
"Tuan muda Li!!" Zhunting Wei terus memanggil nama tuan muda Li, dengan harapan mendapat sahutan dari nya. Namun, alhasil hanya ada suara nya yang terus bergema di sekitar hutan.
Zhunting Wei dan Bai Wuxian terus mencari Jing Li yang kini telah hilang dari hadapan mereka. Entah kemana pergi nya, Namun untuk kondisi nya saat ini, tidak ada waktu untuk memikirkan kemana dia pergi. Yang jelas, Zhunting Wei dan Bai Wuxian harus menemukan Jing Li secepatnya.
•
•
Malam terus semakin larut. Cuaca di sekitar hutan kini telah berubah menjadi semakin dingin. Entah hari telah menjelang fajar atau belum, yang jelas. Saat ini di sekitar hutan telah di selimuti oleh kabut berwarna putih samar.
Semakin jauh Zhunting Wei dan Bai Wuxian mencari Jing Li, tubuh mereka juga semakin merasakan hawa dingin di hutan itu. Karna tubuhnya telah menggigil kedinginan, akhirnya Zhuting Wei berhenti sejenak di dekat pohon yang begitu besar.
'Eughh- Mengapa cuaca disini semakin dingin??' gumam Zhunting Wei sembari memeluk tubuh nya sendiri.
*Srertt*
Melihat Zhunting Wei menggigil kedinginan, membuat Bai Wuxian melepaskan jubah hangat nya. Lalu di pakaikan di bahu lelaki yang tengah menggigil itu.
"Saat ini cuaca terus memburuk. Apa tidak sebaiknya kita lanjutkan ini ketika matahari telah terbit saja??" ucap Bai Wuxian setelah ia selesai menaruh jubah nya di punggung lelaki yang berdiri di sebelah nya.
Zhunting Wei sempat terkejut dengan perlakuan Bai Wuxian yang begitu tiba tiba ini. Namun entah mengapa, rasa nya sangat hangat jika punggung nya tertutupi oleh jubah hanfu milik Bai Wuxian.
"K-kita harus segera menemukan nya. Sebelum hal buruk terjadi pada tuan muda Li" ucap Zhunting Wei sembari menahan tubuh nya yang terus menggigil pelan.
"Tidak tuan muda Wei!! Bahkan saat ini kondisi tubuh mu juga mulai memburuk, Itu mungkin efek dari suhu di hutan ini. Jika anda terus memaksakan nya, itu akan berdampak buruk nanti nya" jelas Bai Wuxian sedikit mengkhawatirkan kondisi kesehatan Zhunting Wei.
"Semua akan baik baik saja!! Percaya lahh!!" sahut Zhunting Wei berusaha menyakinkan Bai Wuxian bahwa diri nya baik baik saja.
"....."
Lagi lagi, saran yang di ajukan oleh Bai Wuxian selalu di tolak oleh Zhunting Wei. Hal itu membuat Bai Wuxian sadar akan posisi nya saat ini, ia tak memiliki hak tinggi untuk terus meminta sang putra mahkota menuruti saran nya, meski saran nya demi kebaikan Zhunting Wei sendiri.
"Baiklah tuan, Saya mengerti. Jika tuan muda Wei sudah kelelahan, kita bisa beristirahat sejenak" ucap Bai Wuxian mengubah saran nya.
Mendengar ucapan dari sang tabib di sebelah nya, Kali ini Zhunting Wei mengangguk pelan, menyetujui akan saran yang di sampaikan oleh Bai Wuxian pada nya.
Setelah itu, Bai Wuxian dan Zhunting Wei kembali melanjutkan pencarian nya. Hingga masuk lebih jauh ke dalam hutan. Bahkan cahaya bulan saja tidak mampu menembus ke dalam sela sela dedaunan pohon di sana.
Suasana serta aura di hutan itu cukup jauh menyeramkan. Tak lama mereka melesat di sekitar hutan itu, Tiba-Tiba....
__ADS_1
*Srekkkkkkkk*
Seseorang keluar dari semak semak, hingga membuat kedua lelaki yang tengah serius mencari teman nya, menjadi terkejut hanya karna suara gemerisik dari gesekan semak itu.
"Uhh??!! Yang barusan itu apa?" tanya Zhunting Wei sembari menghentikan pedang nya.
"Hanya angin mungkin" sahut Bai Wuxian mempositifkan pikiran nya yang sedang di kerumungi hal hal menakutkan.
"Angin?? Jangan bercanda!! Tidak mungkin angin bisa menggerakan semak duri seperti itu" sambung Zhunting Wei yang ragu akan jawaban tabib di sebelah nya.
"Lantas?? Apa yang ada di pikiran tuan saat ini, jika bukan angin??" tanya Bai Wuxian yang malah membuat suasana di sana bagai di rumah hantu.
"S-Semacam iblis pemakan manusia??" jawab Zhunting Wei yang seolah tengah mencoba menakuti tabib di sebelah nya. Meski sejujurnya ia juga takut akan hal itu.
"Apakah hal semacam itu ada di hutan ini??" tanya Bai Wuxian dengan raut wajah polos nya.
"Jangan bertanya pada ku!! Kau pikir aku ini dewa penguasa hutan angker ini"
[ ]Mendengar ungkapan Zhunting Wei membuat Bai Wuxian tertunduk heran, ia juga menutupi wajah nya yang sedang tertawa kecil.
