Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#OVA 2. Tangis di malam yang mengerikan.


__ADS_3

"Aku menyayangi mu"


Ucapan Han Zhao membuat kedua lelaki di depan nya tertegun saat mendengar ucapan nya. Ini gila, Namun hanya ini lah yang bisa ia katakan saat ini.


"..."


"Hong Li.....Chyou Chen.....Aku sangat menyayangi kalian." Han Zhao melanjutkan ucapan nya.


Kedua mata Hong Li dan Chyou Chen di buat tak berkedip saat melihat banyak nya butiran cahaya kecil berterbangan keluar dari tubuh sosok lelaki di depan nya.


Wajah nya tersenyum, Namun mata nya tak berhenti mengalirkan genangan air berwarna putih bening.


"Aku sangat beruntung bisa bertemu dengan kalian. Ada banyak hal yang aku pelajari selama tinggal di dunia kultivasi ini"


"Aku harap, Aku bisa bersenang senang dengan kalian lebih lama lagi, Tapi ku rasa itu semua mustahil. Untuk saat ini hanya ada 3 kata yang ingin aku sampaikan pada kalian"


"...."


"Selamat tinggal teman" ucap Han Zhao sembari terus menunjukan senyum di wajah nya. Berusaha menggantikan wajah nya yang kini terus di basahi oleh genangan yang keluar dari mata nya.


"Berhenti bicara omong kosong, Han Zhao!!!" seru Chyou Chen saat mendengar 3 kata yang terlontar dari mulut lelaki itu.


Mendengar sahutan Chyou Chen, membuat Han Zhao terdiam. Ia tahu bahwa ini sangat sulit di terima oleh lelaki itu. Namun tidak ada hal lain yang bisa ia sampaikan dalam waktu sesingkat ini.


"......"


"Apa maksud mu selamat tinggal?!! Kau pikir kau akan pergi kemana?" bentak Chyou Chen sembari menahan bendungan di mata nya.


Han Zhao tersenyum kecil "Kembali ke tempat asal ku. Seperti ucapan ku pada mu sewaktu dulu"


Mendengar hal itu, Chyou Chen bergegas berlari menghampiri Han Zhao dan memeluk tubuh nya dengan erat. Meski serpihan cahaya kecil tak berhenti keluar dari tubuh lelaki yang ada di dalam pelukan nya ini. Chyou Chen tetap mengeratkan pelukan nya.


"Berhenti bicara omong kosong!! Ini sangat tidak lucu" ucap Chyou Chen di sela tangis kecil nya.


Bahkan Han Zhao sendiri juga bisa mendengar isakan kecil sosok lelaki yang memeluk nya ini. Tubuh nya benar benar gemetar hebat, saat ini dia ketakutan, cemas, khawatir. Dia memendam nya sejak lama. Tapi kenapa?.


"Kau menangis?? Ini pertama kali nya aku melihat mu menangis seperti ini" ucap Han Zhao yang berusaha mengubah suasana hati Chyou Chen yang sangat hancur.


"Kau tak kan tahu, Betapa hancur nya diri ku saat melihat diri mu perlahan memudar dengan serpihan cahaya yang terus melayang hilang di udara, setelah aku percaya bahwa sebenarnya sosok teman itu benar ada" ucap Chyou Chen mengeluarkan keluh yang terpendam lama di hati nya.


Han Zhao tersenyum, sembari mengelus lembut surai panjang lelaki yang masih memeluk nya ini. "Lantas?? Apakah kau akan menyerah semudah itu? Ingat.. Masih ada cahaya terang yang menunggu mu tuk berubah. Apa kau lupa? Hong Li adalah aku, dan aku adalah Hong Li. Kami sama bukan??" ucap nya dengan nada senang.


"..." Chyou Chen hanya terdiam, ia tak ingin mempedulikan apa pun yang di katakan oleh Han Zhao pada nya


"Kau harus tahu ini Chyou Chen. Pada akhirnya aku lebih memilih tuk diam dan memendam, meski sebenarnya ada banyak hal yang ingin aku ceritakan pada mu"


"Waktu ini tak akan bertahan lebih lama lagi"


"Maukah kau mengabulkan satu permintaan ku"


"Aku hanya ingin kau menjaga pedang merah kesayangan ku?? Karna aku akan berjanji pada diri mu, Suatu hari nanti aku akan menemui mu dan juga yang lain nya"


"Percayalah pada ku... Suatu hari nanti, aku akan datang dan mengambil kembali pedang merah ku dari mu"


"Jangan menangis"


"Jangan putus asa"


"Sekarang bukan waktu nya untuk itu."


