Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#OVA 1 Aku menyayangi mu


__ADS_3

"Apa yang terjadi??" tanya Zhunting Wei yang merasakan suara kegelapan yang begitu besar menyebar di sekitar nya.


Menyadari akan perubahan lingkungan di sekitar nya. Longfei kembali menatap ke arah lelaki yang tengah menatap ke arah diri nya, dengan tatapan yang cukup tajam.


"Ada apa?? Bukan kah kau juga mengetahui hal seperti ini?? Mengapa kau hanya menatap ku?! Mengapa tidak katakan saja secara langsung, agar mereka juga tahu hal seperti ini?" kata Han Zhao dengan senyum di wajah nya. Dia senang?? Tidak!! Dia tengah memaksakan wajah nya untuk tetap tersenyum, walau sejujurnya rasa sakit tengah mengerumungi nya saat ini.


Longfei yang menjadi pusat tatapan tajam Han Zhao, membuat diri nya kali ini terdiam. Kepala nya mulai bergeleng pelan, seolah ia tak berani mengatakan sesuatu yang ia ketahui tentang lelaki itu.


"......."


Han Zhao menaiki salah satu alis nya ke atas, lalu berkata "Tak apa, katakan saja!! Lagi pula di benci oleh nya, adalah hal yang paling ku tunggu-tunggu" ucap Han Zhao lagi.


Namun tetap saja, respon yang di tunjukan Longfei tidak berubah. Ia tetap menggelengkan pelan kepala. Hingga membuat suasana di sana tercampur aduk. "....."


"Berhenti menggeretak nya!!! Jika ada hal yang ingin kau katakan, mengapa tidak katakan sendiri saja?!" sambung Chyou Chen sembari berjalan ke arah lelaki yang tengah berdiri jauh dari nya ( Han Zhao ).


Melihat Chyou Chen yang mencoba menghampiri Han Zhao dengan pedang di tangan nya membuat leluhur Guan Li bangun dari posisi duduk nya. "Tuan muda Chen HENTIKAN!!" seru leluhur Guan Li yang mencemaskan keadaan Han Zhao saat ini.


Disisi lain, Meski Chyou Chen dapat mendengar suara teriakan leluhur Guan Li, ia tetap tak menghentikan langkah kaki nya. Ia terus berjalan hingga berdiri agak dekat dengan lelaki bersuara hitam pendek di depan nya ini.


"...."


Saat melihat ke arah lelaki yang berdiri di depan nya. Han Zhao melirikan bola mata nya ke arah pedang yang berada dalam genggaman lelaki itu. Tangan nya gemetar, namun raut wajah nya terlihat sangat mengerikan. Dia ini sedang ketakutan atau sedang marah??.


Han Zhao tersenyum lembut sembari merentangkan kedua tangan nya, seolah ia tengah menyerahkan seluruh tubuh nya pada lelaki yang ada di depan nya. "....."


"Kau berbohong pada ku" ucap Chyou Chen dengan tatapan yang sangat sulit tuk di jelaskan.


Han Zhao tersenyum lagi, sembari bergeleng pelan. "Aku tidak membohongi mu." sahut Han Zhao dengan ekspresi tenang nya.

__ADS_1


"Kau berkata pada ku, semua akan usai setelah kau berhasil membunuh kaisar Haocun Li. Lantas?! Mengapa hal seperti ini terjadi?" tanya Chyou Chen dengan nada suara yang sedikit gemetar.


Han Zhao tertunduk, tubuh nya gemetar pelan. Rasa bersalah kini telah menyelimuti seluruh hati serta pikiran nya. "A-Aku minta maa-


"Aku tidak membutuhkan kata maaf dari mu itu!! Aku sangat tidak mengerti dengan jalan pikiran mu!!" sela Chyou Chen di tengah ucapan Han Zhao yang belum selesai.


Disisi lain, Hong Li berusaha menghampiri kedua lelaki yang tengah berbicara itu. Rasa nya sangat aneh, Namun semua ini terjadi atas nama nya. Hal itu membuat Hong Li sedikit merasa bersalah, terutama pada sosok lelaki yang telah membebaskan diri nya dari kebohongan dunia Li.


Langkah demi langkah, Hong Li akhirnya berdiri tepat di dekat Chyou Chen. Namun dari kejauhan, leluhur Guan Li juga ingin menghampiri lelaki itu. Han Zhao.??.... Ya siapa lagi yang di khawatirkan oleh leluhur Guan Li saat ini.


Namun sayang nya, niat leluhur Guan Li untuk menghampiri ketiga lelaki itu, di hentikan oleh Jing Li dan juga Xion Wei. Mereka berkata pada nya untuk membiarkan mereka membicarakan hal yang harus mereka bicarakan. Jangan ganggu mereka. Rasa nya untuk saat ini tidak tepat untuk ikut campur dalam urusan yang tak pernah mereka tahu asal nya.


Suram...Gelap...Hampa. Semua rasa bersalah, menyesal serta amarah, kini telah tercampur menjadi satu di dalam pikiran Han Zhao. Kedua mata nya tak kuasa melihat ke arah dua lelaki yang berdiri tepat di hadapan nya. ( Chyou Chen, Hong Li ).


Melihat Han Zhao menundukan pandangan nya, membuat Hong Li berjalan menghampiri Han Zhao. Lalu memeluk dengan lembut tubuh sosok lelaki yang agak kecil di depan nya.


