
Hong Li berjalan sedirian di tengah hutan yang begitu gelap, tak ada seorang pun di dalam hutan itu, Hong Li hanya mendengar suara kelelawar yang berkeliaran di malam hari, serta suasana dingin nya malam.
Hong Li tak mempedulikan semua itu, mencoba mengabaikan nya, dan terus berjalan tak tahu arah, yang ia tahu hanya lah pergi jauh meninggalkan kota kediaman Li, Kembali ke kuil yang ada di gunung Luo Ying?? Seperti nya tidak, karna jarak kuil itu ke kota kediaman Wei cukup dekat, ia takut saat energi spiritual nya meninggkat, dan membahayakan banyak penduduk disana.
Setelah cukup jauh berjalan, Hong Li mulai kelelahan, dan memutuskan untuk beristirahan sejanak dan berniat nelanjutkan perjalanan nya lagi esok hari.
Duduk di bawah pohon, dengan tubuh yang bersandar di pohon, Rasa sakıt, lelah, pusing. mual, kelaparan, kedınginan, kini semua tercampur aduk di dalam tubuh Hong Li, hanya ada kegelapan yang ada disisi nya saat ini, tak ada ketenangan, hanya ada
kesunyian, tak ada kehangatan, hanya ada angin malam yang terus tertiup di udara, duduk sembari memeluk lutut nya, berusaha menghangatkan diri nya sendiri.
Setelah lama duduk di sana, tanpa sadar akhirnya Hong Li mulai tertidur pulas, karna tubuh nya yang terlalu lelah.
"Beristiahat lah Hong Li, Jangan lupa, kau tidak boleh kedinginan disini"
Pagi kini telah tiba, Cahaya matahari begitu terang hingga membangunkan Hong Li dari tidur nya, Hong Li yang masih dalam keadaan setengah sadar mulai menyeka mata nya dan berusaha menyatukan penglihatan nya dengan cahaya di sekitar nya.
"Euhhh- Sudah pagi ya??"
Hong Li menoleh ke belakang saat benda terjatuh dari bahu nya.
"...."
"Hah??"
"Pakaian siapa ini??" ucap nya sembari mengambil kain yang tergelatak di tanah.
"Apakah ada seseorang yang datang, saat aku tertidur semalam?? Tapi sıapa??"
Hong Li yang kebngungan mulai bertanya tanya pada dıri nya sendıri, meski banyak keanehan terjadi saat Hong Li terbangun dari tidur nya, Namun ia berusaha tetap burusaha untuk tidak menghiraukan keanehan itu.
Kini Hong Li mulai berjalan lagi, ia menelesuri hutan yang entah dımana ujung nya, disela perjalanan nya terkadang Hong Li mengayunkan pedang nya, secara tidak langsung ia berjalan sembari berlatih pedang di tengah perjalanannya.
"Hutan di gunung ini akan mengantar kan aku kemana si, Rasa nya malah aku yang tersesat disini, Bagiamana bisa ini terjadi pada ku??"
Hong Li kebingungan mengapa hutan nya begitu panjang, ia tak menemukan desa maupun kuil terpencil di hutan ini, Hong Li yang hanya seorang diri di dalam hutan.
mulai merasa kesepian, telah banyak hal yang di lakukan Hong Li untuk menghilangkan rasa kesepuan-nya namun tetap saja, akan haya ada bayangan diri nya di pantulan air sungai, itu lah yang Hong Li lakukan setiap saat.
Kini matahari akan segera tenggelan, Hong Li yang masih berjalan jalan di hutan sembari mengayunkan pedang nya, bagaikan seorang anak kecil yang sedang tersesat di dalam hutan.
__ADS_1
"Malam akan segera tiba, Sebaiknya aku cari tempat untuk beristirahat malam ini"
Saat Hong Li berjalan tak jauh darı sungai yang biasa ia datang, ia melihat seorang wanita tergeletak di tanah, sudah tak sadarkan diri, Hong Li yang melihat nya segera dihampiri, Namun Hong Li sempat terdiam saat melihat sekujur tubuh wanita ini penuh dengan luka.
"Luka nya cukup parah"
"Apakah ada orang lain di hutan ini??"
"Baiklah, itu akan ku pikirkan nanti, sebaiknya aku obati gadis ini terlebih dahulu" ujarnya sembari menggendong wanita itu.
