
"A-Apa maksud mu??" tanya Zhunting Wei yang tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Tatapan Zhunting Wei kini telah berubah, Bai Wuxian merasa seperti telah mengatakan sesuatu yang salah. Namun, demi kebaikan Jing Li, Bai Wuxian perlahan menghela nafas nya. Dan mulai menjelaskan sedikit tentang penyakit yang ada di dalam tubuh Jing Li.
"Hal seperti ini adalah hal yang pertama kali nya saya tangani. Namun, beberapa tabib lain nya pernah membicarakan hal ini sebelum nya. Suatu hal yang berkaitan, secara tidak langsung akan mulai terhubung hanya karna sebuah sentuhan" jelas Bai Wuxian. Namun tampak nya, lelaki yang menjadi lawan bicara nya ini, masih berada di dalam ambang kebingungan.
"S-Saya tidak mengerti dengan apa yang baru saja anda katakan" ucap Zhunting Wei mengaku ketidak pahaman nya.
"Sejujurnya, ini memang sangat sulit tuk di mengerti, karna yang dapat mengetahui jelas letak rasa sakit itu berasal, adalah tuan muda Li sendiri"
"Apakah anda tidak memiliki cara lain untuk penyakit seperti ini??" tanya Zhunting Wei mengalihkan pikiran nya yang pusing.
"Tentu ada, tuan ku" jawab Bai Wuxian sembari mengangguk pelan.
"Kalau begitu, lakukan lah!!"
"Tapi, Saya membutuhkan sedikit bantuan anda, tuan" kata Bai Wuxian sembari menarik sedikit lengan pakaian nya.
"Bantuan ku??" Zhunting Wei mulai bertambah kebingungan dengan semua hal tentang pengobatan.
Bai Wuxian mengangguk pelan, ia mulai menunjukan pergelangan tangan nya, yang penuh dengan luka sayatan. "Anda hanya perlu membantu saya, mengalirkan energi spiritual anda pada tuan muda Li"
"Apa yang akan anda lakukan setelah itu?" tanya Zhunting Wei yang penasaran.
"Saya akan mencoba memutuskan aliran energi spiritual palsu ini" jawab Bai Wuxian sembari memejamkan mata nya.
Meski masih terasa aneh, Zhunting Wei tetap mengalirkan energi spiritual nya pada Jing Li. Entah bertujuan untuk apa, ia hanya mengikuti keinginan dari pemuda tabib ini.
Proses pengobatan pun kembali berjalan hingga hari menjelang malam. Zhunting Wei yang terus mengalirkan energi spiritual nya secara perlahan. Itu benar benar membuat diri nya merasa kelelahan. Bahkan di sela pengobatan Jing Li, rasa kesal sesekali melintas di kepala nya. Ia sangat marah dengan Gege nya ( Xion Wei ) yang kini tinggal dengan Jing Li, tapi tidak mengetahui hal seperti ini akan terjadi.
Yaa..Adik kaka yang satu ini memang selalu menyalahkan satu sama lain, Karna mau bagaimana pun juga, hal seperti itu memang harus di pertanyakan. Apakah tidak ada yang tahu bahwa Jing Li pergi meninggalkan kuil??.
Setelah beberapa lama kemudian, Akhirnya proses pengobatan pun selesai. Bahkan Jing Li dengan perlahan mulai membuka mata nya.
__ADS_1
"Eghhh" saat berusaha membuka mata nya, Jing Li dapat merasakan kembali kesadaran nya yang telah hilang beberapa saat yang lalu.
Sementara itu, Bai Wuxian dan Zhunting Wei yang melihat kesadaran Jing Li, membuat mereka tersenyum syukur atas keberhasilan pengobatan aneh itu.
"Tuan muda Li" Zhunting Wei memanggil nama lelaki yang tengah berusaha bangun dari tiduran nya.
"Z-Zhunting Wei??" Jing Li merasa kenal akan suara lelaki yang memanggil nama nya, membuat ia tersenyum kecil.
"T-Tuan muda Li, bagaimana perasaan mu?? Apakah rasa sakit itu masih terasa jelas di tubuh mu??" tanya Bai Wuxian yang masih dalam perasaan khawatir nya.
Jing Li menggelengkan pelan kepala nya "Tidak, Walau masih terasa, itu hanya samar di dalam tubuh ku." jawab Jing Li.
Mendengar hal itu, Bai Wuxian dan Zhunting Wei dapat melepaskan nafas lega nya. Bahkan senyum telah terukir di wajah kedua lelaki itu.
