
Suasana malam yang tadi nya sangat menyenangkan, kini berubah menjadi sangat suram. Semua berawal dari Longfei yang mengajak Han Zhao untuk berbicara. Namun, semua berubah setelah Longfei mengatakan seluruh sakit yang di rasakan Han Zhao selama ini.
Dia begitu sangat kejam. Tapi bagaimana bisa ia mengetahui hal seperti itu?? Padahal Han Zhao sendiri tak pernah menceritakan hal itu pada siapa pun.
Kesal?? Ya tentu saja, Han Zhao sangat kesal dengan perlakuan Longfei pada nya. Jika memang dia mengetahui hal seperti itu, lalu mengapa ia mengatakan nya dengan terang terangan seperti ini. Entahlah, semua terasa tercampur aduk di dalam diri Han Zhao saat ini.
"Dibelakang mu ada aku Yang mulia. Apa kau pikir aku tidak pernah mengetahui keberadaan mu saat kau datang pertama kali di tubuh Hong Li??" Longfei melanjutkan ucapan nya lagi.
Han Zhao hanya terdiam, tak ada hal lain yang bisa ia elak dari semua ucapan Longfei mengenai diri nya. "...."
Longfei tersenyum lembut, tatapan nya juga penuh dengan kasih sayang, ia meraih tangan Han Zhao dan memegang nya dengan pelan. Hingga membuat Han Zhao mengangkat sedikit kepala nya.
"Menolong ku, mengobati ku, menemani ku. Itu lah yang kau lakukan untuk ku."
"Aku tahu, saat itu yang hidup dan tinggal di tubuh Hong Li bukanlah Hong Li, itulah mengapa aku tak pernah keluar menemui para dewa maupun para ketua dari setiap sekte, hanya untuk menemani mu, Bahkan saat aku tahu bahwa kaisar Haocun Li mengirimkan sebuah mata kutukan pada mu. Aku sangat tidak tega untuk meninggalkan mu sendirian di kuil, tapi mau tidak mau aku harus melakukan itu. Pergi meninggalkan kuil dan mencari seorang tabib yang mampu memutuskan kutukan itu dari mu."
"Menemani mu, mengawasi mu. Bahkan saat kau pergi meninggalkan kuil dan tinggal bersama dewi Annchi di gua keadilan, aku tetap berada di sekitar mu"
"Kau memang tidak tahu hal itu. Tapi yang kulakukan adalah untuk menjaga mu agar tetap baik baik saja"
"Kau terlalu sibuk dengan tugas serta rencana mu. Sampai kau lupa cara nya menikmati kehidupan di sini, terutama bersama teman teman mu"
__ADS_1
Mendengar itu, Han Zhao tertegun. Mulut nya tak bisa mengeluarkan kata kata untuk menanggapi ucapan dari lelaki di depan nya ini. Sekali saja, ia ingin sekali saja mengatakan bahwa ia beruntung bisa bertemu dengan mereka disini. Tak perlu hidup abadi, ia hanya ingin tetap berteman dengan mereka, meski dunia berkata lain untuk nya.
"...."
Entah mengapa, tiba tiba longfei meneteskan air mata nya. Tetesan itu membuat Han Zhao terkejut saat melihat nya. "Kau juga datang dan bersumpah pada dewa kehidupan, Dan berkata pada nya, bahwa kau siap menanggung seluruh rasa sakit Hong Li selama ini, dengan menggantikan energi spiritual hitam Hong Li menjadi putih kembali. Mengapa kau lakukan hal nekat seperti itu??" lagi lagi Longfei melanjutkan ucapan nya.
Mendengar ucapan Longfei, kali ini membuat Han Zhao dan yang lain nya terkejut. Tak ada yang bisa berkutik satu sama lain, mereka tak percaya dengan apa yang di katakan Longfei barusan.
Bahkan Hong Li sendiri hanya bisa menatap ke arah kedua telapak tangan nya yang tengah gemetar pelan. rasanya sangat sulit tuk di percaya, bahwa Han Zhao dapat melakukan hal jauh dari pikiran nya.
