Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#42. Kehidupan di dalam hutan


__ADS_3

3 Hari telah berlalu, Han Zhao dan dewi Annchi tinggal di dalam gua keadilan, Han Zhao juga tidak memiliki pikiran untuk kembali ke kuil Longfei, yang Han Zhao inginkan hanyalah, Bersama Dewi Ancchi.


"Hong Li" panggil dewi Annchi yang berada di dalam gua.


"Iyaa" sahut Han Zhao yang berada di luar gua, lalu masuk ke dalam gua setelah mendengar dewi Annchi memanggil nama nya.


Setelah Han Zhao memasuki Gua, ia melihat dewi Annchi sedang duduk di sebuah batu besar, sembari memakai jubah hanfu nya.


"Ada apa, Dewi" tanya Han Zhao sembari membungkukan sedikit tubuh nya.


"Hong Li, Aku akan pergi ke pasar di kota kediaman Li, untuk membeli beberapa bahan makanan untuk kita, apakah kau ingin ikut??" tanya dewi Annchi sembari bangun dari duduk nya.


"Kediaman Li??"


"Iya, disana banyak menjual beberapa bahan makanan dalam harga yang cukup murah, jadi kita bisa membeli beberapa makanan bukan??"


"Tidak perlu repot repot pergi ke kediaman Li, Dewi"


"Uhh??"


"Aku baru saja kembali dari sungai dan menangkap beberapa ikan, dan aku pikir itu cukup untuk makan malam hingga makan esok pagi" kata Han Zhao sembari melipat kedua tangan nya di belakang.


Dewi Annchi tertawa kecil sembari menutup tawa kecil dengan punggung tangan nya "...."


"E-eee?? Apakah dewi sedang menertawakan ku??"

__ADS_1


"Tidak ko"


"Uhhh...lalu??" tanya Han Zhao dengan memasang raut wajah manja nya


"Saya tidak mengerti dengan apa yang anda pikirkan, Mengapa anda pergi ke sungai hanya karna ingin menangkap ikan?? Kita bisa saja membeli nya di pasar..lihatlahh pakaian mu, jadi basah kuyup seperti itu" kata dewi Annchi sembari berjalan ke arah Han Zhao yang berdiri tak jauh dari nya.


"Ahahaha...Tidak apa apa ko dewi, nanti juga akan kering sendiri ko" sahut Han Zhao sembari mengaruk telinga belakang nya, yang tak gatal.


"Bukan seperti itu, Tapi..kau bisa saja demam karna memakai pakaian yang basah seperti ini" kata dewi Annchi sembari berlutut di depan Han Zhao, lalu memegang bagian bawah Hanfu milik Han Zhao.


Han Zhao tersentak saat melihat dewi Annchi berlutut di depan nya "E-eee... De-dewii...kau tidak perlu berlutut di depan ku, hanya untuk melihat pakaian ku" seru Han Zhao sembari membangunkan tubuh dewi Annchi.


"Apakah aku salah jika harus berlutut di depan mu?? Bukankah itu adalah hal yang wajar, anda ini seorang putra kedua mahkota kerajaan kediaman Li"


"Bu-bukan begitu"


"Tidak ada, hanya saja aku tidak begitu menyukai orang orang yang menyebutku dengan sebutan (-sama) (tuan) (yang mulia) (tuan muda) itu membuat ku sangat risih, belum lagi, mereka menundukan kepala nya" keluh Han Zhao sembari memegang tangan dewi Annchi yang terus menyeka pakaian nya.


"Sungguh? Apakah anda benar benar tidak menyukai nya??" tanya dewi Annchi yang memperjelas ucapan Han Zhao barusan.


"I-iya, aku tidak menyukai nya".....'Itu jawaban ku, bukan Jawaban Hong Li ya' kata Han Zhao yabg di sambung dengan gumaman nya.


"Baiklah, kalau begitu maafkan aku, Hong Li"


"Dewi tak perlu meminta maaf, disini akulah yang harus nya meminta maaf terlebih dahulu pada dewi" kata Han Zhao sembari menunduk sedikit.

__ADS_1


"E-ehhh??" Dewi Annchi terheran saat mendengar ucapan Han Zhao.


"Aku telah mengatakan hal hal yang tidak sopan pada mu, maafkan aku dewi"


"Ahhh sudahlah, anda terlalu berlebihan Hong Li"


"Eum??"


"Yasudah kalau begitu, ikutlah dengan ku" ajak dewi Annchi.


"Memang nya kita akan pergi kemana, dewi??"


"Ke pasar"


"Uh?? Untuk apa??"


"Membeli pakaian untuk mu"


"E-ehhh...ti-tidak usah dewii"


"Jangan seperti itu, kau pakaian mu masih belum kering, sebaiknya kita ganti saja, kau bisa memilih Hanfu yang kau suka"


"Tapiii..."


"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan...kesehatan mu itu lebih baik"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu" kata Han Zhao sembari mempersilahkan dewi Annchi untuk berjalan terlebih dahulu.


"...." Dewi Annchi mengangguk pelan sembari tersenyum saat Han Zhao meminta nya tuk jalan di depan nya.


__ADS_2