Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#66. Sarapan pagi buatan sang selir


__ADS_3

Hari kini terus berganti. Han Zhao telah berada di kuil kediaman Li cukup lama, itu bertujuan mengambil kepercayaan orang lain pada nya. Karna, melakukan hal yang di luar dugaan, tanpa sebuah kepercayaan itu akan sangat sulit nanti.


Pagi ini, matahari telah naik. Udara di sekitar nya pun terasa cukup sejuk. Han Zhao bangun dari ranjang nya, mengenakan pakaian nya, lalu berjalan keluar dari kamar nya.


Para pelayan disana, yang melihat sang selir kaisar telah bangun dari tidur nya, membuat mereka berjalan menghampiri nya.


"Yang mulia" panggil salah seorang pelayan, yang mengejarnya dari belakang.


Mendengar seseorang memanggil nya, membuat Han Zhao menghentikan langkah nya, Serta memutar arah tubuh nya.


"....????...." Han Zhao menatap ke arah kedua pelayan yang tengah memberi salam pada nya.


"Yang mulia, ini masih sangat pagi. Sarapan nya masih belum selesai, apakah yang mulia ingin pergi ke kolam pemandian terlebih dahulu??" kata si pelayan dengan halus.


"Sarapan nya belum selesai??" tanya Han Zhao sembari melipat tangan kanan nya setara dengan perut nya.


"I-iya yang mulai" jawab si pelayan dengan ragu ragu.


Han Zhao terdiam sejenak, mata nya tak bisa berpaling dari kedua pelayan yang tengah dalam kegelisahan. "Biarkan aku membantu mu" ucap Han Zhao, hingga membuat kedua pelayan itu kebingungan dan saling menatap satu sama lain.


"T-Tidak perlu yang mulia" jawab si pelayan dengan nada ragu nya. karna hal seperti ini, pertama kali nya mereka dengar.


"Mengapa??" tanya Han Zhao yang sedikit heran.


"E-eee, jika anda sudah lapar, Kami akan segera menyiapkan nya dengan cepat, Anda tidak perlu membantu kami di dapur yang mulia" jawab si pelayan.


Han Zhao tersenyum kecil, lalu kedua tangan nya menepuk pelan salah satu bahu dari kedua gadis itu.


"Apa yang sedang kalian cemaskan?? Mengapa begitu takut??" tanya Han Zhao dengan suara lembut nya.


"K-Kaisar Haocun Li, Dia akan marah. jika tahu bahwa anda membantu kami di dapur"


Han Zhao terdiam sejenak, lalu berkata pada kedua pelayan itu "Kalian tidak perlu mencemaskan hal itu, kaisar tidak akan melakukan apa pun pada kalian." kata Han Zhao yang berusaha mengubah suasana hati kedua pelayan itu.


"...."


"Ahhh, sudahlah jangan buang buang waktu disini. Cepat!! Kita harus selesaikan sarapan nya sekarang" ajak Han Zhao sembari menggandeng salah satu tangan dari kedua pelayan itu.


Eummm...Entahlahhh..Sejak Han Zhao menyamar di kuil kediaman Li, ini rasanya tidak asing lagi. Han Zhao menganggap semua orang di sana tidak ada beda nya. ia memperlakukan pelayan seperti teman nya, itu jauh lebih baik bukan??, di bandingkan harus melihat dari kedudukan nya.

__ADS_1


Sesampai nya di dapur. Han Zhao melihat berbagai macam sayuran telah terletak di atas meja. Bahkan ada satu makanan yang telah selesai di masak.


"Hari ini kaisar meminta sarapan apa??" tanya Han Zhao sembari memegang sayur yang berada di atas meja.


"Sejujurnya kami tidak tahu yang mulia. Kaisar tidak pernah meminta sarapan apa pun, ia hanya memakan apa saja yang telah kami siapkan" jelas si pelayan.


"Eummm...bagaimana kalau hari ini kita buat sup saja" tanya Han Zhao dengan senyum nya.


"Sup?? Sup apa yang mulia??"


"Eumm, bagaimana kalau, Sup teratai dan sup wortel??"


"Wahh...boleh tuh yang mulia"


"Sungguh???"


"Iya, yang mulia"


"Ahh- begitu ya.. Cepat kita harus selesai melakukan nya, sebelum kaisar bangun" kata Han Zhao sembari mengambil beberapa batang wortel, lalu mencuci nya.


Han Zhao, dan beberapa pelayan lain nya tengah sibuk memasak di dapur. Mereka semua memiliki tugas nya masing masing.