"Lihat" pinta Longfei sembari memutar arah tangan Han Zhao, memperlihatkan pada nya serpihan yang mulai terus menerus keluar dari telapak tangan nya.
"...."
"Hanya orang orang bodoh saja yang akan melakukan hal seperti itu" ucap Longfei sembari melepaskan genggaman pada tangan lelaki di depan nya.
Han Zhao mengalihkan pandangan nya, saat tangan nya terlepas dari genggaman Longfei. "Apa?? Apa kau sudah selesai dengan ucapan mu itu?" tanya Han Zhao dengan nada aneh nya.
Longfei terdiam. Ia merasa tertegun dengan tanggapan yang baru saja di tunjukan oleh lelaki lawan bicara nya ini. "...."
Namun dari kejauhan, rasa kesal, marah serta kecewa telah menyelimuti perasaan serta hati Chyou Chen saat ini. Bahkan tangan nya juga telah terkepal kuat, menahan rasa panas di dada nya.
__ADS_1
"Han Zhao....Mengapa kau melakukan hal seperti ini??" tanya Hong Li yang menyela keheningan di antara kedua lelaki itu.
Han Zhao menggeser bola mata nya, melirik ke arah lelaki yang mengajak bicara diri nya itu, lalu tersenyum. "Hanya untuk diri mu" jawab Han Zhao dengan santai.
Yaa, tentu saja...semua tindakan yang di lakukan Han Zhao memang hanya untuk Hong Li. Tak peduli seberapa besar resiko yang harus ia tanggung, ia hanya ingin membuat Hong Li bahagia. Itulah keinginan nya selama ini.
Disisi lain, Hong Li yang mendengar sahutan dari Han Zhao membuat mata nya menampung genangan yang hendak akan jatuh dari mata nya.
"Kau tak perlu melakukan hal seperti itu Han Zhao!!! Bertemu dengan mu saja sudah membuat ku merasa senang. Kau tak perlu melakukan hal yang bertentangan dengan hidup mu seperti ini" seru Hong Li dengan nada serak nya. Ia juga berusaha melangkah perlahan mendekati Han Zhao yang berdiri jauh dari nya.
Han Zhao tersenyum lembut "Kesenangan itu tidak akan bertahan lama. Begitu juga dengan kehidupan" sahut Han Zhao dengan nada suara lembut nya.
"JANGAN BODOH!! SEMUA ITU TAK KAN TERJADI JIKA KAU TIDAK MELAKUKAN HAL SENEKAT INI" sambung Chyou Chen dari kejauhan. Ia terlihat sangat marah, tatapan nya sangat tajam. Bahkan ia juga berbicara dengan nada yang sulit di jelaskan.
"Ketakutan ku bukanlah kematian ku" Han Zhao menanggapi ucapan Chyou Chen yang sangat kecewa pada nya itu. Ia juga berusaha melangkah mundur menjauh dari Longfei yang berdiri di dekat nya ini.
Mendengar ucapan Han Zhao membuat Chyou Chen mengerutkan kening nya. Ia tak tahu, saat ini ia berada dalam amarah atau rasa menyesal. Sesak, panas, terpaku. Semua terasa tercampur aduk di dalam diri Chyou Chen saat ini
"Mengira diri mu ialah sosok iblis di balik kehancuran ini, adalah kesalah pahaman yang selalu ku benarkan" ucap Chyou Chen sembari menundukan pandangan nya.
Lagi lagi, Han Zhao hanya tersenyum saat telinga nya mendengar samar ucapan lelaki itu, tanpa menghentikan langkah mundur nya.
__ADS_1
Setelah ia benar benar jauh dari Longfei dan yang lain nya, tiba tiba saja sebuah aura kegelapan hitam keluar dari tubuh nya dengan perlahan. Hingga membuat ekspresi yang di tunjukan Han Zhao berubah drastis. Ia seperti sedang menahan sakit di tubuhnya.