Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#91. Kesalahan terbesar ku


__ADS_3

Setelah berjalan agak jauh. Akhirnya Longfei menghentikan langkah nya, dan memutar arah tubuh nya. Menghadap ke arah lelaki yang berdiri tepat di belakang nya.


Kenapa?? Kenapa tatapan nya begitu tenang, ini aneh. Kalau tidak salah, ia baru saja terlihat seperti orang kebingungan. Namun kali ini?? Dia berubah seketika dalam waktu yang sangat singkat.


"Katakan!!" ucap Han Zhao memulai pembicaraan di antara diri nya dengan Longfei teman nya.


"Mengapa anda terlihat begitu terburu buru yang mulia" sahut Longfei sembari melipat tangan kiri nya di depan perut nya.


Han Zhao mengerutkan kening nya, ia merasa sangat aneh dengan tingkah lelaki di depan nya ini. "Waktu ku tidak banyak!! Ku harap kau bisa menyelesaikan pembicaraan ini dengan cepat" ucap Han Zhao lagi.


Mendengar ucapan Han Zhao, membuat Longfei mengubah cara ia menatap lelaki di depan nya. Tatapan nya kini jauh lebih lembut di bandingkan sebelum nya, seolah tiba-tiba suasana suram menyelimuti hati nya saat ini. "Mengapa?? Mengapa kau melakukan hal seperti ini, Yang mulia" tanya Longfei dengan nada suara aneh nya, hingga membuat lelaki di depan nya bertambah kebingungan.


"A-Apa maksud mu??! Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang sedang kau ucapan pada ku saat ini" tanya Han Zhao yang tidak mengerti.


Longfei mengangkat tangan nya, lalu menepuk salah satu bahu lelaki di depan nya "Serapih apa pun kau menutupi nya. Suatu hari nanti pasti akan terungkap dengan sendiri nya, Yang mulia" ucap Longfei, yang kali ini membuat Han Zhao merubah raut wajah nya.


"Berhenti menyebutku dengan sebutan yang mulia!! Derajat mu jauh lebih tinggi dari pada diri ku" seru Han Zhao yang risih dengan sebutan ( yang mulia )


Mendengar ucapan Han Zhao membuat Longfei tersenyum kecil, ia juga menundukan kepala nya untuk menutupi senyum kecil yang terukir di wajah nya itu. "....."


Han Zhao kebingungan, mengapa Longfei tertawa?? Apakah ada yang lucu dengan ucapan nya. "Apa yang sedang kau tertawakan?" tanya Han Zhao yang sedikit kesal.


Longfei bergeleng pelan "Tidak ada, maafkan saya yang mulia" ucap nya sembari menghentikan tawa kecil nya.


"Lanjutkan!!"

__ADS_1


"Apa perlu ku katakan dengan jelas pada mu??" tanya Longfei dengan nada sopan nya. Seolah ia tengah berbicara pada atasan nya.


Han Zhao mengangguk pelan "Silahkan"


"Ilmu kegelapan yang kau gunakan untuk menyerang, dan bahkan menghancurkan sebagian besar kota kediaman Li saat ini. Telah tercatat sebagai energi spiritual tingkat dewa tertinggi, itulah mengapa kau dinyatakan sebagai dewa kematian oleh para dewa di langit. Apakah kau mengerti maksud ku yang mulia??" jelas Longfei, lalu bertanya pada lelaki di depan nya.


"Aku mengerti, Namun hal seperti itu tidaklah penting untuk ku" ucap Han Zhao sembari memutar arah tubuh nya, Membelakangi lelaki yang kini berdiri tepat di belakang nya


"Ku harap kau mengerti yang mulia. Hati mu terlalu besar, bahkan aku sendiri saja sulit menebak sedang berada di posisi mana diri mu saat ini" ucap Longfei lagi.


"Berada di posisi mana, Apa maksud mu?" tanya Han Zhao tanpa menolehkan pandangan nya.


