Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#21. Harapan seorang kaka


__ADS_3

Han Zhao kembali ke kuil milik Longfei, Setiba nya Han Zhao di kuil, Longfei sudah berdiri di depan pintu kuil, seolah olah dia tahu waktu kepulangan Han Zhao.


"Gege" panggil Longfei sembari berjalan mendekati Han Zhao.


"Duibuqi Longfei, saya pergi meninggalkan kediaman tanpa sepengetahuan mu"


Longfei menghela nafas lega, saat melihat Han Zhao kembali dengan keadaan baik baik saja "Tak apa Gege, saya yakin Gege pasti merasa bosan"


"Bu-bukan itu"


"...."


"Saya hanya berniat berjalan-jalan sebentar, Namun saya tersesat"


"Tersesat??"


"Ahh- bukan apa apa, lagi pula aku ini sudah besar, mengapa kau begitu mengkhawatirkan ku??"


"Saya tidak ingin ada orang lain yang mengganggu mu, Gege"


Han Zhao terdiam, ia sangat menghargai rasa kekhawatiran Longfei pada nya "Tidak ada apa apa, jika memang ada yang mengganggu ku, maka aku sendiri lah yang akan menyelesaikan Mereka"


Longfei terkejut saat mendengar ucapan Han Zhao "..."


"Baiklah kalau begitu, saya ke kamar duluan ya Longfei"


"...." Tanpa menjawab, Longfei hanya mengangguk pelan pada Han Zhao.


Han Zhao berjalan masuk ke dalam kuil dan pergi ke kamar nya, setiba nya di kamar, Han Zhao terduduk diam di atas ranjang nya, ia hanya menatap kosong kalung pengikat surai milik Hong Li yang ada di tangan nya saat ini.


'Hong Li?? Kalung pengikat?? Guan Li?? Chyou Chen?? Batu giok?? Gua keadilan?? itu membuat ku terus berfikir keras!!' gumam Han Zhao sembari mencengkram kalung yang ada dalam genggaman nya.

__ADS_1


'Jiejie?? Kaisar Haocun Li?? mari kita lihat siapa yang akan menang dalam kompetisi kejahatan di dalam selimut ini, Kau?? Atau aku?!' pikir Han Zhao sembari tersenyum kecil.


Disisi lain, Chyou Chen berjalan kembali menuju tempat Jing Li dan Xion Wei berada.


"Tuan muda Chen" panggil Jing Li saat melihat Chyou Chen memasuki rumah persembunyian mereka.


"..." Chyou Chen mengangguk lalu berjalan masuk.


"Bagaimana?? Apakah kamu menemukan Hong Li??" tanya Xion Wei yang cemas.


"Tidak, dia melesat begitu jauh, sehingga aku kehilangan nya"


Xion Wei sangat terpaku, ia menyerah rasa kekhawatiran nya dengan Hong Li benar benar menumpuk di hati nya.


"Tuan muda Li" panggil Chyou Chen dengan nada pelan nya.


"Iya"


Jing Li menunduk sedikit "Tidak, aku lebih merindukan adik laki-laki ku, Hong Li dari pada siapa pun"


"Saya mengerti"


Jing Li terdiam, sejujurnya ia sangat merindukan adik nya Hong Li, jika waktu mengizinkan nya tuk bertemu kembali dengan Hong Li, ia ingin sekali memeluk nya dengan erat.


"Tuan muda Chen" panggil Xion Wei dengan tatapan curiga nya.


"Apa??"


"Lelaki yang kita temui di hutan tadi?? Apakah anda mengenal nya??"


Chyou Chen terdiam, ia bingung harus menjawab apa "Saya tidak mengenali nya"

__ADS_1


"Lalu!? Mengapa anda bilang bahwa dia bukanlah Hong Li, adik laki-laki Jing Li??"


"Apakah anda berusaha menyudutkan ku, dengan pertanyaan-pertanyaan bodoh itu??" tanya Chyou Chen sembari duduk di kursi.


"Tidak, lagi pula apa untungnya jika aku menyudutkan manusia tanpa perasaan seperti mu"


"Baiklah" sahut Chyou Chen menghentikan perdebatan.


Xion Wei dan Chyou Chen terus menatap tajam satu sama lain, sedangkan Jing Li, ia terus terdiam di kursi nya dan tak berhenti memikirkan adik nya Hong Li.


'Hong Li, kaka mu ini merindukan mu'


'Dimana dan sedang apa dirimu saat ini??' tanya Jing Li dalam hati nya yang terus berharap kedatangan Hong Li.


"Tuan muda Li" tegur Chyou Chen saat melihat Jing Li terdiam.


"Ada apa??"


"Apa yang sedang anda gumamkan??" tanya Chyou Chen.


"Apakah ada yang mengganggu pikiran mu??" sambung Xion Wei.


"Tidak ada apa apa ko, hanya sedikit kelelahan saja" sahut Jing Li sembari mengusap-usap tengkuk leher belakang nya.


"Berhentilah memikirkan Hong Li, tuan muda Li, ingatlah esok adalah malam gerhana bulan merah"


Xion Wei dan Jing Li di buat terdiam dan menoleh satu sama lain.


"Aku tak kan melupakan itu" sahut Jing Li sembari mengangguk pelan.


"Kalau bersiap lah untuk esok!!"

__ADS_1


"Semua sesuai rencana mu, tuan muda Chen"


__ADS_2