Di selang beberapa saat kemudian, Zhunfing Wei kembali membuka pembicaraan, dengan bertanya pada Jing Li yang telah sadar sepenuh nya. "Tuan muda Li, Mengapa anda sendirian saat bertemu dengan saya di sekitar kota kediaman Li??" tanya Zhunting Wei, yang di dalam diri nya terus menyalahkan Gege nya ( Xion Wei )
"Hanya berkunjung sebentar ke kuil kediaman Li" jawab Jing Li dengan senyum kecil nya.
"Kuil Kediaman Li?? Berkunjung??" Bai Wuxian merasa aneh dengan jawaban Jing Li, karna diri nya tak pernah mendengar kabar tentang hilang nya tuan muda pertama Li, sejak 2 tahun yang lalu.
"Saya pergi kesana dengan tujuan mencari keberadaan Hong Li. Tuan muda Chen berkata pada ku, bahwa Hong Li kembali ke kediaman Li" jelas Jing Li.
"Tuan muda Chen?? Chyou Chen??" mendengar nama putra kaisar Huai Chen terlontar dari mulut Jibg Li, membuat sebuah kerutan di antara kedua alis Zhunting Wei terlihat jelas. Ia tampak begitu kesal.
Sementara itu, Jing Li yang mendengar Zhunting Wei kembali menyebutkan nama Chyou Chen, membuat diri nya mengangguk pelan "...."
"Mengapa Xion Ge tidak menemani mu??" tanya Zhunting Wei.
"Xion Wei?? Eumm.. Seperti nya saat aku pergi meninggalkan kuil, dia sudah tidak ada di kuil nya." jawab Jing Li. Dan hanya di angguki oleh Zhunting Wei. Yaaa, Meski begitu ...di dalam diri Zhunting Wei tetap tidak mempercayai hal itu.
"Tuan muda Li" panggil Bai Wuxian di sela perbincangan Jing Li dengan Zhunting Wei.
Mendengar nama nya terpanggil, Jing Li mengalihkan pandangan pada Bai Wuxian di sebelah kiri nya. "...."
__ADS_1
"Maaf tuan, saya tidak bermaksud menganggu obrolan kalian. Namun, ada beberapa hal yang harus saya tanyakan pada mu, tentang penyakit ini, Tuan" kata Bai Wuxian dengan nada sopan nya.
"Lanjutkan" jawab Jing Li sembari mengangguk pelan.
"Apakah anda bertemu dengan tuan muda kedua Li di kediaman Li saat itu??" Bai Wuxian mulai mengucapkan pertanyaan nya.
Jing Li menggelengkan pelan kepala nya "Tidak, Saya tidak bertemu dengan nya" jawab Jing Li.
"Lantas?? Anda bertemu dengan siapa saat di kota kediaman Li?"
"Ayah, dan selir baru nya"
"Selir??" tanya Bai Wuxian yang kebingungan.
"Ayah baru saja memiliki selir baru belum lama ini, dia sangat cantik, bahkan aura tubuh nya begitu lembut. Rasa nya, ayah kali ini memiliki seorang selir yang terlihat begitu mirip sekali dengan Hong Li" Jing Li mulai menjelaskan siapa selir baru kaisar nya.
"Mirip?? Apakah selir itu terlihat serupa dengan Hong Li?" tanya Bai Wuxian lagi.
Jing Li menggelengkan pelan kepala nya "Tidak, mereka tidak serupa, hanya saja berada di sampingnya membuat ku jauh lebih tenang"
"Siapa nama selir itu??" sela Zhunting Wei yang terbawa suasana.
"Fang Yin" jawab Jing Li dengan senyum nya.
"Maaf tuan, apakah ada hal aneh dari selir itu!?"
"Hal aneh?? Apa maksud mu??"
"Semacam lingkaran pada mata nya??"
"..." Jing Li terdiam, sejak ia merasa tubuh nya sakit, bahkan sampai ia tak sadarkan diri. Itu membuat sebagian ingatan nya menghilang.
"Tuan Bai Wuxian, mengapa anda terus menanyakan hal aneh ini??" tanya Zhunting Wei di saat Jing Li masih terdiam diri.
__ADS_1
"Jika bukan Hong Li?? Hal ini tidak mungkin kan bahwa selir itu adalah Hong Li??" ucap Bai Wuxian hingga membuat kedua lelaki yang berada di ruangan itu ikut terkejut. Bahkan tak bisa berkata kata.