"Aku tahu saat ini hati mu sedang hancur".

__ADS_1


"Pasti rasa nya sakit?!."


"Kau pasti ingin berteriak"


"Aku mengerti"


"Tapi, kita tak mungkin memundurkan waktu, mengulang agar hal seperti ini tak terjadi pada mu."


"Kumohon...Rasakan amarah itu."


"Amarah yang kuat dan murni karna tak bisa memaafkan, Akan menjadi keinginan teguh dalam bertindak."


Ketika Han Zhao masih sibuk dengan ucapan yang tengah ia sampaikan pada Chyou Chen. tiba tiba saja, terdengar suara seseorang memangil diri nya, suara itu tidak begitu asing untuk Han Zhao.. Suara itu berkata pada nya


"Wahai putra ku, sudah cukup..kembalikan..aku merindukan mu"


Setelah mendengar suara itu, seketika membuat tubuh Han Zhao menghilang dengan serpihan cahaya terakhirnya. Bahkan Chyou Chen dan Hong Li hanya bisa menjatuhkan lutut mereka ke tanah.



Menatap ke arah tanah yang mereka injak. Membiarkan air mata terus mengalir keluar dari mata nya. Hingga membasahi tanah yang menjadi pusat pandangan mereka.


Sosok seorang teman, kini telah pergi setelah serpihan cahaya keluar dari tubuh nya. Sungguh malam yang mengerikan, sangat mengerikan.


Tubuh kedua lelaki ini benar benar gemetar pelan. Hati mereka terus berteriak memanggil nama sosok teman mereka. Tak peduli seberapa banyak tetesan yang keluar dari mata nya, Hong Li dan Chyou Chen tetap tak mengangkat kepala mereka.


Rasanya sangat sesak. Panas. Ingin marah. Ingin teriak. Itulah yang di rasakan oleh Hong Li dan Chyou Chen saat ini.



'Selamat tinggal??'


'Setidak nya berikan aku sebuah pengakuan yang menyakitkan, agar aku bisa membenci mu'


'Aku tak mengerti semua hal ini'


'Semua terasa begitu menyakitkan'


'Aku hanya ingin kembali di waktu, Ketika aku mengejar mu di hutan. Hanya untuk bertanya siapa diri mu'


'Bisakah aku mengulang nya??'


*Plokk*


Di saat Chyou Chen sibuk dengan hati nya yang terus bergerumuh, tiba tiba saja bahu nya di sentuh dengan pelan. Hal itu membuat Chyou Chen mengangkat serta menolehkan kepala nya, untuk melihat siapa yang menepuk bahu nya.


Tak lain sosok yang tengah berdiri di belakang nya itu adalah Longfei. Melihat Longfei berdiri tepat di belakang nya, membuat Chyou Chen bangun dari duduk nya, sembari menyeka wajah nya yang basah karna air mata.


"Maaf menganggu mu, tapi biarkan aku memberitahu mu sesuatu" ucap Longfei sembari memberikan pedang merah Han Zhao yang ada di tangan nya, pada Chyou Chen.


Chyou Chen meraih pedang itu, lalu mengalihkan pandangan nya "Jangan sekarang. Saat ini aku tak ingin mendengar apa pun. Kumohon tinggalkan aku sendirian" sahut Chyou Chen menolak keinginan Longfei.


"Han Zhao berkata pada ku"


"Sudah ku katakan pada mu!! Aku tak ingin mendengar apa pun" bentak Chyou Chen yang masih berada di ambang kekesalan.


Namun, Longfei tetap tak mempedulikan sahutan Chyou Chen pada nya. Ia tetap melanjutkan hal yang ingin ia sampaikan pada lelaki itu. "Han Zhao berkata pada ku, untuk tidak memberitahu mu. Tapi kurasa kau harus mendengar nya."


"..." dengan kondisi amarah nya. Chyou Chen mencoba mendengarkan hal yang ingin di sampai kan lelaki ini.


"Saat itu kau datang ke kuil dengan kondisi tubuh yang berlumuran dengan darah, Han Zhao yang cemas akhirnya membawa mu masuk dan membersihkan diri mu. Ia sempat terkejut saat mengetahui bahwa itu adalah diri mu. Tapi tahukah kamu, saat Han Zhao mengetahui bahwa energi spiritual mu telah terkuras habis. Akhirnya Han Zhao menanamkan sebuah bibit kegelapan di dalam tubuh mu. Itulah mengapa saat ini kau memiliki energi spiritual" jelas Longfei hingga membuat Chyou Chen terdiam membeku.

