangan buat aku khawatir seperti ini'


Batin Hong Li yang terus menerus mengkhawatirkan keadaan Han Zhao. Bahkan Longfei sendiri tak bisa membuat Hong Li sedikit tenang dengan rasa cemas nya itu. Segala cara telah Longfei lakukan untuk mengubah suasana hati Hong Li. Namun tetap saja. Tidak ada hal yang dapat mengubah rasa gelisah di hati Hong Li saat ini.


Setelah beberapa lama menunggu, tiba-tiba sebuah lesatan di udara mengejutkan Hong Li yang tadi nya tengah melamun.


"HONG LI" teriak Han Zhao dari atas pedang nya.


Hong Li yang nama nya terpanggil, secara spontan menolehkan kepala nya. Mata Hong Li langsung di pertemukan dengan sosok yang ia khawatirkan saat ini. Kedatangan Han Zhao membuat Hong Li segera bangun dari posisi duduk nya.


"Han Zhaoo" panggil Hong Li dengan raut khawatir nya.


Melihat ekspresi yang terpasang di wajah Hong Li, membuat Han Zhao tersenyum kecil. "Gege... Mengapa raut wajah mu terlihat sangat cemas?? Apakah kau mengkhawatirkan ku?" goda Han Zhao dengan senyum lembut nya.


"Jangan bicara dari atas sana, Han Zhao. kau bisa terjatuh nanti nya" Hong Li menasihati Han Zhao yang belum mendarat dengan pedang nya.


Disisi lain, Han Zhao malah tersenyum ke arah lelaki yang terus mencemaskan nya, dari bawah sana. "Baiklah aku akan turun" ucap Han Zhao sembari melompat dari pedang nya. Hal itu membuat Hong Li terkejut dan dengan cepat menghampiri Han Zhao dengan pedang putih milik nya.


Sementara itu, Chyou Chen yang melihat pergerakan Hong Li yang begitu cepat, Membuat diri nya hanya terdiam. Yaa, walau sebenarnya ia ingin menghampiri Han Zhao tadi nya. Namun, karna melihat tindakan Hong Li yang begitu antusias, membuat diri nya mengalah dan terdiam.


"Jangan lakukan itu Han Zhao" oceh Hong Li setelah diri nya berhasil menangkap Han Zhao yang tak berhenti menunjukan senyum nya. Bahkan di saat diri nya dalam kondisi seperti itu, ia tetap tersenyum. Ada apa???


Di pihak lain, Melihat semua yang terjadi di sana. Longfei dapat menyadari hal yang di sembunyikan oleh lelaki yang tengah berada di sisi Hong Li saat ini.


Kening nya berkerut, mata nya tak berhenti menatap ke arah lelaki itu, seolah ia tengah menandai lelaki itu dengan penglihatan nya.


'Dewa kehidupan tengah berada di sisi nya?? Lelaki itu memiliki waktu yang singkat saat ini. Tapi mengapa ia tetap tersenyum seperti itu pada Hong Li? Apakah Hong Li tidak mengetahui hal seperti ini?' batin Longfei yang terus bertanya. Tatapan nya juga tak lepas dari wajah lelaki itu.


"Kita sejalan.. Hanya beda tingkatan...yang mulia"

__ADS_1


__ADS_2