Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#72. Dunia gelap gulita (Bagian 1)


__ADS_3

*Tak....Tak...Tak..tak*


Suara langkah kaki yang terdengar begitu cepat. Seorang lelaki berhanfu hitam tengah berlari entah kemana arah tujuan nya. Ia terlihat sangat panik, bahkan wajah nya yang tampan saja telah di basahi oleh keringat nya.


Langkah demi langkah, lelaki ini terus berlari tanpa henti. Hingga suara dengusan nafas nya terdengar jelas sampai ke telinga nya.


"Dimana kauu!!!!" teriak lelaki itu dengan nafas yang sedang terengah engah.


Bahkan saat ia tak mendengar sahutan apa pun, ia kembali berlari. Lelaki ini terlihat seperti tengah mencari seseorang!! Tapi siapa?? Dan bagaimana bisa mereka terpisah.


*BRUKKK*


Setelah cukup jauh ia berlari, lelaki itu berhenti sejenak sembari menjatuhkan lutut nya ke tanah. Ia terlihat begitu kelelahan. Namun, entah kenapa. Lelaki itu seperti tidak mempedulikan kondisi nya.


Meski sudah sangat lelah, lelaki itu berusaha berdiri kembali dengan bantuan pedang yang ada di pinggang nya.


"Mau sampai kapan kau terus bersembunyi seperti ini!!!" seru lelaki itu.


Dan tetap saja, seberapa banyak ia mengeluarkan suara nya. Hanya ada suara gemaan nya saja yang terdengar, itu sungguh membuat lelaki ini merasa kehilangan harapan nya.


Di tengah tengah keputusaan nya. Lelaki itu menghentikan langkah nya, dan mulai menjatuhkan pedang yang berada di tangan nya. setelah itu, lelaki ini juga kembali menjatuhkan lutut nya lagi. Kali ini dia benar benar kehilangan kepercayaan nya.


Mencari seseorang di tengah kegelapan itu, sama seperti menantikan bintang di pagi hari. Ada harapan, namun sulit tergapai.


"Aku tidak mengira bahwa kau akan mengejarku sampai sejauh ini"


Tiba tiba suara samar terdengar melintas di sekitar lelaki itu, hingga membuat nya terkejut lalu mengangkat kepala nya. Tidak hanya itu, lelaki itu juga menoleh kesana kemari, melihat ke sekeliling nya. Mencari sumber suara itu berasal.


"....."


"Ada apa?? Mengapa kau mencari ku??" suara itu bertanya pada lelaki yang terus menolehkan kepala nya.

__ADS_1


"S-Siapa kau??" tanya lelaki itu dengan suara gagu nya.


Mendengar ucapan gagu dari lelaki itu, membuat si suara mengeluarkan tawa kecil nya. Tawa itu bahkan bergema hingga memenuhi dunia gelap itu.


"Hahaha....Ada apa?? Kau terlihat begitu ketakutan" suara itu kembali menanyakan hal hal aneh pada lelaki ini.


"Siapa kamu!!" lelaki itu bertanya dengan suara lantang nya. Bahkan ia terlihat lebih berani di bandingkan sebelum nya.


"Hahaha... Siapa aku?? Kau bertanya siapa aku??" suara itu bertanya balik pada lelaki ini di sela tawa kecil nya.


Mendengar sahutan itu, membuat lelaki ini terdiam. Suhu tubuh nya benar benar telah berubah "...."


"Ini sangat aneh!! Mengapa kau tidak mengenali suara ku?? Ada apa??" suara itu kembali mengajukan pertanyaan yang serupa.


"...." Namun tetap saja, di saat suara itu menyelesaikan pertanyaan nya. Respon yang ia dapat hanya lelaki yang terus bergumam.


"Ahgg- Mengapa kau hanya terdiam seperti itu??"


"...."


Semua ucapan suara itu benar benar membuat suasana dari lelaki itu memanas. Bahkan tangan yang tadi nya terlihat pasrah, berada di atas pangkuan nya. Kini telah terkepal kuat, lelaki itu terlihat sedang menahan amarah nya.


"Ouhhh, Menyeramkan sekali. Mengapa kau menahan amarah mu seperti itu?? Apakah perlu ku tunjukan sesuatu yang menarik untuk mu??" suara itu bertanya lagi, Namun kali ini respon lelaki ini berbeda. Ia terlihat begitu penasaran dengan hal yang akan di tunjukan suara itu.


"A-Apa maksud mu?!!" tanya lelaki itu di sela tahan amarah nya.


Setelah mendengar sahutan yang berbeda dari lelaki itu, membuat suara ini kembali tertawa. Namun secara tiba tiba sekeliling lelaki itu yang berawal gelap, kini menjadi jauh lebih gelap di bandingkan sebelum nya.


"Tuan, Mari kita lihat. sejauh mana kau bisa menahan hal semacam ini" suara itu kembali berbicara sebelum suasana di sana ikut berubah menjadi sangat suram.


Beberapa saat kemudian, tiba tiba saja muncul sebuah cermin yang besar. Cermin itu tengah menunjukan seorang lelaki berhanfu hitam tengah berjalan dengan tangan kanan yang sedang menyeret pedang nya yang berwarna merah ke tanah. Ditangan lain nya, lelaki itu tengah menyeret tubuh yang telah menjadi mayat.

__ADS_1


Tubuh itu telah hancur. Bahkan sangat sulit tuk di kenali siapa pemilik tubuh itu.


Melihat hal itu langsung dengan kedua mata nya sendiri, membuat bulu duduk nya berdiri. Yaaa memang nya siapa yang tidak takut jika melihat hal seperti itu.


"Ada apa?? Kau takut??" suara itu terdengar kembali. Ia seperti sangat senang ketika melihat ekspresi terkejut lelaki ini.


"Me-Mengapa kau jadi seperti ini!!!!" teriak lelaki ini sembari memejamkan mata nya.


"Apakah kau masih mengira aku ini manusia yang baik?? Malaikat?? Berhati suci?? Bualan macam apa itu" ucap suara itu.


Lelaki ini tercengang saat mendengar sahutan dari suara itu, yang benar saja. Semua itu tampak seperti sedang meremehkan nya.


"Berhenti bercanda!! Mengapa kau jadi seperti ini!!" seru lelaki itu dengan menaiki nada suara nya.


"Hahaha....Apa yang baru saja kau katakan?? Kau ini lucu sekali"


"....."


"Tidak ada yang berubah. Kau hanya baru melihat sikap asli ku!!"


"KAU!!!!! APA MAKSUD MU"


"Aku?? Maksud ku?? Aku tidak bermaksud apa pun. Mengapa kau terus menggeretakan gigi mu seperti itu?"


"......"


Melihat lelaki ini terdiam, dengan perlahan sosok lelaki mulai muncul secara perlahan. sosok itu muncul tak jauh dari nya.


Bahkan saat tubuh nya mulai terlihat jelas, ia seperti sedang tersenyum pada lelaki ini. Tatapan nya cukup datar, Lalu bagaimana bisa ia tersenyum seperti itu.


"Aku ingin tahu.. Mengapa kau mengejarku sampai sejauh ini?! Apa kau mengkhawatirkan ku??"

__ADS_1


"....."


"Tuan muda Chen"


__ADS_2