Longfei tertawa kecil "....." tawa kecil Longfei membuat lelaki di depan nya mengepalkan tangan nya, karna menahan rasa kesal di hati nya.


Tertawa?? Longfei tertawa?? Kenapa... Kenapa tiba tiba dia tertawa jahat seperti itu. Padahal belum lama ia berbicara dengan nada yang begitu sopan, lalu mengapa sekarang tidak?? Ada apa dengan nya?


Di sisi lain, Han Zhao yang mendengar Longfei tiba tiba tertawa, membuat diri nya kembali memutar arah tubuh nya dan menghadap ke arah lelaki di belakang nya.


"......"


"Aku sudah sangat lelah yang mulia... Aku lelahhh" seru Longfei di sela tawa gila nya itu.


"...."


"Aku sangat tidak mengerti dengan jalan pikiran mu Yang mulia. Menyelamatkan Hong Li dari kehidupan yang suram ini dengan cara membunuh seluruh pendekar dan bahkan keluarga kerajaan dari klan Yi"

__ADS_1


"...."


"Sungguh konyol"


"Kau bahkan tidak bisa menyelamatkan hidup mu yang begitu singkat ini!! Apa kau pikir dengan kau menyelamatkan kehidupan Hong Li, kau juga bisa selamat kembali ke dunia asli mu?"


"...." Han Zhao terdiam. Mengapa?? Mengapa dia bisa mengetahui seluruh penderitaan yang tengah ia pendam saat ini. Dia marah, dia juga sedang membentak Han Zhao dengan nada kesal nya. Apa aku melakukan kesalahan?? Sangat sulit untuk di pikirkan saat ini. Han Zhao hanya bisa berdiri terdiam, sembari terus mendengarkan lelaki yang tengah berbicara dengan nya ini.


"Sungguh bodoh!!!"


"Memikirkan orang lain, Mempedulikan orang lain, Membantu orang lain, Melakukan apa pun untuk orang lain???"


"Ahahaha...."


"Kau melakukan semua itu hanya untuk Hong Li, Tapi, pernahkah kau sedikit saja melakukan sesuatu untuk diri mu sendiri, Yang mulia??"


Semakin lama Longfei terus mengatakan hal hal aneh, Membuat Han Zhao jauh lebih kesal, bahkan ketenangan dalam tubuh nya telah terganti. Kerutan di antara kedua alis nya mulai terlihat jelas saat ini.


"Tahu apa kau tentang diri ku!!!" sela Han Zhao dengan nada bentak nya.


Yaa....kali ini Han Zhao menanggapi seluruh ucapan Longfei mengenai diri nya. Rasa nya sangat kesal, namun Han Zhao masih tak mengerti mengapa Longfei melakukan hal seperti ini pada nya.


"Semua orang bahagia karna diri mu!! Tapi diri mu sendiri tak bisa kau buat bahagia, lalu apa guna nya diri mu untuk diri mu sendiri!!??" tanya Longfei yang ikut menyamakan tinggi nada suara nya.


"Berusaha nenanggung seluruh beban Hong Li, tapi kau sendiri tak bisa menanggung beban yang ada di dalam diri mu sendiri."

__ADS_1


"Berhenti mengkhawatirkan orang yang mulia. Untuk saat ini, diri mu lah yang butuh bantu mu. Bukan Hong Li maupun leluhur Guan Li. Apakah sesulit itu untuk memahami keadaan diri mu sendiri?" Longfei melanjutkan ucapan nya lagi.


"LONGFEI CUKUP!!!" dari kejauhan Chyou Chen berteriak meminta Longfei menghentikan ucapan nya pada Han Zhao. karna menurut nya, Semakin lama Longfei melanjutkan ucapan nya pada Han Zhao. Hal itu semakin membuat Longfei menyudutkan Han Zhao yang hanya terdiam mendengar nya.


__ADS_2