
*Tak...Takk..Tak..*
Suara langkah kaki terdengar pelan setelah cahaya terang menghilang di tengah gelap nya malam.
"Sampai sini saja!!" ucap Han Zhao sembari berjalan pelan, meninggalkan lelaki yang tengah berdiri di belakang nya.
"Han Zhao.." sebelum lelaki itu berjalan jauh Chyou Chen sempat memanggil nya. Hingga membuat lelaki itu kembali menghentikan langkah nya.
".....???...." tanpa menjawab Han Zhao hanya menolehkan sedikit kepala nya. Agar manik mata nya bisa melihat ke arah lelaki yang memanggil nya itu.
"Pedang mu" ucap Chyou Chen sembari melayangkan pedang merah milih Han Zhao yang ternyata masih dalam genggaman nya.
Melihat pedang nya terlempar ke arah diri nya. Han Zhao hanya mengangkat tangan kanan nya setinggi dengan pedang merah milik nya. "Uh.. Terima kasih" ucap nya setelah pedang milik nya berhasil tersentuh ke tangan kanan nya.
"...."
"Ada lagi??" tanya Han Zhao pada lelaki yang hanya terdiam menatap lurus ke arah nya.
Chyou Chen tersenyum kecil "Tidak ada. Kau bisa pergi sekarang" kata Chyou Chen di sertai dengan anggukan kecil nya.
"Baiklah, Aku akan pergi. Anda kembali lah ke kuil" ucap Han Zhao sembari melanjutkan langkah nya.
"Bukan seperti itu maksud ku" seru Chyou Chen dengan suara yang sedikit berteriak pada Han Zhao.
Mendengar ucapan Chyou Chen. Seketika membuat Han Zhao menghentikan langkah nya. "Apa maksud mu?? Aku tidak mengerti!!" sahut Han Zhao dengan nada datar nya.
Chyou Chen terdiam sejenak, ia hanya bisa menatap ke arah punggung lelaki yang tengah berdiri memblakangi tak jauh dari hadapan nya.
"Ini hal terakhir yang akan kau lakukan bukan??" tanya Chyou Chen dengan suara yang sedikit terdengar aneh.
Han Zhao kebingungan setelah mendengar ucapan dari Chyou Chen. Bahkan hal itu membuat Han Zhao memutar arah tubuh nya, dan menghadap ke arah lelaki yang kini berdiri tak jauh dari nya.
__ADS_1
"Aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang sedang kau bicarakan!!" ucap Han Zhao dengan memasang ekspresi kebingungan.
"Kita bicarakan ini nanti saja" jawab Chyou Chen sembari memutar arah tubuh nya ( memblakangi Han Zhao ). lalu perjalan ke arah yang berlawan oleh lelaki yang masih terdiam di belakang nya. Ia tampak seolah menunggu hal penting yanh akan di ucapkan oleh Chyou Chen.
Sementara itu. Han Zhao yang tak kunjung mendapat jawaban yang jelas dari lelaki itu. Membuat diri nya sedikit kebingungan, karna tingkah lelaki itu selalu menjadi teka teki untuk nya.
Namun...saat melihat punggung lelaki berharap hitam itu terus menjauh, membuat Han Zhao sedikit menunjukan senyum kecil nya.
"Sesuai janji ku pada mu tuan muda Chen. Ketika tugas ku selesai, maka aku akan kembali. Begitu juga dengan Hong Li" ucap nya yang di hiasi dengan tawa serta senyum lembut nya.
•
•
( Next Day )
Suara kicauan burung kini mulai terdengar. Menandakan hari telah berganti, malam juga telah berganti pagi. Seperti biasa, Han Zhao akan duduk di dekat tiang teras kuil nya. Bersenandung mengikuti suara kicauan burung burung.
"Kalau di pikir pikir... Bagaimana ya tampang tubuh ku saat di gunakan oleh Hong Li" pikir nya sembari mengelus lembut kepala burung yang ada di atas telapak tangan nya, menggunakan jari telunjuk tangan lain nya.
"Sebenar nya disini itu menyenangkan. Hanya saja, aku yang terlalu sibuk dengan tugas ku. Sampai aku lupa bagaimana cara nya menikmati, walau itu hanya terhitung sebentar."
"Aku tidak begitu dapat mengingat jelas kejadian itu. Yang pasti, Longfei adalah orang pertama yang membuat ku membunuh orang di dunia kultivasi ini. Jing Li, Chyou Chen, LongFei, Xion Wei, Paman leluhur Guan Li, Dewi Annchi. Rasa nya sangat menyenangkan jika berada di sini tanpa adanya kehancuran. Mereka bukan dari satu keluarga yang sama, Namun.... Xion Wei, Longfei dan juga Jing Li. Mereka itu terlihat begitu harmonis pada Hong Li."
