Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat

Balaskan Dendam Sang Pendekar Berhati Malaikat
#62. Ekspresi yang tak pernah terlihat.


__ADS_3

*Srekkk...Srekkk..Srekkk*


Suara semak semak bergesekan, itu menandakan ada seseorang yang berjalan di antara semak semak. Jalan nya pelan, dia itu seperti melamun. Namun hal seperti ini tidak akan asing lagi untuk lelaki bernama Chyou Chen.


Dia terlihat sangat murung, Ada apa dengan nya?? Ini tak pernah terlihat sebelum nya.


"Chyou Chen"


"Chyou Chen"


"Heii Tuan muda Chen"


Seseorang terus memanggil nama lelaki berhanfu hitam ini. Sebenarnya apa yang sedang ia gumamkan, sampai ia tidak menyadari akan kehadiran kedua lelaki lain nya.


*Plokk*


Salah seorang dari lelaki itu, menyentuh pelan salah satu pundak lelaki yang tengah melamun itu. Disisi lain, Merasa bahu nya tersentuh, membuat Chyou Chen seketika tersadar dari lamunan nya, lalu menoleh pelan ke arah lelaki yang berdiri di sebelah nya.


"T-Tuan muda pertama Li" panggil Chyou Chen dengan suara pelan nya, hingga membuat kedua lelaki itu, terheran.


"Tuan muda Chen?? Ada apa??" tanya Jing Li yang sedikit cemas. Namun mendengar pertanyaan Jing Li, malah membuat Chyou Chen hanya terdiam.


"...."


Ah.. Ya ampun, dengan ekspresi Chyou Chen yang tak pernah terlihat itu sungguh membuat Jing Li dan teman nya Xion Wei terdiam menatap nya. Dia tampak sedang memikirkan sesuatu di kepala nya.


"Tuan muda Chen, haruskan kami mengantar mu kembali ke kediaman Chen??" tanya Xion Wei.


Chyou Chen bergeleng pelan "Tidak perlu" sahut nya.

__ADS_1


"Tapi untuk saat ini, Anda terlihat sedang tidak baik baik saja, Tuan muda Chen" sambung Jing Li.


"Saya baik baik saja, tak perlu mengkhawatirkan ku"


Mendengar penolakan Chyou Chen membuat kedua lelaki ini, memandang satu sama lain dengan tatapan terheran.


"Kalian kembali lah!! Jika seseorang menemukan kalian disini, itu akan sangat sulit tuk di selesai" ucap Chyou Chen sembari berjalan pelan, meninggalkan kedua lelaki itu di belakang nya.


"Tuan muda Chen" panggil Jing Li dengan suara sedikit tinggi, hingga membuat Chyou Chen menghentikan langkah nya. Namun ia tidak memutar arah tubuh nya.


"Ikutlah dengan kami ke kuil yang berada di atas gunung Lou Ying. Disana, anda bisa menenangkan pikiran mu yang sedang kacau itu" lanjut Jing Li sembari berjalan menghampiri Chyou Chen yang terdiam di depan nya.


Langkah demi langkah, akhirnya Jing Li berada tepat di belakang Chyou Chen. Disaat itu lah, Jing Li dapat melihat jelas tubuh Chyou Chen yang sedang bergetar pelan.


"T-Tuan muda Chen?? Ada apa dengan mu??" tanya Jing Li dengan perasaan cemas nya.


"Anda tidak perlu mencemaskan ku, aku baik baik saja." sahut Chyou Chen.


"Aku akan ikut dengan mu dan juga Xion Wei. Jadi berhentilah memaksaku tuk bercerita"


"Baiklah.. Maaf atas kelancangan ku, tuan muda Chen"


Hanya ada keheningan di sekitar hutan saat ini, tatapan nya tak lagi terlihat menyeramkan, justru kali ini membuat orang lain yang melihat nya. Ikut terheran. Bahkan aura dari energi spiritual yang di kenal menyeramkan. Kini terasa sangat rapuh. Sebenarnya, siapa orang yang dapat melakukan hal tidak masuk akal ini pada putra pertama kaisar Huai Chen, yang terkenal dengan kedinginan nya.