Hong Li membawa wanita tadi kedekat sungai, demi menyalamatkan wanita ini, Hong Li rela mengatur tingkatan enerpi spritual nya, agar saat ia mengalirkan energi spiritual milik nya pada wanita itu, ia tak akan mengubah energi spiritual asli nya.
Setelah cukup lamna mengobati wanita itu, tak lama kemudian wanita itu mulai menggerakan jemari nya, perlahan membuka mata dan mencoba mengingat apa yang terjadi pada nya.
"Eugghh-" gadis itu bangun dari tiduran nya sembari memegang kepala nya.
"Ini ada dimana?? Mengapa aku bisa ada disini??" tanya nya sembari nelihat sekeliling.
"Anda sudah bangun, Nona" seru Hong Li yang baru saja bangun sembari membawa buah buahan, yang ada di tangan nya.
"Si-siapa anda??" tanya gadis itu yang sedikit gemeteran.
"Bagıamana bisa saya mempercayai anda dengan mudah!!"
"Saya tahu itu sangat sulit tuk di percaya, Namun bagaimana dengan kondisi luka di tubuh mu!? Apakah sudah membaik??"
Gadis itu sedikit terkejut, ia baru sadar bahwa tubuh nya tak lagi merasakan sakit "A-apakah anda yang telah mengobati saya??" tanya gadis itu sedikıt gagu.
"..." Hong Li hanya tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan gadis itu.
"Mengapa anda membantu saya, bahkan anda sendiri tidak mengenali saya"
"Saya tidak berniat menolong seseorang yang hanya saya kenal saja"
Gadis itu menundukan kepala nya, Ia merasa bersalah seolah-olah perasaan nya ini salah menilai pemuda di depan nya "Tuan" panggil nya dengan suara pelan.
"..." Hong Li menolehkan kepala nya, melihat ke arah gadis itu.
"Terima kasih tuan, maafkan saya yang telah mencurigai mu dengan hal-hal buruk" ucap nya sembari menundukan kepala nyam
__ADS_1
"Angkatlah kepala mu, Nona" pinta Hong Li.
"...." Gadis itu sedikit kebingungan dan mulai mengangkat kepala nya.
"Saya ini bukan orang terhormat yang harus anda tundukan kepala, perlakukan saya seperti Orang biasa saja"
Gadis itu mengangguk sembari tersenyum kecil "Baik tuan, Duibuqi"
"Baiklah, apakah anda lapar?? Saya membawa beberapa buah-buahan dari hutan, anda makanlah, hanya ini yang bisa saya berikan pada mu" ucap nya sembari mempersilahkan gadis itu untuk memakan buah yang ia bawa tadi.
"Terima kasih tuan" sahut nya sembari mengambil satu buah yang ada di depan nya.
Malam kini telah tiba, Hong Li dan Gadis itu masih memakan buah-buahan nya di tepi sungai dengan sedikıt api yang gadis itu buat sebagai penerang di sana.
"Tuan" panggil gadis itu dengan nada pelan nya.
"Iya??"
"Bolehkah saya mengetahui nama mu, tuan??? tanya gadis itu dengan sopan.
"Hong Li, saya berasal dari klan yang bermarga Li"
Mendengar hal itu, gadis itu mulai tersenyum kecil "Saya mengenal mu tuan muda kedua Li, tapi bagaimana anda bisa berada di hutan ini??"
"Hanya berjalan jalan saja, namun saya malah tersesat disini"
Gadis itu yang mendengar jawaban tidak masuk akal tuan muda kedua Li membuat nya tertawa kecil.
"Bagaimana dengan anda Nona??"
"Lui Yufei, saya berasal dari klan yang bermarga fei,tuan"
"Fei??"
"Ahh- tidak, bukan seperti itu tuan, Na-nama itu, di berikan pada ku, oleh seorang putra dari kerajaan fei, saat saya masih berumur 6 tahun"
"Apakah anda mengenali pemuda yang bernama Longfei??"
Lui Yufei mengangguk pelan "Saya mengenalinya tuan, dia adalah seseorang yang menduduki tahta kedua kedudukan tertinggi di banding sekte lainnya, ia memimpin banyak nya monster di dalam hutan ini"
__ADS_1
Hong Li tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan, Longlei, teman seperguruan sewaktu ia masih berusia 16 tahun, bagaimana bisa sosok seorang seperti dia mermiliki latar belakang kehidupan yang tidak diketahui oleh siapa pun.