
*Tak...Tak...Tak..*
Suara langkah kaki terdengar begitu kencang. Tampak seorang gadis tengah berlari mengejar seorang lelaki yang telah berjalan jauh di depan nya. Entah lah, Hari ini ia terlihat begitu aneh.
"Tuan muda Li" panggil Han Zhao dengan nada sedikit teriak nya. Ia berusaha keras mengejar sosok lelaki itu.
Disisi lain, Jing Li yang merasa bahwa seseorang tengah mengejar, serta memanggil nama nya. Membuat ia menghentikan langkah kaki nya dan memutar arah tubuh nya.
Pandangan Jing Li langsung di pertemukan oleh sosok gadis yang sedang berdiri tak jauh dari nya. Ia sedang mengatur nafas nya. Dia juga terlihat sangat kelelahan.
Jing Li tersenyum kecil, saat mata nya melihat ke arah gadis itu. "Mengapa kau berlari seperti itu, perhatikan langkah mu, kau bisa saja terjatuh jika berlari seperti itu" kata Jing Li dengan suara lembut nya.
"Mengapa kau pergi lagi?? Dan mengapa kau tidak tinggal saja disini??" tanya Han Zhao di sela penasaran nya.
Jing Li tersenyum kecil, tatapan nya juga begitu lembut saat ia melihat sosok gadis di depan nya. "Tidak ibunda, aku tidak bisa kembali lagi ke sini."
"K-Kenapa??" Han Zhao sempat sedikit terkejut saat ia mendengar ucapan lelaki itu.
"Ada hal yang harus ku lakukan di luar sana. Lagi pula ayahanda juga tidak akan menyakiti mu. Percaya lah pada ku, Ibunda" jawab Jing Li dengan senyum nya.
Melihat reaksi serta mendengar jawaban Jing Li, justru membuat Han Zhao kebingungan. Ia tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Jing Li.
"A-Apa maksud mu??" tanya Han Zhao dengan suara bata nya.
__ADS_1
Lagi lagi sebelum menjawab, Jing Li akan tersenyum kecil terlebih dahulu pada Han Zhao, yang tengah di kerumungi oleh rasa penasaran. "Ayah mencintai mu, Ibu" ujar Jing Li.
Han Zhao tersentak. Bahkan ia juga terdiam tanpa kata, setelah mendengar ucapan Jing Li mengenai perasaan kaisar Haocun Li pada nya. "....."
"Anda tidak perlu mencemaskan hal buruk akan terjadi pada mu, karna Ayah akan melindungi mu , Ibu" Jing Li terus mengatakan hal hal baik tentang kaisar Haocun Li. Entah apa tujuan nya. Namun itu terdengar sangat aneh di telinga Han Zhao.
"....." Tak tahu harus menjawab seperti apa, Han Zhao memutuskan tuk terus terdiam, sembari mendengarkan apa yang di katakan Jing Li pada nya.
Disisi lain, Jing Li yang sadar akan lamunan Han Zhao, membuat ia meraih tangan gadis itu, lalu menaruhnya (Tngn Han Zhao) di atas kepala nya (Jing Li)
"Aku sudah besar ibunda. Kau tak perlu mencemaskan ku" kata Jing Li sembari menunjukan senyum lembut nya, dan bahkan mata nya juga ikut terpenjam saat ia tersenyum.
"Berhati-hati lah" Han Zhao masih kebingungan harus menjawab apa. Yang jelas saat ini, Han Zhao terus memikirkan hal apa yang mereka bicarakan di halaman belakang tadi.
Ahh, Entahlah. Saat ini pikiran Han Zhao benar benar telah di kerumungi hal yang sangat tidak masuk akal. Entah itu ibunda, kematian para selir. Bahkan kaisar Haocun Li yang jatuh cinta pada nya saja. Itu sangat sulit di percaya.
Bodoh!! Mana mungkin kaisar Haocun Li jatuh cinta pada anak nya sendiri (Hong Li). Ya walau terlihat jelas dari tubuh nya. Hong Li memang memiliki bentuk badan yang lebih kecil di bandingkan Jing Li.
Tapi tetap saja!! Berfikir bahwa kaisar Haocun Li akan menikahi Fang Yin secara resmi. lalu menjadikan nya permaisuri. Belum lagi, mereka akan melakukan malam pertama.. AHGGGGG!!! GILAA!! DAN ITU SANGATLAH TIDAK MASUK AKAL, BODOHH!!
"Ibunda??"
"Ibunda???"
__ADS_1
"Ibu, Apa kau baik baik saja??" tanya Jing Li, di sela lamunan, Han Zhao.
Namun, Disisi lain, Han Zhao tak kunjung sadar dari lamunan nya. Bahkan sampai kaisar Haocun Li tiba di sana. Han Zhao masih belum mendapatkan kembali kesadaran nya.
"Masih berada disini??" tanya kaisar Haocun Li pada Jing Li, dengan tatapan datar nya.
"Tidak!! Aku akan pergi sebentar lagi" sahut Jing Li, sembari menurunkan tangan Han Zhao dari atas kepala nya.
"...." Walau gak mengatakan apa apa lagi, kaisar Haocun Li terlihat sedang menatap Jing Li dengan tatapan horor nya. Ia tampak tidak menyukai jika Jing Li terlihat akrab dengan selir nya ( Han Zhao )
Sementara itu, Jing Li yang menjadi pusat pandangan kaisar Haocun Li, membuat diri nya merasa terganggu. Setelah itu, dengan perlahan Jing Li menghela nafas nya. Lalu menggenggam lembut tangan Han Zhao.
"Ibunda, Jing Li pamit ya.. Maaf. Jing Li tidak bisa berlama lama disini" ucap nya dengan suara pelan.
Melihat sosok lelaki di depan nya bertingkah begitu lembut menyayangi nya. Itu membuat Han Zhao ingin sekali membelai surai panjang nya (Jing Li). Bahkan rasa nya ingin sekali meneteskan air mata nya.
"Berkunjunglah kemari jika kau memiliki waktu luang" ucap Han Zhao dengan senyum lembut nya. Hingga membuat Jing Li mengangkat pelan kepala nya, setelah ia mendengar sang selir membuka mulut nya.
"Ibunda..." Jing Li memanggil gadis di depan nya ini dengan lembut.
Namun...setelah beberapa saat mereka terdiam, Jing Li mulai mengambil langkah nya. Dan beranjak pergi dari kuil kediaman Li.
Han Zhao dan kaisar Haocun Li hanya terdiam melihat punggung lelaki berhanfu putih yang berjalan menjauh dari nya. Entah lah. Tapi, rasa aneh mulai muncul di dalam diri Han Zhao. Ia terlihat seperti sedang mengkhawatirkan Jing Li ( sosok kaka dari Hong Li )
__ADS_1