Di tengah ke asikan mereka. Tanpa sadar dari arah belakang, seorang lelaki berjubah hitam mendekati kedua lelaki yang tengah mengobrol itu, mereka terlihat sangat asik, hingga tak menyadari akan kehadiran diri nya.
Setelah kedua lelaki itu mengubah arah tubuh nya. Pandangan mereka langsung di pertemukan pada sosok lelaki berhanfu hitam, ia tengah mengendong seseorang ( bridel styl ) yang tak sadarkan diri.
"Gege??" panggil Zhunting Wei saat diri nya mengenali sosok lelaki yang berdiri di belakang nya itu.
"...." mendengar salah seorang lelaki di depan nya, memanggil nya. Xion Wei hanya menatap datar ke arah dua lelaki itu.
"Gege?? Mengapa kau bisa disini??" tanya Zhunting Wei dengan raut heran nya.
"Seharus nya aku yang bertanya hal itu pada mu!! Mengapa kau bisa ada disini!! Apa kau meninggalkan Jia Li sendirian di kuil??" tanya Xion Wei dengan sedikit merubah cara pandang nya.
Zhunting Wei bergeleng pelan "Tidak Gege, Jia Li tidak ada di kuil saat ini" sahut Zhunting Wei sembari membungkukkan tubuh nya.
Mendengar sahutan Zhunting Wei membuat Xion Wei sedikit tersentak, ia terkejut bagaimana bisa Zhunting Wei begitu santai mengatakan bahwa Jia Li tidak ada di dalam kuil "Hah??! Tidak ada di kuil?? Apa maksud mu?!" tanya Xion Wei lagi.
"Saat ini Jia Li sedang berkunjung ke kediaman Fei" jawab Zhunting Wei, hingga membuat lelaki yang tengah terkejut tadi. Sekarang jauh lebih releks.
"Fei??" tanya Xion Wei dengan raut kebingungan nya.
__ADS_1
Zhunting Wei mengangguk pelan "Sekte Fei adalah sekte yang di ketuai oleh seorang kaisar muda yang tampan. Meski begitu tidak semua orang tahu siapa ketua sekte nya" jelas nya
"Ah- baiklah kalau begitu cepat kembali ke kuil!! Untuk apa kalian berkeliaran di tengah hutan seperti ini!!" ucap Xion Wei menutup pembicaraan di sana. Karna sejujurnya, Xion Wei sendiri masih kebingungan dengan klan Fei yang sangat sulit di temukan.
"Egghh- Tapi.... Tuan muda Li???" tanya Zhunting Wei dengan ragu ragu, karna ia dan juga tabib yang sedang bersama nya, belum juga menemukan keberadaan Jing Li.
Xion Wei mendenguskan nafas nya lalu berkata "Ohh, kalian sedang mencari tuan muda pertama Li"
[ ]Mendengar hal itu, Bai Wuxian dan Zhunting Wei mengangguk pelan. Sembari menatap Xion Wei dengan tatapan berharap "....."
"Dia pergi ke danau darah. Wajah nya sangat pucat, sebenarnya apa yang baru kalian selesai lakukan??"
Bai Wuxian dan Zhunting Wei kali ini berwarna benar tak bisa berkutik apa pun. Bahkan mereka juga tidak mengatakan bahwa Jing Li mengalami penghubung energi spiritual palsu.
"......"
"......"
Melihat respon yang di tunjukan oleh kedua lelaki itu, sedikit membuat Xion Wei kesal. Namun karna tangan nya tengah mengendong seseorang, ia tak bisa mengelus bahkan memukul adik laki-laki nya ini.
"Kalau begitu. Kembali ke kuil!! Hutan ini cukup berbahaya, sebaiknya kalian berhenti berkeliaran di hutan ini" kata Xion Wei.
"Di mengerti Gege. Maaf atas kecerobohan didi mu ini" sahut Zhunting Wei sembari memberi salam hormat pada Xion Wei.
"....."
"Kalau begitu, Gege... saya izin undur diri" ucap Zhunting Weiagi sebelum diri nya melesat pergi meninggalkan ketiga lelaki yang masih terdiam di sana.
Saat Zhunting Wei telah melesat pergi. Rasa canggung langsung menyerbu ke dalam batin Bai Wuxian, ia berniat ingin segera kembali ke pondok kecil nya. Namun saat diri nya hendak akan pergi. Langkah nya di buat terhenti saat lelaki yang tengah berdiri bersama nya, memanggil diri nya.
"Kemana kau akan pergi tuan??" tanya Xion Wei
"K-kembali ke perbatasan kediaman Wei dan Li" jawab Bai Wuxian dengan suara sedikit bergetar.
Xion Wei tersenyum lembut "Ikutlah dengan ku, kembali ke kuil. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan pada mu" ucap nya, hingga membuat lelaki di depan nya itu terheran.
"Hal apa yang ingin anda tanyakan tuan??" tanya Bai Wuxian.
"Sebaik nya kita bicarakan hal ini di kuil saja."
__ADS_1
[ ]Bai Wuxian Mengangguk pelan, sembari membungkukan sedikit tubuh nya. "...."