
Marahhh?? Jelas rasa marah itu ada, dan kini sedang menyelimuti semua pikiran Chyou Chen. Rasa nya seperti terbakar di atas api yang sangat besar..
Sejujurnya, Chyou Chen sebelum nya tidak pernah marah jika mendengar orang lain menjelekan Hong Li, Namun kini, mengapa rasanya sesak sekali?? Seolah olah sesuatu menusuk ke dalam diri nya.
Disisi lain...
( Di dalam hutan gunung Lou Ying )
Longfei tengah berjalan jalan seorang diri di dalam hutan, terkadang sesekali mata Longfei di buat melirik ke sana kemari mencari keberadaan Han Zhao, yang sudah lama tidak kembali ke kuil nya.
Setelah berjalan cukup jauh ke dalam hutan, Longfei di kejutkan saat melihat seorang pemuda tergeletak di pinggir danau, sudah tak sadarkan diri. Longfei yang melihat hal itu, membuat diri nya, berlari menghampiri pemuda itu.
Manik mata Longfei terbuka lebar, ia tak percaya dengan apa yang ia lihat di depan mata nya, Han Zhao terkapar di tanah dengan kondisi yang parah, sekujur tubuh nya, di penuhi dengan lebam berwarna ungu.
Longfei yang mengkhawatirkan nya, segera membawa Han Zhao kembali ke kuil nya.
Sesampai nya di kuil, Longfei membawa Han Zhao kembali ke kamar nya, setiba di kamar, Longfei membaring kan pelan tubuh Han Zhao yang terluka parah itu. Belum lagi darah yang terus mengalir dari kepala nya, itu benar-benar membuat Longfei sangat mengkhawatirkan Han Zhao.
__ADS_1
Saat ini, Han Zhao telah terbaring lemas di atas ranjang nya, Longfei duduk tepatnya di samping ranjang milik Han Zhao. Longfei duduk, sembari terus menatap ke arah Han Zhao yang masih terbaring di depan nya itu.
Sungguh tak kuat, momen ini membuat Longfei kehilangan kesadaran nya, ia benar benar merasa marah dan cemas, semua tercampur aduk di dalam kepala nya.
'Hong Li?? Ada apa?? Apa yang terjadi pada mu??'
'Hong Li...'
'Hong Li... Buka mata mu, kau sungguh membuat ku sangat mencemaskan mu'
'Hong Li...'
"Gege...Buka lah mata mu...aku merindukan mu, jangan tinggalkan aku lagi, Gege" ucap Longfei sembari menjatuhkan kepala nya ke atas ranjang, dimana Han Zhao terbaring di atas nya.
Tak beberapa lama kemudian, akhirnya Longfei tertidur dalam posisi duduk dengan kepala yang berada di atas ranjang, serta tangan yang masih menggenggam erat tangan Han Zhao, yang masih tak sadarkan diri.
Sungguh sunyi suasana kuil saat ini, Di saat Longfei dan Han Zhao tertidur di satu kamar yang sama, Leluhur Guan Li datang ke kamar itu dan melihat kedua sahabat yang sedang tertidur nyenyak di hadapan nya.
__ADS_1
Namun...Diselang beberapa detik, setelah memeperhatikan Longfei dan Han Zhao, membuat Leluhur Guan Li dapat melihat rasa cemas yang terukir jelas di wajah Longfei, ini memang terlihat aneh, Sang kaisar yang berkedudukan tinggi, serta memiliki energi spiritual yang cukup menakutkan, kini tertidur dalam keadaan yang terselimuti oleh rasa cemas dan gelisah.
"Kaisarrr...Rasa mu khawatirmu pada nya terlalu besar, hingga kau melupakan kedudukan mu berada jauh lebih tinggi di bandingkan Hong Li..Meski suatu saat nanti Hong Li berada di posisi kaisar tingkat dewa ketiga. Kau tetap tidak bisa memperlakukan nya seolah kalian berkedudukan di atas tahta yabg setara" ucap Leluhur Guan Li sembari mengelus lembut kepala Han Zhao.
"Mencoba mengungkapkan begitu banyak rahasia, serta menyusun rencana kehancuran di waktu yang bersamaan, Akan membuat mu cepat lelah" leluhur Guan Li mulai mengobati Han Zhao dengan energi spiritual nya, yang mengalir melalui sentuhan sangat di kepala nya.
"Tidak perlu di pikirkan Han Zhao, itu hanya akan membuat mu kelelahan saja, banyak lah beristirahat agar energi spiritual milik mu, dapat menyatu dengan tubuh mu"
"Anda telah banyak membantu ku...Terima kasih Han Zhao" ucap Leluhur Guan Li yang telah selesai mengobati luka di tubuh Han Zhao.
Tubuh yang berawal penuh dengan lebam berwarna ungu, kali ini telah sembuh setelah leluhur Guan Li menyalurkan energi spiritual nya.
Setelah terdiam beberapa saat, leluhur Guan Li membalikan arah tubuh nya, lalu mulai berjalan meninggalkan Han Zhao dan Longfei yang masih tertidur di dalam kamar nya.
Sungguh momen yang tak luput dari pandangan leluhur Guan Li, Rasa senang kini memenuhi hati nya yang gelap saat ia kembali merasakan pelukan hangat yang di berikan Han Zhao beberapa hari yang lalu.
"Tetaplah hidup Han Zhao, Dunia ini butuh iblis seperti mu" kata Leluhur Guan Li sebelum diri nya pergi meninggalkan kuil.
__ADS_1