• • • • •


Beberapa saat kemudian. Sup akhirnya matang, para pelayan di sana dapat menghirup aroma yang tercium saat Han Zhao menganggkat tutup panci sup nya.


"Wahhh, Aroma nya sangat harum.. Pasti rasanya juga sangat lezat. Ternyata yang mulia pinter masak juga ya" puji salah seorang pelayan.


Han Zhao yang terus di puji, ia hanya tersenyum kecil, Namun senyum nya, tertutupi oleh punggung tangan nya. "Kalian ini terlalu berlebihan tahu"


"Kami berkata yang sejujurnya, yang mulia"


"Ahh- baiklah baiklah"


"...."


"Oh ya, Sarapan telah selesai, Saya akan pergi ke pemandian, kalian hantarkan saja makanan ini ke kamar kaisar. Tak perlu bilang pada nya siapa yang memasak sarapan ini. Cukup hantarkan saja" kata Han Zhao sembari berjalan pelan ke arah pintu dapur.


"Terima kasih yang mulia" ucap si pelayan itu sembari membungkukan tubuh nya.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu pada sang selir. Beberapa pelayan keluar dari dapur, dengan membawa beberapa makan menuju ke arah kamar kaisar Haocun Li.


Disisi lain, Han Zhao yang tengah berjalan menelurusuri halaman belakang kuil. Tiba tiba langkah nya di buat terhenti saat ia melihat kaisar Haocun Li sedang berbicara dengan seseorang.


Bukan kah, kaisar seharusnya berada di kamar nya ya?? Lantas, sejak kapan ia berada di halaman belakang ini. Merasa aneh, Han Zhao pun menghampiri kaisar Haocun Li dengan lelaki lain lawan bicara nya itu.


"Yang mulia, anda sudah bangun??" tanya Han Zhao yang tengah berjalan menghampiri kaisar Haocun Li.


Sementara itu, kaisar Haocun Li yang mendengar seseorang mengajak nya bicara, dari arah belakang, membuat ia sedikit memutar arah tubuh nya. Setelah ia berbalik, mata nya tertuju pada seraong gadis yang kini tengah berdiri tepat di belakang nya.


"Fang Yin" tegur kaisar Haocun Li dengan senyum manis nya.


Han Zhao tersenyum kecil, saat mendengar kaisar Haocun Li memanggil nama nya "....."


"Kau dari mana saja?? Aku telah mencari mu sejak tadi"


Han Zhao tersenyum kecil sembari menundukan kepala nya, rasa bersalah sedikit terasa di dalam dada nya. "A-ahh, aku pergi ke dapur untuk melihat sarapan pagi ini" jawab Han Zhao yang sedikit gagu.


"Dapur?? Apa yang membuat mu datang ke dapur??" tanya kaisar Haocun Li, yang sedikit heran.


"Hanya melihat lihat saja" jawab nya.


"Apakah kau sudah sarapan??" tanya kaisar Haocun Li lagi.


"Eum belum, saya ingin pergi ke pemandian dulu, setelah itu, saya akan pergi sarapan." kata Han Zhao sembari melangkah mundur 3 kali. Ia berniat menjarakan tubuh nya dengan kaisar.


"Kalau begitu, lakukan saja bersama ku."


Han Zhao tertegun saat mendengar ucapan kaisar Haocun Li yang sangat tidak masuk akal itu. "L-Lakukan bersama?? Apa maksud mu, yang mulia" tanya Han Zhao sembari menenangkan diri nya yang sedang gelisah parah.


"Apakah ucapan ku tadi sulit tuk di mengerti??" tanya kaisar Haocun Li dengan senyum lembut nya.


Ahggg....ASTAGAAA, itu sangat memalukan. Ini akan sangat merepotkan, jika kaisar mengetahui indetitas asli Fang Yin.


"E-Euhhh, kurasa tidak perlu yang mulia, karna saat ini anda sedang berbicara dengan seseorang bukan??" Kata Han Zhao sembari menggerakan sedikit bola mata nya, ia ingin melihat lelaki yang berada di belakang tubuh besar kaisar Haocun Li.


Namun, manik mata Han Zhao di buat terpaku. Ia tak bisa mengalihkan padangan nya saat melihat lelaki yang berada di belakang tubuh kaisar Haocun Li.


'Ge-Gege??' batin Han Zhao memannggil lelaki itu. Rasanya seperti bencana baru. Bahkan kaki nya saja sulit tuk di gerakan. Padahal ia ingin sekali pergi meninggalkan tempat ini.

__ADS_1


__ADS_2