__ADS_1


"Tuan muda Fei, Saya dan juga tuan muda Wei akan pergi membawa Hong Li kembali ke kediaman Wei. Apakah kau akan ikut bersama kami?" tanya Jing Li menyela obrolan Longfei dengan Chyou Chen.


"Pergilah duluan. Aku akan menyusul nanti nya" sahut Chyou Chen tanpa menolehkan kepala nya.


"Baiklah Kalau begitu" sahut Jing Li sembari melesat dengan Xion Wei, Zhunting Wei dan juga leluhur Guan Li.


Kini di tempat itu hanya tersisa Longfei dengan Chyou Chen. Sangat suram. Di saat ia mengetahui hal lain, Chyou Chen benar benar sangat terpaku. Ia yak mengerti mengapa diri nya sebodoh itu, dan mengapa ia tak pernah menyadari hal itu.


"......"


"Kau harus tahu tuan muda Chen. Ada banyak hal yang Han Zhao lakukan, Namun tak di ketahui oleh siapa pun. Permainan nya terlihat begitu rapih. Hingga kau sendiri sangat sulit tuk menebak nya, jadi ku mohon kepada mu. Han Zhao adalah atasan ku. Berhenti membenci nya, kau akan tahu siapa yang sebenarnya tersakiti disini. Kau atau dia" ucap Longfei sembari pergi meninggalkan sosok lelaki yang hanya terdiam di belakang nya.


Sangat sulit tuk di terima sekaligus seperti ini. Ini benar benar membuat Chyou Chen hampir gila. Ini sangat berat dan sangat sulit tuk di lupakan, di dalam hati serta pikiran nya hanya ada nama Han Zhao yang terukir di sana.


"Jika menunggu mu adalah hal yang paling menyakitkan, maka biar kan aku merasakan sakit nya, karna sakit yang ku terima saat menunggu mu, tidak akan mampu melebihi sakit yang kau rasakan terlebih dahulu"


"Sejak kepergian mu, Bagi ku janji hanyalah omong kosong" ucap Chyou Chen sembari melesat membawa kedua pedang di tangan nya. Tak lain pedang itu adalah milik diri nya dan juga milik teman nya ( Han Zhao )


"Selamat malam, Han Zhao"





Disisi lain, Han Zhao yang melihat Chyou Chen melesat sembari meneteskan air mata nya. Membuat diri nya cemas, tatapan nya benar benar sangat mengkhawatirkan lelaki itu.


"Jika aku di beri kesempatan untuk hidup, dan bertemu dengan mereka lagi, maka aku akan berkata mereka, bahwa mereka adalah keluargaku, aku pasti akan sangat merindukan mereka"


'Jika aku kembali nanti, Apakah kau akan mengenali ku??'


'Andai saja waktu bisa mengizinkan ku tuk mengakatakn yang sejujur nya. mungkin hal seperti ini tak kamn terjadi'


Tetesan demi tetesan mulai berjatuhan membasahi wajah lelaki ini. bahkan mata nya telah berubah menjadi kemerahan, karna telah terlalu banyak mengeluarkan air mana. Namun, rasa bersalah yang terus berada di hati Han Zhao , membuat diri nya sangat gelisah.


'Maaf dan terima kasih, telah berada di sisi ku. Longfei, paman leluhur Guan Li, Dewi annchi. Aku sangat menyayangi kalian'


"Terutama diri mu.... Chyou Chen."


"Aku menyayangi mu"


"Dan maaf jika aku membuat mu kecewa pada ku"


////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////////


•TAMAT•


☺Hallo gusy terima kasih ya telah menemani serta dukung karya ini hingga akhir. Maaf jika novel ini banyak sekali terjadi kesalahan dan juga typo.


Oh ya sedikit info dan promosi saja.


Aku bakal bikin S3 di cerita Hong Li ya.. Judul nya


(Dewa importal kematian) jangan lupa mampir ke novel nya.



Novel ini bakal aku bikin secepatnya, Tpi aku blom bisa mastiin kapan.. kalau tertarik jangan lupa mampir ya.


Btw makasih udah yang mau dukung Novel ini.

__ADS_1


__ADS_2