
Jing Li dan yang lain nya kembali ke kuil kediaman Li, Namun anehnya kuil kediaman Li terlihat begitu sepi dan kosong, seperti tak ada orang sama sekali didalam nya.
"Ke-kemana, perginya semua penghuni kuil kediaman Li ini??" tanya Zhunting Wei dengan nada gagu.
Jing Li melihat sekeliling kuil nya, yang benar benar tak ada orang sama sekali "Apakah mereka masih berada di aula??" Jing Li ikut bertanya.
Disaat mereka mulai bertanya-tanya satu sama lain, hingga mereka tak sadar ada seseorang datang dari arah belakang, Namun tidak dengan Chyou Chen yang terus berhati hati meski lingkungan sekitar kuil Kediaman Li sangat lah sepi, itu justru membuat nya curiga.
Chyou yang mendengar suara langkah kaki mendekat, seketika membuat nya memutar tubuh nya sembari mengeluarkan pedang milik nya "Berhenti disana!!"
Jing Li, Zhunting Wei dan Xion Wei yang mendengar suara Chyou Chen itu membuat mereka ikut menolehkan kepala nya.
"A-ayahanda??" panggil Chyou Chen dengan terbata-bata sembari memberi salam pada ayahannda nya.
"Hah??! Ya-yang mulia" Jing Li dan yang lain nya pun ikut memberi salam hormat pada kaisar Huai Chen.
Kaisar Huai Chen mengangguk pelan "Chyou, Apa yang sedang anda lakukan disini?? Setelah berbulan bulan anda tidak kembali ke kuil kediamnan Chen" tanya kaisar Huai Chen sembari melipat tangan kiri nya kebelakang.
Chyou Chen menundukan sedikit kepala nya Eumm, "Teima kasih ayahanda, Belakangan ini saya terlibat dalam sebuah misi, karna misi yang saya dapatkan belum terselesaikan, itu sebabnya saya tidak kembali ke kediaman Chen" jelas nya.
"Misi apa yang kau dapatkan, sehingga tak punya waktu sedikit pun untuk kembali ke kuil??"
"...."
"Mengapa kau tak menjawabnya??"
"....."
"Rumor yang beredar baru baru ini, tentang tuan muda kedua Li, sang pendekar berhati malaikat sekaligus pewaris energi spiritual dewa dari leluhurnya Guan Li,
Apakah anda menmbantu nya?"
Chyou Chen sedikit tersentak dengan pertanyaan ayahanda nya yang satu ini "mengapa ayahanda bertanya
hal seperti itu" Chyou Chen bertanya balik.
"Diperjalanan saya ke sini, saya melihat seorang pemuda berpakaian seperti seorang pendekar, ia pergi masuk kedalam hutan gunung Luo Ying"
"Gunung Luo Ying?"
Kaisar Huai Chen mengangguk pelan sembari menunjuk ke arah gunung Lou Ying "Energi spiritual milik si pendekar itu seperti nya sedang meningkat drastis, sehingga saat ia berlari tercium aroma energi spiritual milik nya yang begitu
besar"
"Ho-Hong Li?" Xion Wei yang tersadar bahwa itu adalah enargt spiritual milik Lui Wei
"Yang mulia, Saya izin undur diri, Xiexie yang mulia telah memberitahukan hal ini" lanjut nya sembari melesat pergi dengan pedang nya.
"...." Kaisar Huai Chen dibuat terdiam saat melihat salah seorang pamit pergi duluan.
"A-ayahanda ada perlu apa datang kemari??" tanya Chyou Chen menyela keheningan.
"Untuk bertemu si pendekar yang di undang datang ke kerajaan kediaman Li oleh kaisar Shen Yi"
“Apakah ayahanda juga bermiat untuk membunuh nya?9"
Untuk apa saya membunuhnya, meskı dia nanti telah mati terbunuh, apakah ada
untungnya??"
