
Han Zhao terdiam tak berkutik, ia membeku saat mengetahui bahwa seorang bayi yang di rebut secara paksa oleh kaisar Haocun Li di hutan, adalah seorang anak yang bernama Hong Li.
"Ba-bayi itu, Hong Li??" tanya Han Zhao yang terkejut.
Han Zhao yang terkejut justru malah melupakan wajah sang Ayah dari Hong Li saat di hutan waktu itu.
"Kau sudah kembali suami ku" ucap Permaisuri yang datang entah dari mana.
'Wanita ini?? Permaisuri angkat Hong Li??'
"Iya, bagaimana dengan Jing Li?? Apakah dia sudah tidur??" tanya kaisar Haocun Li dengan senyum nya.
Permaisuri tersenyum kecil "Iya, Jing Li baru saja tertidur di kamar nya"
"Begitu ya, rasanya aku terlambat kembali ke kuil"
"Tidak, suami ku kau- " Permaisuri menghentikan ucapan nya saat ia menyadari bahwa kaisar Haocun Li sedang menggendong seorang bayi.
"Ada apa , Jiao Li??" tanya Haocun Li saat melihat ekspresi terkejut sang permaisuri.
"A-anak siapa yang kau bawa pulang ke kuil ini, suami ku" tanya permaisuri dengan terbata bata.
__ADS_1
Kaisar Haocun Li tersenyum lalu menjelaskan pada permaisuri Jiao Li, Siapa, bagaimana, dan mengapa ia membawa anak itu kembali ke kediaman kerajaan Li.
"Hong Li?? Nama yang indah"
"Kau ingin menggendong nya, Jiao Li??"
"Ahh- sungguh?? Apakah aku boleh menggendong nya??" tanya Permaisuri dengan senyum bahagia nya.
Kaisar Haocun Li mengangguk sembari tersenyum kecil pada sang permaisuri yang begitu menyayangi anak kecil.
'Permaisuri Jiao Li?? Ibunda angkat dari Hong Li justru memiliki hati yang sangat lembut, bahkan begitu tulus dengan Hong Li' gumam Han Zhao yang tersentuh saat melihat perilaku sang permaisuri Jiao Li pada Hong Li, anak angkat nya.
Saat melihat peristiwa itu, tiba tiba saja sekeliling Han Zhao kembali di selimuti dengan kegelapan.
Han Zhao kini siap dengan apa yang akan ia lihat selanjut nya meski dalam pikiran nya masih bertanya-tanya, mengapa kaisar Haocun Li membawa Hong Li kembali ke kediaman Li.
SINGHHH?!!
Suara pedang di keluarkan dari tempat nya, Han Zhao yang mendengar suara itu mulai menolehkan kepala nya ke kanan dan ke kiri , untuk mencari sumber suara itu.
"Httssss...." suara tangisan menyelimuti gelap nya tempat itu.
__ADS_1
"Tempat apa ini, suara tangisan siapa itu??" tanya Han Zhao sembari menutup kedua telinga nya dengan kedua tangan nya.
Tak lama suara tangisan itu menghilang, gelap nya tempat Han Zhao mulai menunjukkan suatu ruangan istana, dengan dua anak kecil di dalam nya, Anak kecil itu salah satu nya adalah seorang Gadis berusia 10 tahun sedangkan yang satu lagi adalah seorang lelaki berusia 3 tahun.
"Siapa mereka??" tanya Han Zhao sembari menurunkan tangan nya dari telinga nya.
"Mengapa orang rendahan seperti mu bisa di angkat menjadi calon putra mahkota" bentak gadis itu dengan pedang di tangan nya.
"Woee- untuk apa pedang di tangan mu itu" Han Zhao sangat panik saat melihat gadis yang memegang pedang itu mulai berjalan mendekati si anak kecil di depan nya.
"Jiejie, Duibuqi...Jiejie" anak laki-laki itu menangis ketakutan.
'Jiejie?? Hah??......jangan bilang, kalau gadis itu adalah kakak perempuan anak itu??' Han Zhao terkekeh saat mendengar rengekan anak laki laki itu.
"Kehadiran diri mu disini, hanya akan menjadi beban keluarga ini?? Pergi lah menuju kematian mu" seru gadis itu sembari berlari ke arah anak laki-laki di depan nya dengan dengan pedang yang siap dengan satu serangan saja.
"HENTIKANNN!!!!! WOEEE" teriak Han Zhao yang terus berusaha menghentikan niat gadis itu.
Mata Han Zhao di buat tak berkedip saat melihat, gadis itu benar benar menikam perut anak laki-laki di depan nya.
Darah terus mengalir keluar dari perut anak laki-laki itu, lantai kamar kini di penuhi dengan darah merah segar milik anak laki-laki itu.
__ADS_1
"Waktu nya istirahat, Hong Li" ujar gadis itu sembari berjalan keluar kamar, dan meninggalkan anak laki-laki yang terluka parah di dalam.
'Ho-Hong Li??'