
Meski hati nya terasa terpukul setelah mengetahui dengan siapa ia tinggal saat ini, dewi Anchi tetap tidak meninggalkan Han Zhao yang selalu setia menemani nya. Walau pun kini mereka tidak lagi terlihat dekat satu sama lain, Tapi, Han Zhao tetap merawat dewi Annchi dengan tulus.
Malam ini Han Zhao tidak kembali ke Gua keadilan, dewi Annchi merasa bersalah setelah mengatakan hal itu pada Han Zhao tadi siang. Bahkan hingga hari menjelang pagi, dewi Annchi tetap tidak tidur dan terus menunggu kepulangan Han Zhao, yang pergi tanpa memberi tahu arah tujuan nya.
"De-Dewiii??" panggil Han Zhao yang baru saja kembali ke Gua, ia terkejut saat melihat Dewi Annchi duduk di dekat batu besar, sembari memeluk tubuh nya sendiri, karna cuaca yang begitu dingin.
Dewi Annchi menoleh ke arah Han Zhao yang berdiri kaku di depan Gua, sembari menatap lurus ke arah nya "...."
'Eghh- sial, Mengapa aku harus meninggalkan nya, ini buruk'
'Sangat buruk'
'Kesalahan apa yang telah ku perbuat saat ini, sampai membuat Dewi menunggu ku seperti ini' Han Zhao terus bergumam menyalahkan diri nya sendiri sembari berlari ke arah dewi Annchi yang masih terduduk di tempat nya.
Han Zhao berlari menghampiri dewi Annchi, lalu memeluk tubuh dewi Annchi dengan tubuh nya yang sedang bergetar pelan.
Dewi Annchi sedikit terkejut saat Han Zhao memeluk tubuh nya dengan erat "Ha-Han Zhao??" panggil dewi Annchi dengan nada yang terbata bata karna menahan dingin.
__ADS_1
"Kenapa??......"
"Uhh??"
"Kenapa anda melakukan ini??? Tubuh mu benar benar dingin, Dewi" kata Han Zhao sembari melepaskan pelukan nya, lalu ia melepaskan juga jubah hanfu merah nya dan di pakaikan ke tubuh Dewi Annchi.
"Han Zhao, maafkan aku telah mengatakan hal yang tidak baik pada mu" ucap Dewi Annchi yang menyesal
"Uhh?? Dewi, hal seperti itu tidak perlu anda pikirkan, Lagi pula aku baik baik saja"
"Tidak, ini semua salah ku, maafkan aku"
Dewi Annchi tersenyum kecil sembari memegang tangan Han Zhao yang gemeteran "Kau pasti lelah, pergilah tidur dan beristirahat lah"
"Tidaakkkk....dewiiii berhentilah mengkhawatirkan ku, saat ini kondisi mu sedang tidak baik, sebaiknya anda khawatirkan diri mu terlebih dahulu"
"Aku baik baik saja"
__ADS_1
"Tidak!! Anda tidak sedang baik baik saja, Dewi"
"....???...."
"Kalau begitu, biarkan aku merawat mu terlebih dahulu Dewi, sebelum aku beristirahat untuk siang nanti"
"Siang?? Kemana lagi kau akan pergi?"
"Ada hal yang ingin aku lakukan" ucap Han Zhao sembari mengedipkan salah satu mata nya.
"Lakukan lah sesuka mu Han Zhao, Tapi ingat lah!! Jangan lupakan keselamatan mu" ucap Dewi Annchi sebelum tertidur di bahu Han Zhao.
"...."
Han Zhao terdiam saat melihat wajah cantik milik Dewi Annchi yang kini tertidur di bahu nya, Bulu mata lentik yang melengkapi mata nya yang indah, Pipi berwarna sedikit kemerahan di kulit wajah nya yang putih, serta bibir merah mungil berwarna pink manis, membuat Han Zhao sedikit terpesona, Tanpa sadar, salah satu tangan Han Zhao bergerak mengelus pelan Kepala dewi Annchi sembari tersenyum kecil "Dewii...saat ini mungkin Yeun Woo putra mu, begitu sangat mengkhawatirkan mu dari atas sana, Dewii...bertahan lah, jangan pergi meninggalkan dunia ini, kebenaran tentang kepergian anak mu belum terungkap.. Aku berjanji pada mu Dewi, aku akan membuat mu bertemu dengan anak mu, percayalah pada ku, Dewi" kata Han Zhao mengikat janji pada diri nya sendiri, hingga janji nya bergema keseisi Gua keadilan.
Han Zhao terdiam beberapa saat, setelah itu ia membaringkan tubuh Dewi Annchi yang kini terselimuti oleh jubah hanfu merah milik Han Zhao.
__ADS_1
Dengan energi spiritual nya, Han Zhao mulai mengobati tubuh Dewi Annchi yang begitu lemah.
Setelah selesai mengobati Dewi Annchi, Han Zhao membaringkan tubuh nya di sebelah tubuh Dewi Annchi, lalu Han Zhao melirik sebentar ke arah Dewi annchi "Dewii...Wan'an" (Dewi selamat malam) ucap Han Zhao sebelum memejamkan mata nya untuk beristirahat sebentar.