Saat Hong Li memeluk tubuh Han Zhao. Hong Li dapat merasakan dengan sangat jelas, bahwa tubuh lelaki yang ada di dalam pelukan nya ini tengah gemetar hebat. Seolah ketakutan tengah menguasai jati diri nya.


Meski ia mendengar lelaki yang tengah memeluk tubuh nya saat ini memanggil nama nya, Han Zhao tetap terdiam. Ia juga membalas pelukan Hong Li pada nya. "....."


Rasa ketakutan perlahan mulai mereda dari dalam pikiran hitam Han Zhao. Pelukan yang Hong Li berikan pada nya terasa begitu hangat dan menenangkan, seolah Hong Li sedang memberikan nya kekuatan.


"Tak apa Han Zhao.. Jangan takutt, aku ada disini" ucap Hong Li sembari sedikit mempererat pelukan nya.


Han Zhao menenggelamkan kepala nya di dalam pelukan Hong Li, mencoba mengeluarkan air mata nya di dalam sana. Sambil berkata pada Hong Li. "Gege.. Katakan pada ku, Apakah aku telah mengecewakan mu??" tanya Han Zhao di sela isakan kecil nya.


Hong Li bergeleng pelan, tangan perlahan membelai lembut kepala belakang Han Zhao. "Tak ada hal yang membuat ku merasa kecewa. Percayalah pada ku Han Zhao, diri mu adalah hal yang paling terbaik untuk ku" sahut Hong Li sembari memejamkan mata nya.


"Terbaik?? Ku rasa kau salah dalam menilai ku." Han Zhao melepaskan pelukan nya pada Hong Li,

__ADS_1


Hong Li tersenyum lembut sembari menggelengkan pelan kepala nya. "Aku mengatakan hal yang sebenarnya." ucap nya dengan lembut.


Han Zhao terdiam, terkadang manik mata nya sesekali melirik ke arah lelaki yang berdiri di belakang Hong Li. "...." Han Zhao sangat menyesal telah berbohong pada Chyou Chen. Namun untuk saat ini, sangat sulit untuk berbicara pada nya.


"Terima kasih, Han Zhao" ucap Hong Li lagi. Namun kali ini. Hong Li berbicara sembari meneteskan air mata yang terjatuh dari bendungan di atas kantung mata nya.


"Gege?? Ada apa dengan mu?" tanya Han Zhao yang kebingungan, karna tangan nya lagi lagi di genggam dengan lembut oleh sosok lelaki yang berdiri di depan nya.


Hong Li menundukan kepala nya, bahkan tetesan air mata nya ikut berjatuhan hingga ke atas permukaan tanah. "Terima kasih, kau telah melakukan banyak hal untuk ku. Aku tak tahu harus berkata seperti apa lagi pada mu. Bahkan harta kekayaan ku saja belum mampu untuk membayar pengorbanan mu selama 6 tahun ini" kata Hong Li tanpa mengangkat kepala nya.


Han Zhao tersenyum kecil, mata nya kini telah berkaca kaca melihat serta mendengar ucapan Hong Li pada nya. "Itu sudah menjadi bagian dari tugas ku bukan??" ucap nya sambil tersenyum lembut. Bahkan sakin lembut nya, kedua mata Han Zhao juga ikut terpenjam saat senyum mulai terukir di wajah nya.


"Aku sangat menyesal telah membuat mu sampai seperti ini" lanjut Hong Li sembari mempererat tangan nya menggenggam tangan lelaki di depan nya.


"...."


"Aku telah menyusahkan mu, hingga akhirnya aku juga membuat mu menyerahkan hidup mu semudah ini. Han Zhaoooo, maafkan aku. Aku telah membuat mu kehilangan semua nya" lagi lagi Hong Li melanjutkan ucapan nya.


Han Zhao tersenyum, melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Hong Li. Lalu ia memegang kedua bahu samping Hong Li, hingga membuat Hong Li mengangkat kepala nya.


"Tak apa... Tubuh ku sudah lelah jika harus terus berjuang. Aku ingin sesekali menyerah dalam hal seperti ini. Beristirahat sejenak setidak nya membuat tubuh ku kembali pulih" ucap Han Zhao yang mulai merasakan tubuh nya perlahan mulai memudar.


"Omong kosong macam apa itu.?!! Waktu istirahat mu tidak akan bisa mengembalikan diri mu ke dunia asli mu" sambung Chyou Chen sembari mengeratkan genggaman nya pada pedang di tangan nya.


Han Zhao mengangguk. "Setidak nya, aku tidak lagi merasakan panas di dada ku, aku tidak lagi mengkhawatirkan diri ku sendiri. Semua telah usai, beristirahat adalah keinginan terbesar ku" sahut Han Zhao yag kini berdiri dengan posisi yang tak stabil. Seolah kesadaran nya mulai menghilang secara perlahan.


"Apa kau sudah gila?!! Aku menunggu mu selama 2 tahun, saat kau tinggal di kuil kediaman Li. Dan sekarang?? Kau berkata bahwa kau akan pergi lagi?" tanya Chyou Chen dengan nada yang sedikit berteriak dalam isakan kecil nya.


Han Zhao tertunduk. "Maafkan aku, maafkan aku Chyou Chen" ucap Han Zhao dengan rasa bersalah di hati nya.

__ADS_1


"Jika bukan karna diri mu, menunggu selama ini, tak kan pernah ku lakukan" sahut Chyou Chen lagi.


"Aku menyayangi mu"


__ADS_2