Kaisar Huai Chen tersenyum kecil saat melihat putra nya terdiam “Pergilah ke gunung Luo Ying, pendekar itu adalah teman mu kan?? Chyou Chen"
"...." Chyou Chen sedikit terkejut mendengar ucapan ayahanda nya.
"Mengapa kau terdiam seperti itu?? Apakah kau butuh bantuan Ku??"
__ADS_1
Chyou Chen bergeleng pelan "Terima kasih ayahanda, Sebaiknya ayahanda kembali ke kerajaan kediaman Chen, masalah ini saya akan menyelesaikan nya"
"...." Kaisar sedikit terkagum melihat keberanian putra nya, demi seorang teman, ia rela menantang hukum kekaisaran yang sepakat untuk membunuh Hong Li.
"Kalau begitu, saya dan yang lain izin undur diri ayahanda" ucap Chyou Chen sembari memberı salam lalu pergi dengan kedua teman nya ini.
Disisı lain, Xion Wei yang pergi duluan menuju ke gunung Luo ying itu merasakan kegelisahan yang begitu besar di dalam hati nya, walau Xion Wei tak tahu kemana ia harus pergi, jadi ia mengikuti kemana perginya aroma spıritual ini
menyebar keseluruh isi hutan.
Sedangkan disisi kaisar Haocun Li dan yang lain nya, juga dapat merasakan energi spiritual yang kini menyebar keseluruh kediaman yang ada.
'A-aroma inı kan??!' gumam kaisar Haocun Li sembari menghirup udara di sekitar nya.
"Saya yakin anda juga merasakan aroma energi spiritual yang tidak asing ini kan, yang mulia Haocun Li" seru kaisar Heng wei sembari menolehkan kepala nya.
"Tidak, kali ini aroma nya jauh lebih kuat dibandingkan 1 tahun yang lalu"
"Jadi maksud anda, aroma energi spiritual ini adalah milik leluhur Guan Li??"
"Saya sendiri juga tidak pasti"
"Ayahanda panggil Jia Li dengan nada pelan nya.
"Iya, ada apa Jia Li"
"Jadi selama ini Hong Ge masih hidup?" tanya nya dengan senyum di wajah nya.
Kaisar Haocun Li terkekeh saat mendengar pertanyaan putri nya, ia tak bisa menjawab apa pun dan hanya bisa menganggukan pelan kepala nya.
'Hong Li Kau masih hidup?? Ini adalah suatu berita bagus bukan?!' gumam Longfei yang tersenyum kecil sembari mendangakan kepala nya dan melibat ke arah langit malam.
Malam yang di selmuti oleh asap tipis spiritual yang berwarna hitam, siapa pun yang menghirup asap spiritual itu, akan membuat pernafasan nya berhenti, meski pemilik asap spiritual itu jauh dari hutan bukan berarti asap nva tidak menyebar keseluruh kediaman, bagai kabut kematian di malam hari.
Hong Li berlari jauh, ia tak peduli kemana ia berlari, ia hanya angin mnenjauhkan diri nya serta asap energi spritual nya menjauh dari kota.
"Apakah anda baik baik saja"
"....." Hong Li yang terduduk di tanah, mulai mendangakan sedikit kepala nya.
"Bangunlah, mengapa anda berlari lari di tengah malarn seperti ini?" tanya Guan Li sembari mernbantu Hong Li untuk berdiri.
"Terima kasih tuan"
"....."
Hong Li sangat terkejut saat diri nya tau bahwa lelaki yang ada di depan nya ini sangat familiar untuk nya.
"Le-leluhur Guan Li??" seru Hong Li sembari berjalan mundur.
"Ada apa?? Apakah saya membuat anda ketakutan??"
"Bu-bukankah, anda sudah mati 3 tahun yang lalu?? Ba-bagaimana bisa sekarang anda bisa ada disini??"
“Bahkan jika saya harus mati berkali kali, Namun dunia masih belum bisa melepaskan-saya, lantas saya bisa berbuat apa??"