"Apakah ada hal lain di antara mereka yang tidak ku ketahui?" tanya Han Zhao dengan senyum lembut nya, sembari menatap ke arah burung kecil itu yang terus berkicau kecil di atas telapak tangan nya. Seolah mereka tengah mengobrol bersama.
"Dan satu hal lagi"
"Aku bertemu dengan seorang pendekar hitam, Namanya Chyou Chen. Dia itu unik. Namun... Masih banyak yang belum ku ketahui tentang nya, latar belakang nya. Bahkan cara ia berfikir sekaligus saja, aku belum mampu menebak nya"
"Yaa, mau bagaimana pun juga. Dia itu sangat baik. Dia adalah orang pertama yang menolong ku sebelum rencana ku di mulai. Meski begitu, saat itu aku juga sempat mencurigai nya" Han Zhao tertawa kecil saat kepala nya mengingat kejadian di gua keadilan saat itu.
__ADS_1
Saat Han Zhao tengah tertawa kecil. Tiba tiba saja burung yang tadi berada di atas telapak tangan nya, terbang ke udara. Karna burung nya telah pergi, Han Zhao bangun dari tempat duduk nya, lalu merapihkan sedikit gaun hanfu putih nya.
"Baiklah, mari selesaikan ini secepatnya nya. Dan ucapkan selamat tinggal pada dunia ini... Hong Li pasti juga menanti nantikan hal ini. Aku harap aku tidak menyesal jika harus bertukar kembali dengan Hong Li. Karna mau bagaimanapun juga disini aku hanyalah pendatang."
"Jika suatu hari nanti aku mendapat kehidupan kedua... Aku ingin sekali tinggal dan berada dalam satu dunia yang sama dengan Hong Li. Akan ku pastikan dia tak kan merasakan hal pahit seperti dulu lagi" ucap nya sembari melihat ke arah langit biru yang di hiasi oleh banyak nya awan putih.
Han Zhao terdiam beberapa saat. Ia tampak tengah melepaskan seluruh amarah nya. Ia ingin melakukan rencana yang terakhir kali nya dengan tenang, karna mau bagaimana pun juga ini adalah tugas terakhir nya.
Di saat Han Zhao masih terdiam, tiba tiba 2 orang pelayan datang dari arah dapur, mereka datang menghampiri Han Zhao, Namun tidak langsung menyapa nya. Mereka terdiam sebentar, memberikan waktu pada sang selir ini menikmati udara pagi.
"Yang mulia" panggil salah seorang pelayan saat mereka telah menunggu beberapa saat, Namun Han Zhao tak kunjung memutar arah tubuh nya.
Han Zhao tang baru menyadari akan kehadiran kedua pelayan itu, seketika membuat diri nya memutar arah tubuh nya. "Uh?? Maaf, Apa aku telah membuat klian menunggu terlalu lama??" tanya Han Zhao dengan perasaan bersalah.
Kedua pelayan itu bergeleng pelan "Tidak Yang mulia...Hal seperti ini tak perlu anda khawatirkan" kata si pelayan dengan senyum lembut nya.
Mendengar ucapan kedua pelayan itu, membuat perasaan Han Zhao sedikit lega "Oh ya, Mengapa kalian datang kamari?? Bukan kah saat ini kalian harus mengurus kaisar??" tanya Han Zhao.
"Hal itu kami telah selesai mengurusnya Yang mulia. Hanya saja, kami mendapat sebuah perintah dari sang kaisar untuk diri mu Yang mulia"
Han Zhao terheran mengapa tumben sekali kaisar meminta nya melakukan sesuatu tu, melalui para pelayan yang mengurus nya.
"Katakan, Apa yang kaisar ingin kan?" tanya Han Zhao dengan lembut.
"Pagi ini kondisi tubuh kaisar sedang memburuk, ia ingin memakan sub teratai buatan mu, Yang mulia" jelas si pelayan.
"Oh?? Hanya itu?? Apa ada hal lain?" tanya Han Zhao lagi.
Kedua pelayan itu kembali bergeleng "Tidak Yang mulia, hanya itu yang di inginkan oleh kaisar saat ini"
"Baiklah, aku akan menyiapkan nya. Jadi ku minta kosongkan dapur kekaisaran. Biarkan aku yang memasaknya sendiri. Kalian tak perlu membantu ku, beristirahat lah" ucap Han Zhao sembari berjalan menuju ke arah dapur.
__ADS_1
Sementara itu, kedua pelayan ini hanya terdiam kebingungan saat sang selir meminta nya untuk beristirahat. Ini bercanda??