
Pagi ini cukup cerah, angin pagi juga cukup segar tertiup di udara, Han Zhao bangun dari tidur nya dan duduk sejenak di atas ranjang nya.
"Gege" panggil Longfei yang baru saja datang ke kamar Han Zhao.
"...." Han Zhao melirik ke arah Longfei yang masuk ke dalam kamar nya dengan membawa selembar kertas di tangan nya.
"Gege bangunlah, pagi ini cuaca nya sangat indah, Gege tidak ingin pergi jalan jalan??"
"Nanti saja, tubuh ku cukup lelah saat ini"
"Lelah?? Apakah karna semalam Gege pulang terlalu Larut??" tanya Longfei yang cemas.
"Saya tidak berfikir begitu, Namun rasanya tubuh ku sakit sekali" keluh Han Zhao.
"Energi spiritual milik mu sedang mengalami vase peningkatan, mungkin karna itulah kestabilan tubuh mu menurun"
"Oh begitu ya"
"Tak apa Gege, nanti akan segera membaik setelah peningkatan nya selesai"
"Xiexie Longfei"
Longfei tersenyum kecil sembari menyerahkan selembar kertas pada Han Zhao.
"Apa ini??" tanya Han Zhao sembari menerima kertas pemberian Longfei.
"Pagi tadi, saat aku sedang duduk di halaman Kuil, tiba tiba datang seorang lelaki dan bertanya pada ku, apakah ia bisa bertemu dengan mu, maka aku jawab tidak bisa, ya mungkin itu sebabnya lelaki itu menitipkan sebuah surat pada ku"
Han Zhao mengangguk mengerti "Xiexie, Longfei".
Setelah memberikan surat, Longfei pergi meninggalkan kamar Han Zhao, sedangkan Han Zhao masih terduduk di atas ranjang nya sembari membuka selembar surat itu.
"......" Han Zhao mulai membaca isi dalam surat itu dalam hati.
__ADS_1
Saat Han Zhao telah selesai membaca isi surat itu, ia mulai menutup wajah nya dengan tangan kanan nya, Han Zhao tertawa kecil di balik tangan kanan nya itu.
"Ohh- anda berniat mengancam ku hanya dengan sebuah surat??"
"Baiklah akan ku tunggu ancaman itu terjadi, karna hati ku dan hati Hong Li tidaklah sama, Jadi, jangan berharap anda bisa mendapatkan belas kasihan jika berurusan dengan ku" seru Han Zhao sembari tersenyum smrik.
Setelah selesai membaca isi surat, Han Zhao pergi ke kolam pemandian, untuk membersihkan tubuh nya disana.
"Ahhh- segar nya, sungguh pagi yang indah" ujar Han Zhao yang sangat menikmati air kolam pemandian nya.
"...."
"Tuan" tegur seseorang dari belakang.
Han Zhao yang terkejut, spontan menolehkan kepala nya ke arah belakang.
"Pagi ini anda terlihat bahagia sekali"
"A-anda?? Leluhur Guan Li-sama??"
"Se-sejak kapan anda duduk disana??"
"Belum lama, Mengapa anda begitu terkejut??"
"Tidak ada" jawab Han Zhao sembari menolehkan Kepala nya lagi, tak melihat ke arah Guan Li.
Guan Li yang melihat tingkah Han Zhao membuat nya tersenyum kecil, meski tingkah dasar Han Zhao seperti anak kecil, namun cara pemikiran Han Zhao dalam mengambil tindakan itu tidaklah buruk.
"Guan Li-sama" panggil Han Zhao tanpa melihat ke arah nya.
"Eum???"
"Bolehkah saya mengajukan satu pertanyaan??" tanya Han Zhao dengan sopan.
__ADS_1
"Silahkan, mengapa tidak, memangnya hal apa yang ingin kamu tanyakan??"
"Para bangsawan di kerajaan besar, serta kaisar-kaisar, apakah mereka boleh bertindak seenak nya seperti itu pada penduduk desanya??"
Guan Li sempat kebingungan, ia tak mengerti apa yang di maksud oleh Han Zhao "Seperti itu maksudnya bagaimana??"
"Bertindak kasar, merampas, membunuh, Apakah hal itu wajar di lakukan oleh para bangsawan kerajaan yang memiliki kedudukan yang tinggi??"
"Tidak semua para kaisar atau bangsawan seperti itu"
"Sungguh??" Han Zhao mulai menolehkan kepala nya.
"Putra kedua kerajaan Li, yang bernama Hong Li contoh nya, ia adalah salah satu bangsawan yang tidak memiliki niat buruk di dalam hati nya"
'Tidak memiliki niat buruk?? Lantas apa yang di maksud Chyou Chen saat itu?? Hong Li tidak pernah membunuh siapa pun kecuali Jing Li, Gege nya sendiri??' gumam Han Zhao dalam diam nya.
"Mengapa kau bertanya hal seperti ini??" tanya Guan Li menyela gumaman Han Zhao.
"Tidak ada" sahut Han Zhao sembari menundukan sedikit kepala nya.
"Ingat saja kata-kata ku, Han Zhao"
"..." Han Zhao mulai menaikan kepala nya.
"Seseorang yang berhati jahad, akan menerima balasan yang setimpal atas perbuatan nya"
"...." Han Zhao terdiam, ia mengerti maksud dari apa yang di katakan leluhur Guan Li pada nya.
"Baiklah, maka dari itu, akulah yang akan membuat mereka merasakan penderitaan yang sama" ujar Han Zhao sembari berjalan keluar dari air kolam pemandian.
Sedangkan Guan Li justru tersentak, ia terdiam saat mendengar jawaban Han Zhao "Ka-Kau tidak bisa berbuat seperti itu, Han Zhao!!"
"Bisa, Karna aku bukanlah Hong Li, dan Hong Li bukanlah Aku, Hati kami tak sama , Pemikiran kami juga tak sama..Namun akan ku tebus semua rasa sakit yang di terima Hong Li selama hidup nya" kata Han Zhao sembari berjalan pergi.
__ADS_1
"...." Guan Li hanya terdiam melihat punggung Han Zhao menghilang dari hadapan nya.
Tak lama senyum kecil mulai muncul di wajah nya "Lakukan lah jika anda bisa, Han Zhao-sama"