"A-apa yang sedang kau bicarakan?!"
Leluhur Guan Li bergeleang pelan sembari menyerahkan tangan nya "Berikan tangan mu pada ku, tuan"
"A-apa y ang akan kau lakukan pada ku"
"Aku akan menghentikan penyebaran energi spiritual nya" sahut Guan Li dengan meraih pelan tangan Hong Li sembari menyalurkan energi spiritual nya.
"Mengapa anda ingın sekali membantu saya??"
__ADS_1
"Tidak ada, hanya saja anda belum ahli dalam mengendalikan energi spiritual mu sendiri, akan sangat berbahaya jika mereka mengetahui indetitas asli mu untuk
kedua kali nya".
"Kabar tentang kematian permaisuri Jiao Li, apakah anda sudah mendengarnya??"
"Iya, saya sudah mendengarnya"
"Xuan Li"
"Gadis itu yang telah membunuh ibunda mu, saat pertarungan di kediaman Li satu tahun yang lalu"
Hong Li terkejut saat diri nya tahu bahwa jiejie nya sendiri yang telah membunuh ibunda nya, tapi mengapa Jiejie membunuh Ibunda nya sendiri??
"Dari mana anda mengetahui hal ini??"
"Karna saat pertarungan saat itu, saya juga berada disana
Untuk apa anda berada disana, apakah anda berniat menghampıri ajal anda tuk kesekian kali nya??"
Leluhur Guan Li hanya tertawa saat mendengar ucapan Hong Li barusan.
"Apa yang memnbuat anda tertawva seperti itu??"
"Tidak ada, yang mulia"
"....."
"Kau ini sudah tumbuh besar ya" ucap nya dengan suara berbisik.
"Hah?? Apakah barusan anda mengatakan sesuatu???
"Tidak ada, yang mulia"
Setelah Leluhur Guan Li telah selesai menghambat peningkatan energi spiritual milik Hong Li, disana lah mulai terlihat kabut hitam yang menyelimuti kota mulai
menghilang terbawa angin.
"Terima kasih, Guan Li-sama"
"Tidak masalah, sekarang pergilah, anda sudah aman
Guan Li-sama" panggil Hong Li saat melihat Leluhur Guan Li hendak akan pergi.
"....."
"Bagaimana cara agar saya bisa membalas kebaikan mu, tuan??" lanjut nya.
"Balaskan dendam mu pada Xuan Li"
Hong Li sangat tersentak saat mendengar permintaan leluhur Guan Li "A-apa maksud mu??"
"Saya yakin anda memiliki hal semacam itu kan di dalam hati mu"
"...."
"Hanya saja, Hal itu masih tenggelam di dalam hati putih mu"
"Saya sungguh tdak mengerti dengan apa yang sedang anda bicarakan, walau hati saya memang ada hal seperti itu, saya sendiri yang akan mememdam semua itu di dalam diri ku, dan kan membiarkan nya keluar begitu saja"
"Kalau begitu, pergilah sejauh yang anda bisal!"
Hong Li sangat terkejut, walau ini bukan yang pertama kali diri nya di minta pergi menjauh dari kota, tapi tetap saja, rasa sakit ada di dalam hati nya, Hong Li juga bukan tipe orang yang mudah membenci hanya dengan ucapan seperti itu, karna yang di ucapkan leluhur Guan Li itu ada benar nya.
"Baiklah, saya akan pergi"
__ADS_1
"Kalau begitu, Saya izin undur diri Yang mulıa Guan Li-sama memberi salam lalu pergi" ucap nya sembari berjalan pergi.
Tidak akan heran saat melihat sosok pahlawan pergi meninggalkan Rumah nya, Kota nya, serta Keluarga nya, saat dia nya tahu bahwa monster sesungguh nya adalah diri nya sendiri, Demi keselamatan semua orang, sang pahlawan akan rela pergi jauh dari tempat tinggal nya, meski hinaan sering terdengar dı telinga nya.