
Tatapan bagai iblis yang sedang murka, Namun matanya tetap mengaliri air bening, rasa sesak terus terasa di dalam dada Han Zhao.
Pengalaman terburuk Han Zhao melihat seorang kaka perempuan, yang tega membunuh adik laki laki nya sendiri, lalu meninggalkan nya pergi begitu saja tanpa ada belas kasihan atau apapun.
"Ehggg- Siall!!!" geram Han Zhao sembari memukul dada nya sendiri dengan menggunakan tangan nya.
"Jiejie?? Jiejie kau bilang?? Manusia tidak memiliki hati seperti dia kau panggil Jiejie??" tanya Han Zhao yang terus melihat ke arah genangan merah di sekitar anak laki laki itu, yang kini terbaring di lantai tak sadarkan diri.
Perlahan sekeliling Han Zhao mulai berubah kembali, Namun kali ini Han Zhao menundukan kepalanya, menutup telinga dengan kedua tangan nya serta memejamkan mata nya..
Han Zhao tak ingin melihat lagi, kepala nya tak kuat harus menampung begitu banyak pertanyaan.
"Hong Li" panggil Han Zhao si sela tangis ketakutan nya..
•
•
•
"Han Zhao"
"Han Zhao, sadarlahh"
"Han Zhao, buka mata mu!!" seru seseorang memanggil namanya.
Han Zhao perlahan membuka mata nya, berusaha menstabilkan pikiran nya, memperjelas penglihatan nya, dan satu tetes air mata terakhir Han Zhao jatuh dari mata nya.
"Han Zhao" panggil Chyou Chen yang cemas pada Han Zhao yang tertidur di pangkuan nya.
__ADS_1
"...." Han Zhao masih dalam keadaan setengah sadar, melirik ke arah Chyou Chen dengan mata lelah nya.
"Kau baik-baik saja, Han Zhao??" tanya Chyou Chen dengan cemas.
"Sedikit" sahut Han Zhao sembari bangun dari tiduran nya.
"Saya pikir anda mati, karna tidak membuka mata setelah waktu yang cukup lama, tapi ya Syukurlah anda masih hidup"
"..." Han Zhao terdiam, ia masih memikirkan ilusi tadi.
"Han Zhao, Ada apa??" tanya Chyou Chen yang khawatir dengan Han Zhao yang terus terdiam.
"Tidak ada apa apa" sahut nya sembari menunduk.
"Apakah ada yang menggangu pikiran mu?? Apa yang kau lihat??"
"Tidak ada, hanya peristiwa masa kecil biasa"
"..." Han Zhao tak menjawab dan hanya mengangguk pelan.
"Baiklah, saat nya pulang, Han Zhao" seru Chyou Chen sembari bangun dari duduk nya.
Han Zhao mengangguk pelan tanpa mengucapkan apa pun dari mulut nya.
Di perjalan kembali ke kuil milik Longfei, Han Zhao dan Chyou Chen terdiam satu sama lain, tak ada yang di bahas sepanjang perjalanan.
'Ini masih awalan singkat, bagaimana jika ilusi itu menayangkan seluruh kisah hidup Hong Li, Bisa-bisa kepala ku di buat meledak jika harus terus memikirkan hal ini' gumam Han Zhao sembari mengepalkan tangan nya.
"Ada apa?? Dari ekspresi mu, kau terlihat sangat marah??" tanya Chyou Chen.
__ADS_1
"Tidak!!"
"Aghh- sesulit itu kah kau memberitahu ku??"
"Ini tak ada hubungan nya dengan mu"
"Kalau begitu, berhenti memasang raut wajah seperti itu, kau membuat ku sangat risih"
"Risih?? Katakan saja jika kau khawatir"
Chyou Chen tersentak saat mendengar ucapan Han Zhao "Kha-khawatir?? Dengan mu?? Jangan harap"
"Kau selalu saja mengelak, Dasar Tuan muda Chen" seru Han Zhao sembari melangkah lebih cepat.
"Kau ini mencoba menghina ku ya??!"
"Tidak, aku tidak ingin bertengkar dengan mu, tuan muda Chen"
"..." Chyou Chen mengepalkan tangan nya karna kesal.
"Sampai sini aja, kita harus berpisah tuan muda Chen, kembali lah ke kediaman mu"
"Tak usah memberitahu ku, Aku tahu apa yang harus ku lakukan setelah ini"
"Terima kasih tuan, untuk segala nya" ucap Han Zhao sembari memberikan salam hormat pada Chyou Chen.
Chyou Chen sedikit terkejut saat Han Zhao menunduk pada nya "Atas apa,kau berterima kasih pada ku??"
"Entahlah, aku hanya ingin berterima kasih pada mu saja" sahut Han Zhao dengan senyum nya sembari berjalan pergi.
__ADS_1
Chyou Chen di buat tersenyum saat melihat Han Zhao mulai berjalan pergi menghilang di setiap pepohonan, walau rasa khawatir serta cemas masih ada di dalam diri nya.