Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#23. Malam gerhana bulan merah


__ADS_3

Kini malam telah tiba, Seluruh langit kini di selimut dengan warna merah, Han Zhao bangun dari tidur nya, karna hawa dingin yang terus terasa di sekeliling nya.


"...." Han Zhao duduk di atas ranjang nya sembari memeluk tubuh nya sendiri.


"Gege??" panggil Longfei yang berdiri di depan pintu kamar Han Zhao.


"..." Han Zhao melirik ke arah pintu dan hanya mengangguk pelan.


"Malam ini malam gerhana, jadi cuaca nya sangat dingin"


"Ba-Baiklah" Han Zhao mengangguk pelan, ia tak sanggup berbicara banyak, karna cuaca yang cukup dingin menghambat pola pikir nya.


"Kalau begitu, Longfei izin pamit, Gege" ucap Longfei sembari memberi salam pada Han Zhao.


"Malam-malam seperti ini? Kau akan pergi kemana??" tanya Han Zhao yang penasaran.


"Dewa tertinggi meminta seluruh bawahan nya tuk berkumpul malam ini"


Han Zhao terdiam setelah mengetahui hal ini "Berhati-hati lah Longfei, cuaca ini sangat buruk, jangan sampai kau demam hanya karna ada urusan dengan para dewa"


Longfei mengangguk pelan "Xiexie Gege atas perhatian nya, Longfei akan ingat pesan Gege" ucap nya sembari berjalan pergi.


Sedangkan Han Zhao terduduk diam di kamar nya sembari memikirkan ucapan Longfei tadi.


'Longfei adalah anggota bawahan dewa terkuat??'


'Seperti apa energi spiritual milik Longfei sebenarnya, sehingga ia bisa berada di kedudukan ini??' gumam Han Zhao di dalam diam nya.


Setelah bergumam cukup lama, Han Zhao pergi keluar dari kuil, dengan niat hanya untuk berjalan-jalan sebentar mencari angin.


"Huhhh...dingin nya, bahkan aku bisa melihat nafasku sendiri" kata Han Zhao sembari mengosok kedua tangan nya


Han Zhao melihat sekeliling nya yang di penuhi cahaya merah dari pancaran sinar gerhana bulan.


"Apakah malam gerhana itu, malam yang berbeda dari malam lain nya?? Rasanya seperti ada yang aneh di sekitar sini"

__ADS_1


Han Zhao mulai berjalan lebih dalam ke arah hutan, dugaan Han Zhao tentang malam gerhana bulan merah hari ini sangatlah aneh.


Srekkk...Srekkkk.


Suara langkah kaki berjalan melewati semak semak, Han Zhao yang menyadari hal itu, dengan cepat memutar tubuh nya dan menangkis serangan dari belakang.


*Boommmm*


Ledakan besar terjadi ketika pedang putih milik Hong Li dan pedang milik seorang pendekar itu bertabrakan dengan energi spiritual satu sama lain.


'Si-siapa pendekar ini?? Mengapa dia menyerang ku secara tiba-tiba?' gumam Han Zhao yang terus menahan serangan pendekar itu.


"...." Pendekar itu terdiam dan terus fokus pada satu titik penyerangan nya.


"..." Han Zhao yang terlalu sering menangkis serangan dari pendekar itu, membuat diri nya kelelahan.


"Hong Li-sama, takdir apa kita miliki saat ini?? Bahkan di malam terhormat ini kita di pertemukan disini" kata pendekar itu sembari menghentikan serangan nya.


"..." Han Zhao terdiam sembari mengatur nafas nya.


Pendekar itu heran saat melihat Han Zhao hanya terdiri dengan diam nya "Ada apa Hong Li?? Apakah kau melupakan ku??" tanya pendekar itu sembari memasukan pedang nya.


'Melupakan mu?? Mengenal mu saja tidak' gumam Han Zhao.


"Ya begitulah" sahut Han Zhao sembari memasukan pedang putih milik Hong Li ke tempat nya.


"Izinkan Hamba memperkenalkan diri tuan ku, Saya Cao Shen dari sekte Shen, kediaman kami berada di utara gunung Lou Ying"


"Chen??" tanya Han Zhao yang sedikit bingung.


Cao Shen tertawa kecil saat mendengar Han Zhao salah menyebutkan nama sekte nya "Maafkan saya tuan muda kedua Li, sekte kami bernama Shen bukan Chen" kata Cao Chen membenarkan kesalahan Han Zhao.


Han Zhao tersadar akan kesalahan nya, dengan sepontan ia menundukan kepala nya "Duibuqi Cao Shen-sama"


"Tidak apa Hong Li, Lagi pula kerajaan kami memang belum lama berdiri, jadi wajar jika tak ada yang mengenali nya"

__ADS_1


"A-ahhh maaf, bu-bukan itu maksud ku" kata Han Zhao dengan terbata-bata karna merasa bersalah.


Cao Shen tersenyum lalu mengangguk pelan "Tuan muda Li mengapa anda ada di tengah hutan seperti ini??" tanya Cao Shen sembari melipat tangan kiri nya ke belakang.


"Tidak ada apa apa, hanya sedang mencari angin saja" sahut Han Zhao.


"Jangan terlalu sering menghirup udara ketika sedang malam gerhana bulan merah, tuan"


"Mengapa??"


"Udara nya tercampur dengan aura raja iblis, itu lah mengapa banyak kabut merah yang menyebar di udara" jelas Cao Shen.


"Ohh, begitu yaa"


"Baiklah, jika tuan muda Li berkenan maukah anda berkunjung sebentar ke kerajaan kami??"


"Ya tentu, Mengapa tidak" sahut Han Zhao menerima ajakan Cao Shen.


Cao Shen dan Han Zhao pergi menuju ke kuil kediaman Shen, sesampai nya disana, Han Zhao di buat terpukau saat melihat megah nya kuil kediaman Shen.


"Woahhh...kuil yang sangat indah" Kata Han Zhao sembari melihat sekeliling nya.


Cao Shen tertawa kecil mendengar ucapan Han Zhao "Seperti nya anda berlebihan menilai kuil ini, tuan muda Li"


"Tidak, saya berkata yang sebenarnya"


"Baiklah baiklah" sahut Cao Shen sembari membuka pintu aula kediaman Li.


KREKKKK!!!


Pintu aula kediaman Shen terbuka lebar, cahaya hijau dan merah benar benar menyatu di dalam sana, Han Zhao sampai tak bisa mengedipkan mata nya.


Namun saat Hong Li melihat sekeliling tiba-tiba raut wajah Han Zhao berubah seketika, saat melihat batu giok berwarna gradasi hijau dan merah di pasang besar di belakang kursi kaisar.


"Batu giok Hong Li??"

__ADS_1


__ADS_2