Batal Calon Kakak Ipar

Batal Calon Kakak Ipar
Rencana


__ADS_3

"Kamu mau bantu saya?" tanya Kavindra pada gadis di depannya.


"Mau-mau," jawab Adelia antusias. "Bantu apa, Pak?"


Kavindra pun membisikkan sesuatu pada gadis itu dengan mencondongkan kepalanya ke depan. Sementara Adel hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Deal!" Adel mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan bosnya itu.


"Deal."


***


Di sebuah resto dekat cabang perusahaan


Pramudya. Tampak seorang pria sedang menggenggam tangan seorang wanita di salah satu meja yang terletak paling ujung.


"Aku pasti bakal ngenalin kamu ke keluarga aku, Azrina." Pria itu meyakinkan wanita di depannya.


"Kenapa nggak kenalin aku ke abang kamu, pas kemarin ketemu di dekat hotel Agatha?" tanya gadis itu dengan menggerutu.


Pria itu menghela nafasnya. "Kan aku sudah bilang, dia lagi sibuk. Apalagi saat itu ada acara di kantornya."


Pria yang tak lain adalah Davanka itu, menjelaskan tanpa melepaskan genggaman tangannya.


"Udah lebih baik kita makan siang, sebelum jam istirahat habis," ajaknya.


Wanita itu pun mengangguk dan mulai memilih makanan yang ia inginkan. Namun, baru saja Davanka membuka buku menunya, tiba-tiba ponselnya berdering.


Pria itu melihat nama yang tertera di layar ponselnya 'My Angel'.

__ADS_1


"Sayang, sebentar mama aku telepon, aku angkat dulu ya." Davanka beranjak dari duduknya dan menjauh dari sana.


Azrina yang akan memprotes pun tak sempat mengucapkan sepatah katapun, karena sang kekasih sudah pergi menjauh.


Davanka mengangkat teleponnya di tempat yang agak sepi. Pria itu setengah berbisik.


"Iya sayang."


Terdengar omelan dari seberang sana dan pria itu hanya meminta maaf dan mengatakan iya.


"Iya besok kita ketemu, aku juga kangen kok sama kamu, Sha." Setelah itu hanya anggukan yang pria itu lakukan dan telepon pun berakhir.


"Aku lupa kalau Arisha sebentar lagi ulang tahun," gumamnya sambil menepuk dahinya. Setelah itu, ia kembali ke mejanya dan memilih makanannya. Tidak ada percakapan yang penting, sampai akhirnya keduanya menikmati makan siangnya.


Di kantor Kavin Cruise


"Kenapa perasaan aku jadi nggak enak setelah menelepon Dava? Apa terjadi sesuatu padanya?" gumamnya sambil duduk di mejanya.


Saat pertanyaan itu belum juga terjawab. Tiba-tiba Adel datang dengan kerusuhannya.


"Ri, besok ikut aku ya," ucap gadis berambut pendek itu.


"Ke mana?"


"Ada deh pokoknya ikut aja ya," kekehnya.


"Ih ogah, nanti aku diculik gimana? Nggak mau," tolak Riri mentah-mentah.


Adel berdecak sebal. "Dih, gue masih normal ya ngapain nyulik lo, coba?" omelnya.

__ADS_1


Riri terbahak mendengar omelan sahabatnya yang tak seperti biasanya. "Iya tinggal bilang aja mau ke mana susah amat sih, Del." Riri menggandeng tangan sahabatnya yang tampak merajuk.


"Besok tuh weekend, jadwal aku nyuci, Del," jelas Riri.


"Ya nggak usah pagi juga kali, RI." Adel memutar bola matanya. Sementara Riri terkekeh geli. Setelah perdebatan kecil itu, keduanya pun kembali masuk ke kelas masing-masing untuk mengajar. Hingga waktu pulang pun tiba.


Riri berjalan menuju gerbang bersama dengan Adel dan yang lainnya. Semuanya tampak saat jam pulang tiba. Mereka berjalan sambil bercanda persis seperti anak sekolah yang pulang awal karena gurunya rapat.


"Besok weekend nih, kalian mau pada ke mana?" tanya Rangga yang berjalan mundur ke arah gerbang.


"Aku mah biasa jadwal nyuci, biar hari Minggu bisa rebahan," jawab Riri.


"Ekspektasi aku sih, jalan-jalan piknik lah pokoknya. Realita bantuin emak," sela Adel.


"Baguslah biar dapat pahala," timpal Silvi sambil tergelak.


"Aku dong, weekend-nya ngapelin anak orang. Beuuh keren nggak tuh," ucap Raksa dengan menepuk dadanya.


"Yakin anak orang, Sa? Bukan bini orang kaya bulan lalu, kan?" Dila menyambar sambil tergelak.


"Siyalan."


Bersambung…


Happy Reading 😘


Mon maaf ya telat bgt, hari ini lg rempong sama bocah.


Rencana apaan coba mereka?

__ADS_1


__ADS_2