Ini sangat sulit tuk di mengerti, seandai Chyou Chen bisa berbagi rasa sulit nya pada Jing Li dan juga Xion Wei. Namun, rasa gengsi Chyou Chen sangat besar. Itulah mengapa ia tak pernah bercerita tentang masalah nya dengan orang lain.


( Kuil gunung Lou Ying )


Malam yang cukup menyakitkan. Chyou Chen duduk di dekat jendela. Ia terus menatap ke arah gelap nya langit malam. Suasana hati nya benar benar kacau. Ia tak tahu, saat ini ia sedang kesal atau khawatir. Semua terasa tercampur aduk di dalam diri nya. Bahkan untuk memikirkan hal lain saja Itu sangat sulit.

__ADS_1


"Tuan muda Chen" panggil Xion Wei yang tengah berdiri di depan pintu kamar nya.


"..." Chyou Chen hanya menolehkan kepala nya, sebagai respon panggilan dari Xion Wei pada nya.


"Berhenti lah melamun. Ini sudah waktu nya makan malam. keluar, dan temui kami di aula" kata Xion Wei dengan nada datar nya. Lalu beranjak pergi meninggalkan lelaki yang hanya terdiam menatap nya.


"....."


"Tuan muda Chen. Keluar lah dari kamar mu!! Ada hal yang harus kita bicarakan" seru Xion Wei.


"Berisik!!!" sahut Chyou Chen menyamakan tinggi nada Xion Wei berbicara dari luar kamar nya.


Disaat seperti ini. Mau tidak mau, Chyou Chen hanya bisa menyiyakan keinginan kedua lelaki yang tinggal bersama dengan nya saat ini. Namun hal seperti ini tidak akan bisa membuat Chyou Chen terbiasa.


Pikiran Chyou Chen saat ini hanyalah. Segumpal darah yang menempel pada leher Han Zhao saat itu.


Walau pikiran nya sedang kacau. Chyou Chen tetap pergi keluar dari kamar nya dan menemui Jing Li dan Xion Wei yang tengah duduk di aula. Sementara itu, Jing Li saat melihat Chyou Chen berjalan menuju ke arah nya. Membuat diri nya sedikit tersenyum pada Chyou Chen.


"Tuan muda Chen kemarilah" panggil Jing Li, dan meminta Chyou Chen untuk bergabung dengan nya dan juga Xion Wei.


"Langsung ke inti nya saja. Aku tidak punya banyak waktu pembicaraan yang tidak begitu penting" kata Chyou Chen sembari berjalan menghampiri kedua lelaki itu.


"Kau ini tidak punya kesopanan sama sekali ya??!!!" jawab Xion Wei yang sedikit kesal dengan lelaki bersurai hitam itu.


"Tenanglah, tuan muda Wei" sela Jing Li. Menghentikan pertengkaran itu.


"Tidak bisa Tuan muda Li. Tuan muda Chen ini selalu saja bikin saya kesal. Dia selalu berbicara dengan nada yang tidak sopan!!" protes Xion Wei pada Jing Li.


Mendengar ungkapan Xion Wei tentang Chyou Chen, membuat Jing Li tersenyum kecil. Mau bagaimana pun mereka ini sangat sulit tuk di buat akur. Belum lagi jika mereka membicarakan tentang Hong Li. Itu sudah pasti tidak ada ujung nya.

__ADS_1


Padahal, hal yang tidak mereka ketahui ialah. Chyou Chen dekat dengan Hong Li, karna yang tinggal saat ini di tubuh Hong Li adalah Han Zhao. Itu lah alasan mengapa Chyou Chen dekat dengan tubuh Hong Li. Lagi pula Chyou Chen juga tidak ingin dekat dengan Hong Li. Dari awal mereka kenal di perguruan yang sama 11 tahun yang lalu, Chyou Chen sudah bisa menebak. Bahwa saingan nya di masa depan nanti ialah Hong Li.


__ADS_2