
"Fang Yin!! Apa yang sedang kau bicarakan!!" seru sang kaisar dengan nada sedikit membentak gadis di sebelah nya.
"Fang Yin?? Siapa yang sedang kau panggil, Yang mulia?" Han Zhao terus menanyakan hal hal yang membuat bulu duduk kaisar Haocun Li mendadak bangun. Di tambah lagi, warna pada mata Han Zhao dengan perlahan berubah menjadi merah.
"...." Tak hanya sekali kaisar Haocun Li di kejutkan oleh gadis bergaun hanfu putih ini. Bahkan, baru kali ini tubuh nya di buat gemetar pelan.
"Yang mulia. Aku penasaran seberapa besar kau mencintai selir mu ini? Di tambah lagi, kau sama sekali tidak mencurigai ku" lanjut nya
"...."
"Oh ya, aku lupa memberi tahu mu tentang isi sup itu" ucap Han Zhao dengan senyum kecil nya. Ia juga berjalan ke arah pintu kamar kaisar dan menutup nya.
"......"
"Kau tahu?? Aku sedikit memberikan racikan racun buatan ku sendiri" kata Han Zhao, hingga membuat sang kaisar yang masih terduduk di lantai itu terkejut. Dan menatap sangat tajam ke arah diri nya.
"...."
"Uh?? Kau tak perlu menatap ku dengan tatapan seperti itu, Yang mulia. Kau tak akan mati hanya karna racun kecil. Ayolah...ini hanya racun biasa."
__ADS_1
"....."
"Kau hanya akan kehilangan energi spiritual mu secara perlahan. Hingga seluruhnya benar benar terkuras habis"
"M-Mengapa kau melakukan hal sekeji ini pada ku, Fang Yin?!!" tanya kaisar Haocun Li dengan nada terbata bata.
Han Zhao tertawa kecil saat mendengar ucapan kaisar Haocun Li yang seolah tak tahu apa apa. "Keji?? Apa maksud mu?? Hal seperti ini tak sekeji perbuatan penduduk kota kediaman Li pada Hong Li!!" ucap Han Zhao yang langsung merubah ekspresi nya.
Kaisar Haocun Li sangat terkejut saat ia mendengar bahwa gadis ini mengenali putra kedua nya. "H-Hong Li??"
"Kenapa?? Jangan bilang kau juga melupakan nya??"
"Hahaha...Aku?? Siapa?? Aku ini anak mu, Yang mulia" ucap Han Zhao di sela tawa kecil nya. Hal itu membuat kaisar Haocun Li terdiam membeku.
"...."
"Tubuh ini milik Hong Li. Hanya saja, saat ini bukan Hong Li lah yang sedang berhadapan dengan mu. Melainkan aku.. Han Zhao, putra pertama dari keluarga Yin. Aku datang dari abad ke 26. dan berekainasi menjadi Hong Li" jelas Han Zhao dengan senyum yang terus terpasang jelas di wajah nya.
Sementara itu, kaisar Haocun Li hanya terdiri sembari menggelengkan pelan kepala nya. Ia sangat tidak bisa mempercayai omongan dari gadis di depan nya. "...."
__ADS_1
"Lagi pula ini hanya hal kecil... Apa aku perlu memberi tahu mu tentang nasib dari keluarga kediaman Yi?? Termaksud dengan putri pertama mu. Permaisuri Xuan Yi" ujar Han Zhao yang terus memanasi amarah kaisar Haocun Li yang terpendam akibat efek dari racun yang ia berikan.
"....." Apapun yang di katakan oleh Han Zhao, kaisar Haocun Li tidak dapat mengatakan apa pun.
Karna tak kunjung mendapat jawaban yang dapat membuat diri nya puas, Han Zhao seketika memutar arah tubuh nya, dan berjalan menuju ke arah pintu kamar nya.
Namun sebelum Han Zhao dekat dengan pintu, kaisar Haocun Li yang berada jauh di belakang Han Zhao. Tiba tiba sama melayangkan pedang hingga tertancap ke arah pintu yang berada tepat di depan Han Zhao.
"Wow... Ada apa?? Apa kau berniat bertarung dengan ku, Yang mulia??" tanya Han Zhao saat mata nya terpana dengan pedang yang tertancap di depan nya.
*Krekkkkk*
Karna mendengar suara lesatan pedang tadi, membuat beberapa pelayan serta pengawal kerajaan datang ke kamar kaisar Haocun Li. Namun, saat pintu terbuka. Mereka di kejutkan dengan apa yang mereka lihat di depan mata mereka.
Kaisar Haocun Li tengah berdiri di samping ranjang nya, dengan kondisi tubuh yang telah tak berdaya, disisi lain. Mereka juga mereka juga melihat seorang gadis bergaun hanfu putih, berdiri tepat di depan pintu.
"Y-Yang mulia" beberapa pelayan berlari menghampiri sang kaisar, sedangkan Han Zhao. Ia tak mempedulikan hal itu sama sekali, ia tetap berjalan santai keluar dari kamar kasian Haocun Li.
"Tangkap penyusup itu!!! Dia bukan selir ku!! KU PERINTAHKAN KALIAN, TANGKAP DIA" teriak kaisar Haocun Li sembari menunjuk ke arah Han Zhao.
__ADS_1
Setelah mendengar teriakan kaisar Haocun Li, sebagian pengawal yang datang, pergi mengejar Han Zhao yang telah berjalan cukup jauh. Sebagian lagi, pergi memberi tahu pengawal lain nya untuk menangkap Han Zhao.